JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk atau PTPP kembali mencatatkan pencapaian penting di awal tahun 2026. Perusahaan dipercaya mengerjakan proyek rancang bangun gedung kantor di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung).
Proyek ini mencakup pembangunan Gedung Kantor JAMPIDUM, JAMDATUN, JAMWAS, dan BPA untuk Tahun Anggaran 2026. PTPP mendapatkan nilai kontrak sebesar Rp 934,36 miliar termasuk PPN dengan waktu pelaksanaan 360 hari kalender sejak pekerjaan dimulai.
Peningkatan Portofolio dan Kepercayaan Pemerintah
Perolehan proyek ini menambah portofolio PTPP di sektor gedung pemerintahan dan institusional. Kontrak besar ini menjadi sinyal kuat kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan PTPP menangani proyek strategis berskala besar.
Langkah ini juga menegaskan posisi PTPP sebagai salah satu BUMN konstruksi yang aktif dalam pembangunan fasilitas publik dan infrastruktur kelembagaan negara. Kepercayaan pemerintah menjadi motivasi bagi perseroan untuk menjaga reputasi dan kualitas pekerjaan.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menekankan proyek ini bukan hanya pembangunan fisik. “Proyek ini memastikan hasil akhir mendukung kebutuhan operasional pengguna secara optimal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu, 1 Februari 2026.
Joko menambahkan bahwa PTPP berkomitmen menjaga ketepatan waktu, kualitas, dan akuntabilitas pada setiap tahapan pekerjaan. Hal ini menjadi standar perusahaan dalam menangani proyek pemerintah dengan skala besar dan kompleks.
Transformasi Gedung Kejaksaan Agung
Pembangunan gedung baru dirancang untuk menunjang transformasi kelembagaan di Kejaksaan Agung. Fasilitas ini mengusung konsep modern, terintegrasi, dan representatif agar mendukung aktivitas kerja secara optimal.
Keberadaan gedung diharapkan meningkatkan efektivitas koordinasi antarbidang. Gedung baru juga mempercepat proses kerja dan memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat.
Infrastruktur yang lebih memadai dirancang untuk menjawab kebutuhan operasional jangka panjang. Gedung baru diharapkan menjadi pusat aktivitas yang mendukung tata kelola kelembagaan lebih efisien.
Kontribusi terhadap Pendapatan dan Stabilitas Bisnis
Dari sisi bisnis, proyek ini mencerminkan konsistensi PTPP dalam mengelola proyek pemerintah. Skema perencanaan matang dan nilai kontrak besar turut mendukung prospek pendapatan perseroan.
Strategi PTPP tetap fokus pada proyek dengan sumber pendanaan jelas dan dampak langsung pada pelayanan publik. Pendekatan ini membantu perusahaan menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika industri konstruksi nasional.
Penanganan proyek gedung pemerintahan juga menjadi peluang bagi PTPP untuk mengimplementasikan standar kualitas tinggi. Pengalaman sebelumnya dalam proyek strategis menjadi modal penting bagi perseroan.
Peran Aktif PTPP dalam Infrastruktur Nasional
Joko Raharjo menegaskan, kepercayaan pemerintah menjadi dorongan bagi PTPP meningkatkan standar pelaksanaan proyek. Perusahaan berkomitmen menghadirkan kualitas pekerjaan yang selaras dengan kebutuhan institusi negara.
PTPP akan terus berperan aktif dalam pembangunan infrastruktur nasional. Fokus utama tetap pada proyek yang berkaitan langsung dengan peningkatan layanan publik dan tata kelola kelembagaan.
Dengan tambahan kontrak baru, PTPP membuka tahun 2026 dengan pipeline proyek yang semakin kuat di segmen gedung pemerintahan. Hal ini mencerminkan peran strategis perseroan dalam mendukung pembangunan fasilitas publik yang modern dan efisien.
Pencapaian proyek ini juga menjadi bukti kemampuan PTPP menghadirkan inovasi konstruksi yang sesuai standar internasional. Pengalaman dalam proyek berskala besar menjadi nilai tambah perseroan bagi proyek pemerintah berikutnya.
Gedung baru yang dibangun akan dilengkapi fasilitas modern untuk mendukung operasional setiap unit kerja. Penggunaan teknologi dan material berkualitas diharapkan meningkatkan produktivitas serta kenyamanan pengguna.
Selain itu, proyek ini juga mendukung transformasi digital dan modernisasi proses kerja di Kejaksaan Agung. Gedung baru diharapkan menjadi simbol kemajuan institusi sekaligus ruang kerja yang fungsional dan representatif.
Nilai kontrak besar memberikan dampak positif terhadap prospek keuangan PTPP. Pendapatan dari proyek ini diprediksi memberikan kontribusi signifikan dalam siklus keuangan perseroan tahun 2026.
Peningkatan portofolio proyek pemerintah juga memperkuat posisi PTPP sebagai BUMN konstruksi unggulan. Reputasi perusahaan dalam menangani proyek strategis skala besar semakin diakui di tingkat nasional.
Kepercayaan yang diberikan pemerintah sekaligus menjadi tantangan bagi PTPP untuk menjaga kualitas dan waktu penyelesaian. Seluruh tahapan proyek diawasi secara ketat untuk memastikan standar mutu dan keselamatan terpenuhi.
Gedung baru juga dirancang dengan pertimbangan efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan. Konsep pembangunan ini selaras dengan praktik konstruksi modern yang ramah lingkungan dan hemat energi.
Dengan fasilitas baru, koordinasi antarunit kerja di Kejaksaan Agung diharapkan lebih optimal. Efisiensi proses kerja, ruang rapat, dan area operasional dapat dimanfaatkan secara maksimal.
PTPP menekankan pentingnya sinergi antara tim konstruksi, pengguna gedung, dan pemangku kepentingan lain. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan proyek dengan skala dan kompleksitas tinggi.
Proyek ini juga menjadi tolok ukur kemampuan PTPP menangani gedung institusi strategis lainnya. Keberhasilan pengerjaan Gedung Kantor JAMPIDUM, JAMDATUN, JAMWAS, dan BPA akan menjadi referensi untuk proyek masa depan.
Pembangunan gedung baru ini tidak hanya berdampak pada Kejaksaan Agung, tetapi juga pada lingkungan sekitar. Infrastruktur yang modern diharapkan mempermudah akses dan mendukung kegiatan operasional di wilayah Kebayoran Baru.
Ke depan, PTPP berkomitmen memperluas kontribusi terhadap pembangunan gedung pemerintah. Target perusahaan tetap pada proyek yang mendukung pelayanan publik, tata kelola institusi, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan pencapaian proyek ini, PTPP memulai 2026 dengan momentum kuat. Pipeline proyek strategis di segmen pemerintahan dan institusi negara menjadi bukti peran penting perseroan dalam pembangunan nasional.