JAKARTA - Arus perjalanan laut antara Lombok dan Bali kembali menjadi perhatian banyak masyarakat, khususnya mereka yang hendak bepergian lintas pulau dengan kendaraan pribadi maupun sebagai penumpang pejalan kaki. Layanan penyeberangan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat menuju Pelabuhan Padangbai di Karangasem Bali kini beroperasi penuh selama 24 jam setiap hari.
Lintasan laut ini dilayani oleh 13 kapal feri dengan jarak tempuh sekitar 38 mil laut atau kurang lebih 4 jam 30 menit perjalanan. Dengan jadwal yang padat dan pilihan waktu keberangkatan yang beragam, masyarakat dapat menyesuaikan waktu perjalanan sesuai kebutuhan aktivitas masing-masing.
Pola operasional ini menjadi solusi penting bagi mobilitas wisatawan, pelaku usaha, hingga warga lokal yang rutin menyeberang antarpulau. Selain itu, ketersediaan layanan sepanjang hari membantu mengurangi kepadatan kendaraan pada jam-jam tertentu.
Tidak hanya penumpang pejalan kaki, layanan feri ini juga mengakomodasi berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga kendaraan besar golongan berat. Oleh karena itu, memahami jadwal keberangkatan dan tarif penyeberangan menjadi hal penting sebelum melakukan perjalanan.
Pada Jumat, 30 Januari 2026, jadwal kapal penyeberangan lintas Lembar–Padangbai dan Padangbai–Lembar kembali diperbarui. Informasi ini menjadi panduan praktis bagi masyarakat agar perjalanan dapat dilakukan secara lebih terencana dan efisien.
Selain jadwal kapal, tarif penumpang dan kendaraan juga telah ditetapkan sesuai golongan dan jenis layanan. Dengan mengetahui rincian harga tersebut, calon pengguna jasa penyeberangan dapat menyiapkan anggaran perjalanan dengan lebih matang.
Penyeberangan lintas Lombok–Bali dikenal sebagai salah satu jalur laut tersibuk di wilayah Indonesia bagian tengah. Oleh sebab itu, kesiapan informasi jadwal dan tarif sangat membantu mengurangi risiko keterlambatan atau antrean panjang di pelabuhan.
Berikut ini jadwal lengkap kapal penyeberangan lintas Lembar–Padangbai dan Padangbai–Lembar pada Jumat, 30 Januari 2026, beserta rincian harga tiket penumpang dan kendaraan. Jadwal dan waktu keberangkatan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi operasional di lapangan.
Jadwal Kapal Penyeberangan Lintas Lembar – Padangbai
Pelabuhan Lembar di Lombok Barat menjadi titik awal perjalanan menuju Pelabuhan Padangbai di Bali dengan layanan feri yang beroperasi sepanjang hari. Sebanyak 13 kapal melayani lintasan ini dengan waktu tempuh rata-rata sekitar 4 jam 30 menit.
Keberangkatan pertama dari Pelabuhan Lembar dimulai pada pukul 00.00 WITA. Pada jam tersebut, layanan dilayani oleh KMP Gerbang Samudra 3 yang menjadi kapal pembuka operasional hari itu.
Keberangkatan berikutnya dijadwalkan pada pukul 01.30 WITA. Kapal yang melayani pada jam ini adalah KMP Sindu Dwitama yang dikenal sebagai salah satu armada reguler lintasan ini.
Selanjutnya, kapal kembali diberangkatkan pada pukul 04.00 WITA. Pada jadwal ini, penyeberangan dilayani oleh KMP Roditha dengan rute langsung menuju Pelabuhan Padangbai.
Keberangkatan pagi hari berikutnya berlangsung pada pukul 06.30 WITA. Kapal yang bertugas pada waktu ini adalah KMP PBK Muryati yang melayani penumpang dan kendaraan berbagai golongan.
Pada pukul 09.00 WITA, KMP Athayana melayani keberangkatan berikutnya dari Pelabuhan Lembar. Jadwal ini menjadi salah satu waktu favorit bagi penumpang yang ingin tiba di Bali menjelang siang hari.
Selanjutnya, pada pukul 11.30 WITA, layanan penyeberangan dilayani oleh KMP Dharma Ferry IX. Kapal ini dikenal dengan kapasitas angkut yang cukup besar untuk kendaraan dan penumpang.
Keberangkatan siang hari berikutnya dijadwalkan pada pukul 13.30 WITA. Pada jam ini, KMP Putri Yasmin melayani lintasan menuju Pelabuhan Padangbai.
Memasuki sore hari, kapal kembali berangkat pada pukul 15.00 WITA. Keberangkatan ini dilayani oleh KMP Nusa Bhakti yang melayani penumpang dan kendaraan berbagai kelas.
Pada pukul 16.30 WITA, layanan penyeberangan kembali tersedia dengan KMP Munic 1 sebagai armada pengangkut. Jadwal ini banyak dimanfaatkan oleh pengguna jasa yang ingin tiba di Bali menjelang malam.
Selanjutnya, pada pukul 18.00 WITA, KMP Shita Giri Nusa melayani penyeberangan lintas Lembar–Padangbai. Jam keberangkatan ini sering dipilih oleh pengguna jasa yang bepergian setelah aktivitas siang hari.
Keberangkatan malam hari berikutnya berlangsung pada pukul 19.30 WITA. Kapal yang melayani jadwal ini adalah KMP Sindu Tritama yang melanjutkan layanan penyeberangan reguler.
Pada pukul 21.00 WITA, KMP Naraya melayani keberangkatan selanjutnya dari Pelabuhan Lembar. Jadwal ini menjadi pilihan bagi penumpang yang ingin melakukan perjalanan malam.
Keberangkatan terakhir pada hari tersebut dijadwalkan pukul 22.30 WITA. Kapal yang bertugas pada jam ini adalah KMP Wihan Bahari yang menutup operasional lintasan Lembar–Padangbai hari itu.
Dengan jadwal yang tersebar dari tengah malam hingga larut malam, penumpang memiliki banyak opsi waktu perjalanan. Hal ini memudahkan masyarakat dalam menyesuaikan jadwal perjalanan laut dengan kebutuhan pribadi maupun pekerjaan.
Jadwal Kapal Penyeberangan Lintas Padangbai – Lembar
Selain melayani rute Lombok ke Bali, layanan feri juga tersedia dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar di Lombok Barat. Jalur ini juga dilayani oleh 13 kapal feri setiap hari dengan waktu tempuh sekitar 4 jam 30 menit.
Keberangkatan pertama dari Pelabuhan Padangbai dimulai pada pukul 00.00 WITA. Pada jam tersebut, penyeberangan dilayani oleh KMP Rhama Giri Nusa yang mengawali operasional lintasan Bali–Lombok.
Keberangkatan berikutnya dijadwalkan pada pukul 01.30 WITA. Kapal yang melayani jam ini adalah KMP Prima Nusantara yang menjadi salah satu armada reguler lintasan tersebut.
Selanjutnya, pada pukul 04.00 WITA, layanan penyeberangan dilayani oleh KMP Gemilang VIII. Kapal ini melayani penumpang dan kendaraan menuju Pelabuhan Lembar.
Pada pukul 06.30 WITA, KMP Parama Kalyani melayani keberangkatan berikutnya. Jadwal ini banyak dimanfaatkan oleh penumpang yang ingin tiba di Lombok pada pagi hari.
Keberangkatan selanjutnya berlangsung pada pukul 09.00 WITA. Kapal yang bertugas pada jam ini adalah KMP Gerbang Samudra 3 yang sebelumnya juga melayani rute sebaliknya.
Pada pukul 11.30 WITA, layanan dilanjutkan oleh KMP Sindu Dwitama. Kapal ini menjadi salah satu armada dengan jadwal tetap pada lintasan Padangbai–Lembar.
Keberangkatan siang hari berikutnya dijadwalkan pada pukul 13.30 WITA. Pada jam tersebut, KMP Roditha melayani penyeberangan menuju Lombok Barat.
Memasuki sore hari, kapal kembali diberangkatkan pada pukul 15.00 WITA. Layanan ini dilayani oleh KMP PBK Muryati yang mengangkut penumpang dan kendaraan berbagai golongan.
Pada pukul 16.30 WITA, KMP Athayana melayani keberangkatan selanjutnya dari Pelabuhan Padangbai. Jadwal ini menjadi alternatif bagi penumpang yang bepergian menjelang malam.
Selanjutnya, pada pukul 18.00 WITA, KMP Dharma Ferry IX melayani penyeberangan berikutnya. Kapal ini dikenal dengan kapasitas angkut yang besar dan stabil di laut.
Keberangkatan malam hari berikutnya berlangsung pada pukul 19.30 WITA. Pada jam ini, KMP Putri Yasmin melayani perjalanan menuju Pelabuhan Lembar.
Pada pukul 21.00 WITA, KMP Nusa Bhakti kembali melayani lintasan Padangbai–Lembar. Jadwal ini cocok bagi penumpang yang memilih perjalanan malam hari.
Keberangkatan terakhir dari Pelabuhan Padangbai dijadwalkan pukul 22.30 WITA. Kapal yang melayani jam ini adalah KMP Munic 1 yang menutup operasional lintasan Bali–Lombok hari itu.
Dengan jadwal yang padat dan merata sepanjang hari, penumpang memiliki fleksibilitas tinggi dalam menentukan waktu keberangkatan. Hal ini memudahkan pengaturan perjalanan darat dan laut secara terintegrasi.
Rincian Harga Tiket Penumpang dan Kendaraan
Selain jadwal keberangkatan, tarif penyeberangan lintas Padangbai–Lembar dan Lembar–Padangbai juga menjadi informasi penting bagi calon pengguna jasa. Tarif ini berlaku untuk penumpang pejalan kaki maupun kendaraan dengan berbagai golongan.
Untuk kategori penumpang, tarif bayi ditetapkan sebesar Rp6.100. Sementara itu, tarif penumpang dewasa ditetapkan sebesar Rp65.300 per orang.
Untuk kendaraan Golongan I, tarif yang dikenakan sebesar Rp81.600. Golongan ini umumnya mencakup sepeda motor atau kendaraan kecil tertentu sesuai ketentuan pelabuhan.
Kendaraan Golongan II dikenakan tarif sebesar Rp169.400. Golongan ini biasanya mencakup kendaraan roda dua dengan ukuran lebih besar atau kendaraan ringan tertentu.
Untuk kendaraan Golongan III, tarif penyeberangan ditetapkan sebesar Rp329.600. Golongan ini umumnya mencakup kendaraan niaga ringan atau kendaraan penumpang dengan ukuran menengah.
Kendaraan Golongan IV terbagi menjadi dua kategori, yaitu kendaraan penumpang dan kendaraan barang. Untuk kendaraan penumpang Golongan IV, tarifnya sebesar Rp1.184.100.
Sementara itu, kendaraan barang Golongan IV dikenakan tarif sebesar Rp1.116.200. Perbedaan tarif ini menyesuaikan jenis muatan dan fungsi kendaraan yang diangkut.
Kendaraan Golongan V juga terbagi menjadi kendaraan penumpang dan kendaraan barang. Untuk kendaraan penumpang Golongan V, tarif yang dikenakan sebesar Rp2.251.300.
Sedangkan kendaraan barang Golongan V dikenakan tarif sebesar Rp1.887.500. Tarif ini berlaku bagi kendaraan dengan ukuran dan kapasitas angkut yang lebih besar dibanding Golongan IV.
Untuk kendaraan Golongan VI, tarif kendaraan penumpang ditetapkan sebesar Rp4.030.000. Kendaraan barang Golongan VI dikenakan tarif sebesar Rp3.160.200.
Kendaraan Golongan VII dikenakan tarif sebesar Rp4.059.800. Golongan ini biasanya mencakup kendaraan berat dengan panjang dan bobot tertentu sesuai ketentuan pelabuhan.
Untuk kendaraan Golongan VIII, tarif yang berlaku sebesar Rp5.699.800. Golongan ini mencakup kendaraan besar dengan kapasitas angkut tinggi.
Sementara itu, kendaraan Golongan IX dikenakan tarif sebesar Rp8.265.800. Golongan ini mencakup kendaraan berat dengan dimensi dan muatan maksimum sesuai regulasi penyeberangan.
Dengan rincian tarif tersebut, pengguna jasa dapat memperkirakan biaya perjalanan laut sesuai jenis kendaraan yang dibawa. Hal ini membantu dalam perencanaan perjalanan lintas pulau secara lebih matang dan efisien.
Tips Persiapan Menyeberang Lombok – Bali
Penumpang disarankan datang lebih awal ke pelabuhan sebelum jadwal keberangkatan. Hal ini penting untuk mengantisipasi antrean kendaraan dan proses pemeriksaan tiket.
Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan penyeberangan laut. Pemeriksaan rem, bahan bakar, dan kelengkapan surat kendaraan dapat membantu menghindari kendala selama perjalanan.
Penumpang pejalan kaki disarankan membawa barang secukupnya agar lebih nyaman selama berada di dalam kapal. Selain itu, membawa jaket atau pakaian hangat juga dianjurkan karena suhu di dek kapal bisa lebih dingin.
Selalu ikuti arahan petugas pelabuhan dan awak kapal selama proses naik dan turun kapal. Kepatuhan terhadap prosedur keselamatan akan membantu menciptakan perjalanan yang aman dan tertib.
Gunakan waktu penyeberangan untuk beristirahat atau menikmati fasilitas kapal yang tersedia. Dengan waktu tempuh sekitar 4 jam 30 menit, perjalanan laut ini dapat dimanfaatkan untuk bersantai sebelum melanjutkan aktivitas di tujuan.
Dengan memahami jadwal dan tarif penyeberangan secara lengkap, perjalanan lintas Lombok–Bali dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan efisien. Informasi ini diharapkan membantu masyarakat merencanakan perjalanan laut tanpa kendala berarti.