Matcha

Kenali Manfaat Luar Biasa Matcha untuk Otak dan Tubuh Lansia

Kenali Manfaat Luar Biasa Matcha untuk Otak dan Tubuh Lansia
Kenali Manfaat Luar Biasa Matcha untuk Otak dan Tubuh Lansia

JAKARTA - Matcha sering dianggap rasa yang aneh bagi sebagian orang Indonesia karena aromanya yang khas dan sedikit pahit. Padahal, konsumsi matcha memiliki berbagai manfaat penting untuk kesehatan fisik maupun mental.

Penelitian Terbaru tentang Manfaat Matcha

Menurut penelitian oleh Kazuhiko Uchida yang diterbitkan PLOS ONE pada 2024, matcha dapat meningkatkan fungsi kognitif dan persepsi sosial. Studi ini dilakukan secara acak selama 12 bulan terhadap 99 lansia yang mengonsumsi matcha 2 gram per hari, dan hasilnya memperlihatkan perbaikan kualitas tidur sekaligus fungsi otak.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi matcha secara rutin bisa menjadi strategi sederhana untuk menjaga kesehatan mental. Tak hanya itu, kualitas tidur yang membaik juga berdampak positif pada daya ingat dan konsentrasi sehari-hari.

Kandungan Bioaktif yang Mendukung Fungsi Otak

Artikel Verywell Health pada 2025 menyebutkan bahwa matcha kaya polifenol dan L-theanine. Kedua senyawa ini berperan dalam meningkatkan fungsi memori, perhatian, serta mengurangi stres dan tekanan psikologis.

Selain itu, penelitian Nutrition Research yang diterbitkan ScienceDirect pada 2020 menunjukkan bahwa 42 orang dewasa muda berusia 25-34 tahun yang mengonsumsi 2 gram matcha per hari selama 2 minggu mengalami peningkatan fokus setelah stres ringan. Hal ini membuktikan bahwa matcha dapat membantu menjaga kewaspadaan mental dalam situasi menekan.

Senyawa Utama Matcha dan Manfaatnya

Matcha juga mengandung kafein, L-theanine, dan EGCG (epigallocatechin-3-gallate). Senyawa EGCG memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi yang bekerja sinergis untuk melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab stres oksidatif dan peradangan kronis.

Kombinasi L-theanine dan kafein dalam matcha juga meningkatkan fokus dan konsentrasi. Sementara EGCG mendukung metabolisme energi, sehingga matcha tidak hanya menyehatkan otak, tetapi juga meningkatkan vitalitas fisik.

Cara Menikmati Matcha dan Efek Positifnya

Bagi yang menyukai matcha dalam bentuk minuman atau makanan, manfaatnya tetap terasa. Verywell Health (2025) menulis bahwa mengganti kopi dengan matcha dapat membantu mengurangi kecemasan karena aktivitas L-theanine dan EGCG yang menstabilkan neurotransmitter.

Namun, meski matcha menjanjikan berbagai manfaat bagi tubuh dan pikiran, konsumsi harus tetap bijak. Jangan mengandalkan matcha sebagai satu-satunya sumber nutrisi, selalu imbangi dengan makanan sehat lainnya.

Konsumsi rutin matcha bisa menjadi tambahan strategi menjaga kesehatan mental lansia. Kombinasi bioaktifnya terbukti membantu menjaga perhatian, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas tidur.

Selain itu, bagi orang muda, matcha dapat mendukung kewaspadaan mental ketika menghadapi tekanan ringan. Penelitian menunjukkan efek positif ini dapat terlihat dalam waktu singkat, hanya dengan konsumsi 2 gram per hari.

Matcha juga dapat mendukung kesehatan jantung dan metabolisme tubuh secara umum. Senyawa antioksidannya membantu menurunkan risiko peradangan kronis yang bisa memicu berbagai penyakit degeneratif.

Mengonsumsi matcha sebagai bagian dari pola hidup sehat dapat menjadi alternatif alami untuk menjaga konsentrasi. L-theanine dan kafein bekerja sama menciptakan keseimbangan antara energi dan ketenangan mental.

Meski rasanya kurang familiar bagi sebagian orang, manfaat jangka panjang matcha cukup signifikan. Dari peningkatan fungsi otak hingga stabilisasi suasana hati, matcha menawarkan efek multifungsi bagi tubuh.

Untuk mendapatkan manfaat optimal, konsumsi matcha secara rutin dan tidak berlebihan. Gunakan dalam porsi kecil setiap hari, misalnya 1–2 gram, baik dicampur minuman maupun makanan.

Matcha juga fleksibel diolah menjadi smoothie, teh, kue, atau camilan lain. Dengan cara ini, rasa pahitnya dapat diimbangi dengan kreativitas kuliner tanpa mengurangi manfaat kesehatan.

Para peneliti menekankan pentingnya konsumsi yang moderat. Meskipun banyak manfaat yang menjanjikan, terlalu banyak matcha juga bisa menimbulkan efek samping ringan seperti gangguan pencernaan atau jantung berdebar.

Kesadaran akan dosis yang tepat membantu mengoptimalkan manfaat bioaktif matcha. Kombinasi polifenol, L-theanine, kafein, dan EGCG tetap bekerja maksimal tanpa risiko berlebihan.

Kesimpulannya, matcha bukan hanya tren minuman, tetapi juga sumber bioaktif untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Konsumsi rutin dan bijak bisa membantu menjaga kualitas tidur, fokus, memori, dan pengurangan stres.

Dengan memahami kandungan dan batas konsumsi, matcha dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat jangka panjang. Hal ini membuat matcha pilihan cerdas bagi siapa saja yang ingin menjaga fungsi otak dan tubuh secara alami.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index