Wimbledon 2026: Kiprah Janice Tjen Usai, Sejarah Baru Tercipta

Wimbledon 2026: Kiprah Janice Tjen Usai, Sejarah Baru Tercipta
Gugur di Wimbledon 2026, Janice Tjen Ukir Sejarah Tenis RI [FOTO: NET].

JAKARTA - Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, menorehkan pencapaian bersejarah pada penampilan debutnya di ajang Wimbledon 2026. Atlet berusia 24 tahun tersebut turun di sektor tunggal putri sekaligus ganda putri dalam turnamen Grand Slam yang digelar di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London. 

Partisipasi Janice menyudahi penantian panjang Indonesia untuk kembali menempatkan wakilnya di nomor tunggal putri babak utama Wimbledon.

Ia menjadi petenis tunggal putri tanah air pertama setelah Angelique Widjaja pada 2004 silam yang mampu menembus fase utama turnamen legendaris tersebut. Pada laga pembuka, Janice langsung dipertemukan dengan petenis unggulan asal Kanada, Leylah Fernandez. 

Atlet kelahiran Jakarta itu tampil meyakinkan dan memetik kemenangan dua set langsung lewat skor 6-1, 7-6(3). Hasil positif tersebut sekaligus mempertegas dominasi Janice atas Fernandez, setelah sebelumnya ia juga menumbangkan lawan yang sama di Australia Open 2026 dan Dubai Open 2026.

Keberhasilan itu membawa Janice melaju ke putaran kedua, sekaligus menorehkan tinta emas baru bagi dunia tenis Indonesia di pentas Wimbledon.

Petenis Indonesia Pertama Sejak 2003

Langkah Janice Tjen di sektor tunggal akhirnya harus kandas pada babak kedua setelah ditaklukkan oleh Daria Kasatkina. 

Di laga tersebut, Janice sejatinya sempat mengamankan set pertama sebelum akhirnya menyerah melalui skor akhir 7-6(5), 1-6, 4-6. Kendati gagal melangkah lebih jauh, capaiannya tetap tercatat dalam lembaran sejarah. Janice menjadi petenis tunggal Indonesia pertama yang mampu melangkah hingga putaran kedua Wimbledon sejak tahun 2003.

Petenis yang digembleng oleh pelatih Chris Bint ini mengaku gembira dapat mempersembahkan prestasi tersebut bagi Indonesia.

"Jadi saya pastinya senang, kalau bisa menjadi bagian dari sejarah tenis Indonesia," kata Janice Tjen seperti dikutip BolaSport dari BBC.

Janice pun menginsafi bahwa posisinya saat ini barulah tahap awal dari karier profesionalnya di level tertinggi. Ia berharap pengalaman berharga dari panggung Wimbledon dapat menjadi modal penting untuk terus mengasah kemampuannya.

"Tapi, saya juga baru memulai perjalanan di tenis profesional dan ini tahun pertama main dengan jadwal penuh di tur WTA."

"Saya akan banyak belajar tahun ini. Semoga ke depannya bisa terus, bisa bermain dan kembali lagi di Wimbledon," tegas Janice Tjen.

Tampil Kompetitif di Nomor Ganda

Di samping berkompetisi di sektor tunggal, Janice Tjen juga berpasangan dengan Aldila Sutjiadi di nomor ganda putri. Duet srikandi Indonesia ini kembali disatukan setelah sebelumnya sukses merengkuh gelar WTA serta medali emas SEA Games.

Janice dan Aldila mengawali kiprah mereka dengan mendulang kemenangan atas duet tuan rumah, Harriet Dart dan Maia Lumsden. 

Hasil ini sekaligus menjadi ajang pembalasan yang manis dari pertemuan terdahulu mereka. Pasangan Indonesia ini menang dua set langsung dengan skor 6-3, 6-4 untuk menyegel tiket ke putaran kedua.

Namun, langkah mereka kemudian dijegal oleh pasangan Elena-Gabriela Ruse dan Marta Kostyuk. Janice dan Aldila takluk dalam pertarungan sengit yang berakhir dengan skor 4-6, 6(8)-7 pasca-babak tie break di set kedua.

Walaupun belum berhasil melaju lebih jauh di nomor ganda maupun tunggal, performa Janice Tjen di Wimbledon 2026 memberikan catatan krusial bagi masa depan tenis Indonesia.

 Debut Janice Tjen di turnamen Grand Slam serta keberhasilannya menembus putaran kedua nomor tunggal menjadi lompatan besar dalam perjalanan karier petenis asal Jakarta tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index