Kemenag

Beasiswa S2 Double Degree Kemenag 2026 Dibuka, Kesempatan Kuliah di Indonesia dan Australia Sekaligus

Beasiswa S2 Double Degree Kemenag 2026 Dibuka, Kesempatan Kuliah di Indonesia dan Australia Sekaligus
Beasiswa S2 Double Degree Kemenag 2026 Dibuka, Kesempatan Kuliah di Indonesia dan Australia Sekaligus

JAKARTA - Peluang melanjutkan pendidikan magister kini semakin terbuka bagi aparatur dan alumni pendidikan keagamaan di Indonesia. Kementerian Agama (Kemenag) resmi membuka pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree [Split-Site Master Program Cohort-10] untuk tahun 2026 dengan skema studi lintas negara yang prestisius.

Program beasiswa ini dirancang untuk memperluas wawasan akademik sekaligus meningkatkan kompetensi global para calon pendidik dan tenaga kependidikan. Pendaftaran dibuka mulai 25 Januari 2026 hingga 15 Februari 2026, sehingga calon pelamar diimbau segera mempersiapkan seluruh persyaratan sejak dini.

Beasiswa ini diselenggarakan oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Sekretariat Jenderal Kemenag, bekerja sama dengan Australia Awards Indonesia serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI. Kolaborasi lintas lembaga tersebut menjadikan program ini sebagai salah satu skema beasiswa unggulan yang paling diminati di lingkungan pendidikan keagamaan.

Calon awardee yang lolos seleksi akan menjalani program magister selama dua tahun penuh. Skema pembelajaran dirancang dengan sistem split-site agar peserta memperoleh pengalaman akademik nasional dan internasional sekaligus.

Pada tahun pertama, peserta akan menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Pada tahun kedua, studi dilanjutkan di Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL) University of Canberra, Australia.

Kombinasi dua kampus tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik dan profesional para peserta. Selain penguasaan bahasa Inggris, mahasiswa juga akan mendapatkan pengalaman lintas budaya yang mendukung kompetensi global.

Melalui skema ini, Kemenag berharap dapat melahirkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang unggul, adaptif, serta berdaya saing internasional. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan keagamaan.

Skema Program dan Perguruan Tinggi Mitra

Beasiswa S2 Double Degree Tahun 2026 dirancang dengan pendekatan pembelajaran yang seimbang antara teori dan praktik. Sistem split-site memungkinkan mahasiswa mendapatkan dua perspektif akademik berbeda dalam satu program pendidikan.

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya menjadi mitra domestik yang dipercaya mengelola tahun pertama studi. Kampus ini dikenal memiliki reputasi kuat dalam pengembangan pendidikan bahasa Inggris berbasis keislaman dan multikulturalisme.

Pada tahun kedua, peserta akan melanjutkan studi di University of Canberra, Australia, khususnya pada program Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL). Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi pedagogis dan metodologis dalam pengajaran bahasa Inggris di tingkat global.

Skema pembelajaran lintas negara tersebut memberi kesempatan mahasiswa merasakan langsung atmosfer akademik internasional. Selain itu, peserta juga akan memperoleh jejaring global yang bermanfaat bagi pengembangan karier ke depan.

Program ini bukan sekadar menawarkan gelar ganda, tetapi juga pengalaman akademik yang holistik. Mahasiswa akan dibekali kemampuan riset, komunikasi lintas budaya, serta keterampilan profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan modern.

Melalui kolaborasi dengan Australia Awards Indonesia dan LPDP, Kemenag memastikan kualitas pendanaan serta dukungan akademik bagi para awardee. Hal ini menjadi jaminan bahwa peserta dapat fokus sepenuhnya pada studi tanpa terbebani masalah finansial.

Selain aspek akademik, program ini juga menanamkan nilai kepemimpinan dan integritas. Peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kerja masing-masing setelah menyelesaikan studi.

Skema dua kampus ini sekaligus menjadi wujud nyata diplomasi pendidikan antara Indonesia dan Australia. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kemenag menilai bahwa pengalaman internasional sangat penting bagi pengembangan pendidikan keagamaan di era globalisasi. Oleh karena itu, beasiswa ini dirancang sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan sektor pendidikan nasional.

Dengan sistem seleksi yang ketat, program ini ditujukan bagi calon peserta yang memiliki komitmen tinggi terhadap dunia pendidikan. Selain itu, calon awardee juga diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk kepentingan masyarakat luas.

Persyaratan Umum Beasiswa S2 Double Degree 2026

Adapun persyaratan mengikuti Beasiswa S2 Double Degree Tahun 2026 telah ditetapkan secara jelas oleh Kemenag. Persyaratan ini bertujuan memastikan bahwa peserta yang terpilih benar-benar siap mengikuti program akademik lintas negara.

Calon pelamar harus merupakan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, atau pegawai pada satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama dan atau alumni Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK). Ketentuan ini menegaskan fokus beasiswa pada pengembangan sumber daya manusia di sektor pendidikan keagamaan.

Peserta juga dibatasi usia maksimal 40 tahun pada tanggal 31 Desember 2026. Batasan ini bertujuan agar awardee berada pada usia produktif yang optimal untuk pengembangan karier akademik dan profesional.

Pelamar wajib lulusan S-1 atau D-4 dari seluruh program studi dengan Indeks Prestasi Kumulatif minimal 3.00 pada skala 4.00. Ketentuan ini menjadi indikator kesiapan akademik calon peserta untuk menempuh pendidikan magister.

Calon peserta belum pernah atau sedang mengambil jenjang Magister (S-2). Persyaratan ini memastikan bahwa beasiswa diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dukungan untuk melanjutkan studi ke jenjang berikutnya.

Kemampuan bahasa Inggris juga menjadi syarat utama, yakni memiliki skor IELTS minimal 6.0 atau TOEFL ITP minimal 500. Standar ini diperlukan mengingat sebagian besar pembelajaran akan berlangsung dalam bahasa Inggris, khususnya pada masa studi di Australia.

Pelamar wajib memperoleh Surat Rekomendasi dari instansi terkait dan atau akademisi atau tokoh masyarakat. Rekomendasi ini berfungsi sebagai bukti integritas dan rekam jejak akademik maupun profesional calon peserta.

Selain itu, pelamar tidak sedang atau pernah mengambil jenjang magister sebelumnya. Ketentuan ini sekaligus memastikan pemerataan kesempatan pendidikan bagi peserta baru.

Calon peserta juga tidak sedang menerima pembiayaan pendidikan atau beasiswa dari sumber lainnya. Hal ini dimaksudkan agar pendanaan beasiswa dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.

Pelamar diwajibkan menulis personal statement atau motivation essay sebagai bagian dari seleksi. Dokumen ini menjadi sarana bagi panitia untuk menilai motivasi, visi, serta komitmen peserta terhadap pengembangan diri dan kontribusi sosial.

Selain itu, peserta juga harus menyusun rencana studi atau study plan. Dokumen ini menunjukkan kesiapan akademik serta arah penelitian atau pengembangan kompetensi yang ingin dicapai selama masa studi.

Calon pelamar tidak sedang atau akan mendaftar sebagai ASN (CPNS/PPPK) selama menjadi calon penerima atau penerima beasiswa. Ketentuan ini dimaksudkan agar peserta dapat fokus mengikuti seluruh rangkaian studi tanpa terganggu kewajiban lain.

Terakhir, pelamar wajib menyetujui pernyataan komitmen dan integritas pada aplikasi pendaftaran. Pernyataan ini menegaskan kesediaan peserta untuk mematuhi seluruh ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara beasiswa.

Tahapan Seleksi dan Cara Pendaftaran

Proses seleksi Beasiswa S2 Double Degree Tahun 2026 dirancang secara berlapis untuk menjaring kandidat terbaik. Setiap tahapan memiliki tujuan khusus dalam menilai kesiapan akademik, psikologis, dan komitmen peserta.

Tahapan pertama adalah seleksi administrasi. Pada tahap ini, panitia akan memverifikasi kelengkapan dan keabsahan dokumen yang diunggah oleh pelamar.

Pelamar yang lolos seleksi administrasi akan melanjutkan ke tahap seleksi tes bakat skolastik. Tes ini bertujuan mengukur kemampuan berpikir kritis, logika, dan potensi akademik calon peserta.

Tahapan berikutnya adalah tes wawancara oleh Kementerian Agama. Pada sesi ini, panitia akan menggali lebih dalam motivasi, visi, serta kesiapan mental calon peserta untuk mengikuti program lintas negara.

Selanjutnya, peserta yang lolos akan mengikuti seleksi substansi oleh Australia Awards Indonesia. Tahapan ini menjadi penilaian akhir terkait kesiapan akademik dan kompetensi bahasa Inggris peserta untuk studi di Australia.

Seluruh tahapan seleksi dirancang untuk memastikan bahwa peserta yang terpilih benar-benar mampu mengikuti program secara optimal. Proses ini juga menekankan pentingnya integritas, komitmen, serta kesiapan akademik yang matang.

Pendaftaran dibuka mulai 25 Januari 2026 hingga 15 Februari 2026. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui website resmi beasiswa.kemenag.go.id.

Calon pelamar diimbau untuk mempersiapkan seluruh dokumen sejak awal agar tidak terkendala saat proses unggah berkas. Dokumen yang lengkap dan akurat akan meningkatkan peluang lolos pada tahap seleksi administrasi.

Selain itu, pelamar juga disarankan untuk mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris secara optimal. Skor IELTS atau TOEFL ITP yang memenuhi standar menjadi salah satu kunci utama kelulusan seleksi.

Motivation essay dan study plan sebaiknya disusun secara matang dan reflektif. Dokumen ini menjadi representasi visi akademik dan profesional calon peserta di mata panitia seleksi.

Dengan mengikuti seluruh tahapan seleksi secara serius, peserta diharapkan mampu menunjukkan potensi terbaik mereka. Hal ini sejalan dengan tujuan program untuk melahirkan sumber daya manusia unggul di bidang pendidikan.

Program ini juga menjadi kesempatan emas bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus terbebani biaya pendidikan. Selain itu, pengalaman studi lintas negara akan menjadi nilai tambah yang signifikan bagi karier profesional mereka.

Melalui Beasiswa S2 Double Degree Tahun 2026, Kemenag menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi pendidik yang berwawasan global dan berakar kuat pada nilai-nilai keagamaan.

Bagi masyarakat yang berminat, segera manfaatkan kesempatan ini sebelum masa pendaftaran berakhir. Dengan persiapan matang dan komitmen kuat, peluang untuk menjadi awardee terbuka lebar bagi siapa pun yang memenuhi persyaratan

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index