KAI

Penjualan Tiket KAI Lebaran 2026 Tembus Ratusan Ribu dalam Waktu Singkat

Penjualan Tiket KAI Lebaran 2026 Tembus Ratusan Ribu dalam Waktu Singkat
Penjualan Tiket KAI Lebaran 2026 Tembus Ratusan Ribu dalam Waktu Singkat

JAKARTA - Lonjakan minat masyarakat terhadap perjalanan mudik Lebaran 2026 kembali terlihat dari data penjualan tiket kereta api yang terus meningkat sejak awal pembukaan pemesanan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat angka signifikan dalam periode penjualan awal yang menjadi sinyal kuat tingginya antusiasme calon penumpang.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat bahwa penjualan tiket Lebaran untuk periode 11 Maret 2026 hingga 18 Maret 2026 telah mencapai 244.341 tiket. Hingga 1 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, tiket H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026 telah terjual 42.413 tiket dari total 120.409 tiket yang disediakan KAI.

“Secara kumulatif, KAI mencatat bahwa penjualan tiket Lebaran untuk periode 11 Maret hingga 18 Maret 2026 telah mencapai 244.341 tiket,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba. Data ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama mudik.

Anne mengatakan, angka ini mencerminkan antusiasme masyarakat dalam merencanakan perjalanan Lebaran lebih awal. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan pembukaan penjualan tiket yang dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Tiket kereta api untuk keberangkatan H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026 telah resmi dibuka dan dapat dipesan sejak hari Minggu, 1 Februari 2026. Masyarakat pun langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengamankan tiket perjalanan.

Saat ini, tingkat keterisian kursi KAI sekitar 35,22 persen, sehingga membuka peluang luas bagi masyarakat untuk melakukan pemesanan. Kondisi ini memberikan ruang bagi calon penumpang yang belum menentukan rencana perjalanan agar segera mengambil keputusan.

“Angka tersebut menunjukkan masih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan tiket perjalanan pada H-3 Lebaran,” ujar Anne. Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa stok tiket masih tersedia dalam jumlah cukup besar.

“Kami mengimbau masyarakat agar segera merencanakan perjalanan dan memanfaatkan ketersediaan tiket yang masih cukup besar,” lanjut Anne. Imbauan tersebut ditujukan agar calon penumpang tidak menunda pembelian hingga mendekati hari keberangkatan.

Momentum penjualan tiket Lebaran tahun ini juga dipengaruhi oleh kalender libur nasional yang cukup strategis. Hal ini membuat sebagian masyarakat mulai mengatur rencana perjalanan lebih awal dari biasanya.

Anne menambahkan bahwa H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026 bertepatan dengan sehari sebelum libur nasional Nyepi. Setelah itu, masyarakat juga akan menikmati akhir pekan panjang yang memungkinkan waktu libur menjadi lebih optimal.

Kondisi ini menjadikan tanggal tersebut sebagai salah satu pilihan strategis bagi masyarakat yang ingin menikmati libur lebih lama bersama keluarga. Kombinasi hari libur nasional dan akhir pekan dinilai memberikan keuntungan tersendiri bagi para pemudik.

“H-3 Lebaran bertepatan dengan momentum libur nasional dan long weekend, sehingga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengatur waktu liburan yang lebih optimal,” jelas Anne. Ia menilai kesempatan ini sebaiknya dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan peluang ini dengan melakukan pemesanan sejak dini,” tambah Anne. Pesan tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk merencanakan perjalanan secara lebih matang.

Antusiasme Tinggi Sejak Awal Penjualan Tiket

Sejak awal pembukaan penjualan, tiket mudik Lebaran 2026 langsung diserbu calon penumpang dari berbagai daerah. Fenomena ini menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi moda transportasi favorit untuk perjalanan jarak jauh.

Tingginya angka penjualan dalam waktu singkat juga mencerminkan kebiasaan baru masyarakat yang lebih disiplin dalam merencanakan perjalanan. Dengan memesan lebih awal, penumpang dapat memilih jadwal dan kelas kereta sesuai kebutuhan.

PT KAI sendiri telah menyiapkan kapasitas tiket yang cukup besar untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Namun, tingginya minat masyarakat membuat sebagian jadwal tertentu cepat terisi.

Data yang mencatat 42.413 tiket H-3 Lebaran telah terjual dari total 120.409 tiket menunjukkan bahwa hampir sepertiga kapasitas sudah terisi. Angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa tanggal keberangkatan tersebut sangat diminati.

Perencanaan perjalanan sejak dini juga membantu masyarakat menghindari risiko kehabisan tiket. Selain itu, calon penumpang dapat mengatur anggaran perjalanan dengan lebih efisien.

Dalam konteks ini, KAI terus mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan kanal resmi dalam proses pembelian tiket. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan selama transaksi.

Anne menekankan bahwa tingginya antusiasme ini perlu diimbangi dengan kewaspadaan dalam memilih saluran pembelian. Langkah tersebut penting untuk mencegah potensi kerugian akibat transaksi melalui pihak tidak resmi.

Dengan ketersediaan tiket yang masih cukup besar, masyarakat sebenarnya memiliki banyak pilihan jadwal perjalanan. Namun, penundaan pembelian bisa membuat kesempatan tersebut semakin sempit.

Oleh karena itu, imbauan untuk segera merencanakan perjalanan bukan sekadar formalitas. Hal tersebut menjadi strategi agar distribusi penumpang lebih merata dan tidak menumpuk pada tanggal tertentu.

Peluang Perjalanan Lebih Panjang Berkat Libur Nasional

Kombinasi Lebaran dengan libur nasional Nyepi dan akhir pekan panjang membuat banyak orang mempertimbangkan perjalanan yang lebih lama. Kondisi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin berkumpul dengan keluarga dalam waktu lebih panjang.

Tanggal 18 Maret 2026 yang jatuh pada H-3 Lebaran dinilai sebagai momen ideal untuk memulai perjalanan. Selain menghindari kepadatan arus mudik, penumpang juga berkesempatan menikmati waktu libur yang lebih fleksibel.

Anne menjelaskan bahwa momentum ini dapat dimanfaatkan untuk mengatur jadwal pulang kampung maupun liburan keluarga. Dengan perencanaan matang, perjalanan menjadi lebih nyaman dan terorganisir.

KAI sendiri menilai pola pemesanan tahun ini menunjukkan kecenderungan masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya perencanaan. Hal ini terlihat dari tingginya angka penjualan tiket sejak awal periode pemesanan dibuka.

Kondisi tersebut juga membantu KAI dalam mengelola operasional secara lebih optimal. Distribusi penumpang yang lebih merata dapat mengurangi kepadatan pada hari-hari tertentu.

Selain itu, penumpang juga memiliki lebih banyak opsi dalam memilih jam keberangkatan yang sesuai dengan kebutuhan. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah bagi pengguna jasa kereta api.

Dengan masih tersedianya lebih dari 60 persen kapasitas kursi untuk H-3 Lebaran, masyarakat memiliki ruang cukup besar untuk menentukan pilihan. Namun, seiring waktu berjalan, ketersediaan tersebut dapat terus berkurang.

Oleh karena itu, KAI terus mengajak masyarakat untuk tidak menunda pembelian tiket. Langkah ini dinilai penting agar rencana perjalanan dapat terlaksana sesuai harapan.

Dalam suasana persiapan Lebaran yang semakin terasa, masyarakat pun diharapkan tetap bijak dalam merencanakan mobilitas. Pengaturan waktu yang baik akan berdampak pada kenyamanan perjalanan secara keseluruhan.

Imbauan Pembelian Tiket Melalui Kanal Resmi

Anne mengingatkan agar masyarakat selalu membeli tiket kereta api melalui kanal resmi KAI. Kanal tersebut meliputi aplikasi Access by KAI, website kai.id, serta mitra penjualan resmi yang telah bekerja sama dengan KAI.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari pembelian tiket melalui pihak tidak resmi yang menawarkan biaya tambahan tidak wajar,” tegas Anne. Ia menekankan bahwa transaksi melalui jalur resmi memberikan jaminan keamanan dan kejelasan informasi.

Selain itu, penggunaan kanal resmi juga memudahkan penumpang dalam melakukan perubahan jadwal atau pembatalan tiket jika diperlukan. Proses tersebut akan lebih transparan dan terjamin dibandingkan melalui perantara tidak resmi.

Anne menambahkan bahwa untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Contact Center KAI 121. Layanan ini disediakan sebagai sarana komunikasi resmi antara pelanggan dan pihak KAI.

Dengan berbagai kanal yang tersedia, masyarakat diharapkan dapat memilih cara pemesanan yang paling nyaman. Kemudahan akses ini menjadi salah satu upaya KAI dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.

Langkah tersebut juga sejalan dengan komitmen KAI dalam memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan terpercaya. Hal ini penting terutama pada masa mudik Lebaran yang identik dengan lonjakan jumlah penumpang.

Masyarakat pun diharapkan lebih waspada terhadap penawaran tiket dengan harga di luar kewajaran. Penawaran semacam ini berpotensi menimbulkan kerugian baik secara finansial maupun kenyamanan perjalanan.

Dalam konteks penjualan tiket Lebaran 2026, transparansi dan kejelasan informasi menjadi kunci utama. Dengan mengikuti prosedur resmi, calon penumpang dapat memastikan perjalanan berlangsung tanpa kendala.

Ketersediaan tiket yang masih cukup besar saat ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan lebih matang. Dengan demikian, arus mudik diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan tertib.

Secara keseluruhan, tingginya penjualan tiket kereta Lebaran 2026 menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI. Kepercayaan ini diharapkan terus terjaga melalui pelayanan yang konsisten dan profesional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index