Samsung Berencana Pakai Baterai Silikon-Karbon untuk Seri Galaxy S

Samsung Berencana Pakai Baterai Silikon-Karbon untuk Seri Galaxy S
Rencana Samsung Gunakan Baterai Si-C pada Ponsel Flagship Galaxy S [FOTO: NET].

JAKARTA - Samsung diisukan berniat mengaplikasikan baterai silikon-karbon (Si-C) pada gawai unggulan seri Galaxy S pascalangkah perdana menerapkannya di lini anyar ponsel lipat Galaxy Z.

Wakil Presiden Perangkat Pengalaman Mobile Samsung, Moon Sung-hoon, menyebutkan bahwa pemanfaatan baterai silikon-karbon pada Galaxy S bakal bertumpu pada keunggulan yang sanggup dihadirkan bagi pengalaman pemakaian gawai tersebut.

"Hal itu akan bergantung pada apakah teknologi baterai tersebut benar-benar memberikan peningkatan yang berarti terhadap pengalaman pengguna pada masing-masing produk," kata Moon dikutip dari siaran Gizmochina pada Selasa (28/7/2026) waktu setempat.

Pabrikan asal Korea Selatan itu baru saja meluncurkan trio Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra, serta Galaxy Z Flip 8 sebagai perangkat perdana mereka yang dibekali baterai silikon-karbon.

Model baterai ini menyuguhkan tingkat kepadatan daya yang lebih padat ketimbang baterai lithium-ion tradisional, sehingga memungkinkan muatan lebih masif dalam dimensi ruang yang setara.

Pada duo Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra, Samsung mendongkrak kapasitas baterai dibanding pendahulunya. Sedangkan Galaxy Z Flip 8 mempertahankan besaran daya yang sama seperti versi lampau, namun dibungkus bodi yang lebih ramping.

Kendati demikian, Moon enggan membeberkan kepastian waktu adopsi baterai silikon-karbon bakal diboyong ke lini Galaxy S.

Beberapa warta sebelumnya mengeklaim Samsung tengah berupaya menggenjot kapasitas baterai khusus model Galaxy S27 Ultra. Jika terwujud, ponsel cerdas itu diprediksi bakal menggendong baterai berkapasitas sekitar 5.500 mAh, melampaui batas 5.000 mAh yang konon dipertahankan lini Galaxy S Ultra selama ini.

Walau demikian, Samsung diprediksi bakal tetap memperhitungkan aturan ketat di kawasan Eropa serta Amerika Serikat yang memberlakukan standardisasi lisensi beserta prosedur pengiriman lebih ketat bagi baterai lithium-ion sel tunggal dengan muatan energi melampaui kisaran 20 watt-jam.

Berbeda dari sejumlah jenama ponsel asal Tiongkok yang memilih baterai sel ganda atau siap menanggung ongkos logistik ekstra tinggi, Samsung konsisten mempertahankan daya baterai sel tunggal pada batas tersebut untuk produk yang dilepas ke pasar Eropa dan Amerika Serikat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index