JAKARTA - Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda bagi masyarakat Jawa Timur. Selain meningkatkan ibadah, bulan suci ini juga menjadi waktu favorit untuk melakukan wisata religi yang sarat makna spiritual dan sejarah.
Berbagai destinasi religi di Jawa Timur, mulai dari makam wali, tokoh ulama besar, hingga masjid bersejarah, ramai didatangi peziarah dari berbagai daerah. Aktivitas ini tidak sekadar perjalanan fisik, tetapi juga menjadi ruang refleksi diri dan penguatan keimanan.
Wisata religi Ramadan di Jawa Timur juga menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat. Perpaduan spiritualitas, sejarah, dan kearifan lokal menjadikan kegiatan ini terasa lebih khusyuk dan bermakna.
Bagi banyak orang, perjalanan ziarah di bulan Ramadan tidak hanya tentang tujuan, tetapi juga tentang proses mendekatkan diri kepada nilai-nilai luhur Islam. Setiap lokasi menawarkan cerita, pesan moral, dan pengalaman batin yang berbeda.
Berikut ini adalah rekomendasi wisata religi di Jawa Timur yang dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu ibadah selama bulan suci Ramadan. Setiap destinasi memiliki keunikan tersendiri yang mampu memperkaya pengalaman spiritual para pengunjung.
Masjid Bersejarah yang Ikonik dan Megah
Masjid Namira di Lamongan menjadi salah satu destinasi wisata religi yang paling banyak dikunjungi. Masjid ini dikenal sebagai tempat ibadah termegah di wilayah tersebut dengan interior megah dan unik.
Masjid Namira dibangun oleh pasangan suami istri Helmy Riza dan Eny Yuli Arafah. Keduanya sepakat memberi nama Masjid Namira yang diambil dari nama anak perempuan mereka, yaitu Ghasani Namira Mirza.
Masjid ini sempat viral pada 2017 dan sejak saat itu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Lokasinya berada di Jalan Raya Mantup KM 5, Sanur, Jotosanur, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.
Keindahan arsitektur masjid ini menjadi daya tarik utama bagi peziarah. Selain beribadah, pengunjung juga dapat menikmati suasana religius yang tenang dan menyejukkan.
Masjid Cheng Hoo di Surabaya juga menjadi salah satu destinasi wisata religi yang menarik perhatian. Masjid ini dibangun atas inisiatif komunitas muslim Tionghoa yang tergabung dalam Persatuan Islam Tionghoa Indonesia.
Masjid ini didirikan untuk menghormati Laksamana Cheng Ho, penjelajah dan panglima angkatan laut dari Dinasti Ming yang beragama Islam. Sosok Cheng Ho dikenal berjasa menyebarkan Islam di kawasan Asia Tenggara, khususnya Nusantara, melalui ekspedisi maritim pada abad ke-15.
Tujuan dibangunnya masjid ini adalah untuk mempererat hubungan masyarakat Tionghoa dan umat Islam. Masjid Cheng Ho diresmikan pada tahun 2002 dan berlokasi di Jalan Gading No. 2, Ketabang, Kecamatan Genteng, Surabaya.
Kini, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi yang edukatif. Di sana, pengunjung dapat mempelajari sejarah Islam sekaligus mengenal peran penting Laksamana Cheng Ho.
Masjid Cheng Ho juga memiliki berbagai fasilitas pendukung seperti area parkir luas, warung makan, hingga toko suvenir. Hal tersebut membuat wisatawan merasa nyaman saat berkunjung, terutama di bulan Ramadan.
Masjid Tiban atau yang dikenal sebagai Masjid Turen di Kabupaten Malang juga menjadi tujuan wisata religi yang populer. Masjid ini bahkan dikenal hingga mancanegara karena kisah unik di balik pembangunannya.
Konon, pembangunan masjid ini dibantu oleh jin, berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat. Cerita tersebut muncul karena proses pembangunan masjid dinilai berlangsung cepat dan tak terlihat.
Namun, sebenarnya pembangunan Masjid Tiban telah berlangsung sejak lama. Peletakan batu pertama terjadi sekitar tahun 1987 dan bangunannya masih semi permanen hingga 1992.
Pembangunan masjid ini berawal dari hasil istikharah KH Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh. Sebenarnya, bangunan ini merupakan pondok pesantren bernama Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah.
Masjid ini terletak di Jalan Wahid Hasyim, Gang Anggur Nomor 10, Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Bangunannya terdiri dari 10 lantai dengan fungsi ruang yang berbeda-beda.
Lantai 1 digunakan sebagai tempat istirahat dan musala. Lantai 2 terdapat loket, ruang istirahat, tempat makan, dan dapur.
Lantai 3 memiliki musala dan akuarium. Lantai 4 digunakan sebagai ruang khusus keluarga pengasuh pondok.
Lantai 5 menjadi ruang musala. Lantai 6 digunakan sebagai tempat istirahat para santri.
Lantai 7 dan 8 dimanfaatkan untuk toko yang dikelola santri. Lantai 9 didesain sebagai lereng gunung, sementara lantai 10 menjadi gua sekaligus puncak gunung.
Masjid Ar-Rahman di Kota Blitar juga menjadi tujuan wisata religi favorit masyarakat. Masjid ini terkenal dengan arsitekturnya yang terinspirasi dari Masjid Nabawi di Madinah.
Ikon utama masjid ini terdapat pada payung-payung besar yang berdiri di halamannya. Masjid Ar-Rahman diresmikan pada tahun 2019 dan berlokasi di Jalan Ciliwung No. 2, Kota Blitar.
Hingga kini, masjid ini masih ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. Suasana religius yang kental menjadikan tempat ini cocok untuk beribadah dan merenung selama Ramadan.
Ziarah Wali dan Tokoh Ulama Berpengaruh
Makam Sunan Ampel merupakan salah satu destinasi wisata religi paling terkenal di Surabaya. Makam ini menjadi tempat peristirahatan terakhir Raden Mohammad Ali Rahmatullah, salah satu penyebar Islam di wilayah Surabaya.
Letak makam Sunan Ampel berada di Jalan Ampel Masjid No. 4, Ampel, Kecamatan Semampir, Surabaya. Tempat ini buka setiap hari dan tidak dipungut biaya masuk bagi peziarah.
Ajaran Sunan Ampel yang paling dikenal adalah Moh Limo. Ajaran ini berisi lima wejangan, yakni Moh Main, Moh Maling, Moh Ngombe, Moh Madat, dan Moh Madon.
Kawasan makam Sunan Ampel selalu ramai, terutama menjelang dan selama Ramadan. Peziarah datang untuk berdoa, berzikir, serta mengenang perjuangan Sunan Ampel dalam menyebarkan Islam.
Makam Sunan Giri di Gresik juga menjadi salah satu tujuan ziarah favorit masyarakat. Makam ini terletak di Dusun Giri Gajah, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Sunan Giri memiliki nama asli Muhammad Ainul Yaqin. Makam ini biasanya ramai menjelang bulan suci Ramadan.
Di tempat ini, umat muslim melakukan ziarah dengan melantunkan salawat dan mengirim doa. Ziarah juga ditujukan kepada Syekh Maulana Malik Ibrahim yang merupakan tokoh penyebar Islam di wilayah Gresik.
Suasana di kompleks makam Sunan Giri terasa khusyuk dan tenang. Banyak peziarah yang datang untuk merenungi nilai-nilai dakwah yang diwariskan oleh Sunan Giri.
Makam Sunan Drajat juga menjadi destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi. Sunan Drajat dikenal sebagai wali yang menyebarkan agama Islam di wilayah Lamongan.
Beliau memiliki nama asli Raden Qasim. Makam Sunan Drajat terletak di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Di kompleks makam ini, sejumlah peninggalan Sunan Drajat masih tersimpan. Peninggalan tersebut meliputi sisa perangkat gamelan seperti angklung, ketuk, rebab, gender, dan saron.
Makam Sunan Drajat sering dikunjungi peziarah yang ingin mengenang dakwah Islam yang berpadu dengan budaya lokal. Tradisi ini memperlihatkan bagaimana Islam berkembang secara damai di Jawa Timur.
Makam Tokoh Nasional dan Spirit Kebangsaan
Makam Gus Dur menjadi salah satu destinasi wisata religi paling dikenal di Jawa Timur. Sosok Gus Dur dikenal sebagai Presiden ke-4 Republik Indonesia sekaligus tokoh besar Nahdlatul Ulama.
Lokasi makam Gus Dur berada di Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Setiap harinya, makam ini dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia.
Makam ini tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga ruang refleksi tentang nilai kebangsaan dan keberagaman. Banyak peziarah datang untuk mendoakan sekaligus mengenang pemikiran Gus Dur yang menjunjung toleransi.
Suasana di kompleks makam Gus Dur terasa tenang dan penuh khidmat. Pengunjung sering menghabiskan waktu untuk berdoa, membaca Al-Qur’an, dan berdiskusi tentang nilai kemanusiaan.
Bagi masyarakat Jawa Timur, makam Gus Dur menjadi simbol penting dalam sejarah bangsa. Nilai-nilai pluralisme dan persatuan yang diwariskan Gus Dur terus dikenang hingga kini.
Wisata religi ke makam tokoh nasional seperti Gus Dur memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan ziarah wali. Selain spiritualitas, pengunjung juga diajak merenungi nilai kebangsaan dan kemanusiaan.
Makna Wisata Religi di Bulan Ramadan
Wisata religi di Jawa Timur selama Ramadan tidak hanya menawarkan ketenangan batin. Aktivitas ini juga memberikan pengalaman edukatif tentang sejarah Islam di Nusantara.
Dengan mengunjungi tempat-tempat suci tersebut, wisatawan dapat merasakan atmosfer spiritual yang mendalam. Setiap destinasi menyimpan kisah perjuangan tokoh-tokoh agama dalam menyebarkan Islam secara damai.
Tradisi ziarah ini juga mempererat hubungan sosial antarmasyarakat. Peziarah dari berbagai daerah bertemu dan berbagi pengalaman spiritual dalam suasana Ramadan yang penuh berkah.
Banyak keluarga memanfaatkan bulan Ramadan untuk mengajak anak-anak mengenal sejarah Islam secara langsung. Kegiatan ini dianggap efektif untuk menanamkan nilai keimanan sejak dini.
Selain itu, wisata religi juga membantu menjaga kelestarian situs-situs bersejarah. Kehadiran peziarah mendorong perhatian terhadap perawatan dan pelestarian tempat-tempat ibadah dan makam ulama.
Perpaduan antara spiritualitas, budaya, dan sejarah menjadikan wisata religi Ramadan di Jawa Timur semakin diminati. Tradisi ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat setempat.
Melalui ziarah dan kunjungan ke masjid-masjid bersejarah, umat Islam diajak untuk merenungi makna kehidupan. Setiap langkah perjalanan menjadi sarana introspeksi dan penguatan iman.
Wisata religi di Jawa Timur juga mencerminkan kekayaan budaya Islam Nusantara. Nilai-nilai toleransi, kedamaian, dan kebersamaan terlihat jelas dalam setiap aktivitas ziarah.
Dengan beragam pilihan destinasi, masyarakat dapat menyesuaikan perjalanan spiritual sesuai kebutuhan. Baik masjid megah, makam wali, maupun makam tokoh nasional, semuanya menawarkan pengalaman berbeda namun bermakna.
Ramadan menjadi momentum tepat untuk memaknai kembali perjalanan hidup melalui wisata religi. Setiap destinasi memberikan ruang bagi umat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperdalam pemahaman spiritual.