JAKARTA - PT Pertamina (Persero) kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di SPBU seluruh Indonesia pada Jumat, 13 Februari 2026. Penurunan harga ini mengikuti Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan dari Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020.
BBM Nonsubsidi Turun, Subsidi Tetap Stabil
Jenis BBM nonsubsidi yang mengalami penurunan harga antara lain Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar tetap stabil, yakni Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk Bio Solar.
Harga Pertamax untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen, termasuk DKI Jakarta, kini Rp11.800 per liter dari sebelumnya Rp12.350 per liter. Pertamax Turbo turun menjadi Rp12.700 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 dibanderol Rp12.450 per liter.
Dexlite saat ini dijual Rp13.250 per liter dan Pertamina Dex turun menjadi Rp13.500 per liter. Penyesuaian harga ini membuat masyarakat dan pengguna kendaraan pribadi dapat menghemat pengeluaran BBM.
Daftar Harga BBM di Wilayah Sumatera
Di Aceh dan Sumatera Utara, Pertalite tetap Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.100, Pertamax Turbo Rp13.000, Dexlite Rp13.550, Pertamina Dex Rp13.800, dan Solar Rp6.800. FTZ Sabang menawarkan harga lebih rendah untuk Pertamax Rp11.100 dan Dexlite Rp12.350 per liter.
Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau membanderol Pertamax Rp12.400 per liter, Pertamax Turbo Rp13.250, Dexlite Rp13.850, dan Pertamina Dex Rp14.100. Sementara FTZ Batam menyesuaikan harga Pertamax menjadi Rp11.300 dan Pertamax Turbo Rp12.050 per liter.
Harga BBM di Pulau Jawa dan Bali
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur menetapkan harga Pertamax Rp11.800 per liter, Pertamax Turbo Rp12.700, Pertamax Green 95 Rp12.450, Dexlite Rp13.250, dan Pertamina Dex Rp13.500. Bali dan Nusa Tenggara Barat mengikuti harga serupa untuk BBM nonsubsidi.
Pertalite dan Solar tetap stabil di Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Penyesuaian ini memastikan harga BBM di Pulau Jawa dan Bali kompetitif dengan wilayah lainnya.
Harga BBM di Kalimantan dan Sulawesi
Kalimantan Barat, Tengah, dan Timur menetapkan harga Pertamax Rp12.100 per liter, Pertamax Turbo Rp13.000, Dexlite Rp13.550, dan Pertamina Dex Rp13.800. Sementara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara menetapkan Pertamax Rp12.400 dan Pertamax Turbo Rp13.250 per liter.
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Tenggara, Selatan, dan Barat mengikuti pola harga yang sama seperti Kalimantan Barat. Penyesuaian ini bertujuan merata di seluruh wilayah pulau besar Indonesia.
Harga BBM di Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara
Maluku dan Maluku Utara menetapkan Pertamax Rp12.100 per liter dan Dexlite Rp13.550. Sementara itu, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan menyesuaikan harga Pertamax Rp12.100 dan Dexlite Rp13.550 per liter.
Harga Pertamina Dex berlaku di Papua Barat dan sekitarnya Rp13.800 per liter. Penetapan harga ini memastikan konsistensi harga BBM nonsubsidi di seluruh Indonesia.
Dampak Penurunan Harga BBM
Penurunan harga BBM nonsubsidi dapat meringankan beban pengeluaran bagi pemilik kendaraan pribadi dan transportasi logistik. Meski subsidi tetap stabil, masyarakat tetap menikmati efisiensi tambahan dari penyesuaian harga Pertamax dan Dex.
Secara keseluruhan, penurunan harga ini mengikuti formula harga dasar BBM dan tetap memperhatikan kondisi pasar serta kebijakan pemerintah. Penyesuaian ini menunjukkan komitmen Pertamina menjaga keseimbangan harga BBM di seluruh Indonesia.