JAKARTA - Selama ini, daging kambing sering dicap sebagai makanan yang berisiko bagi kesehatan. Banyak orang menghindarinya karena dianggap dapat memicu hipertensi dan meningkatkan kadar kolesterol.
Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar jika ditinjau dari sudut pandang ilmiah. Daging kambing justru menyimpan banyak kandungan gizi penting yang bermanfaat bagi tubuh.
Daging merah ini dikenal kaya protein, vitamin, serta mineral yang mendukung fungsi tubuh sehari-hari. Namun, stigma negatif yang melekat membuat banyak orang ragu untuk mengonsumsinya.
Disadur dari laman resmi Poltekkes Pangkal Pinang, daging kambing memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan daging sapi. Oleh karena itu, kadar kolesterolnya pun relatif lebih rendah.
Begitu pula terkait tekanan darah, Prof Ronny Rachman Noor di situs IPB University menjelaskan bahwa konsumsi daging kambing tidak memengaruhi tekanan darah seseorang. Namun, daging kambing yang diolah dengan kurang tepat berpotensi menyebabkan hipertensi dan porsi konsumsinya pun perlu diperhatikan.
Terlepas dari anggapan negatif yang beredar, daging kambing menyimpan banyak manfaat kesehatan. Untuk memahami lebih jauh, simak pembahasan lengkapnya dalam uraian berikut ini.
Kandungan Nutrisi Daging Kambing yang Menyehatkan
Daging kambing dikenal sebagai sumber protein hewani yang berkualitas tinggi. Nutrisi di dalamnya berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh tetap optimal.
Selain protein, daging kambing juga mengandung vitamin B kompleks, zat besi, dan mineral penting lainnya. Kombinasi nutrisi ini membantu mendukung metabolisme dan daya tahan tubuh.
Asupan protein yang cukup sangat dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Protein juga berperan dalam pembentukan enzim, hormon, dan antibodi.
Tidak hanya itu, daging kambing juga mengandung asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Salah satu di antaranya adalah triptofan yang berperan penting dalam pengaturan suasana hati.
Kandungan mineral seperti kalium dan zat besi di dalam daging kambing juga tidak kalah penting. Mineral tersebut membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan distribusi oksigen ke seluruh organ.
Dengan komposisi nutrisi tersebut, daging kambing dapat menjadi pilihan sumber protein yang menyehatkan. Namun, manfaat ini tetap harus diimbangi dengan cara pengolahan yang tepat.
Manfaat Daging Kambing untuk Tubuh
1. Kandungan Lemak dan Lemak Jenuhnya Rendah
Asupan lemak berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Terutama jika lemak tersebut berupa lemak jenuh yang meningkatkan kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL).
LDL yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, memilih sumber protein rendah lemak menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan.
Dilansir Healthline, daging kambing tergolong rendah lemak dibandingkan daging merah lainnya. Dalam setiap 3 ons atau sekitar 85 gram daging kambing, hanya terdapat sekitar 1 gram lemak jenuh.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan daging sapi yang memiliki sekitar 2 gram lemak jenuh dalam porsi yang sama. Hal ini menjadikan daging kambing sebagai alternatif protein yang lebih ringan bagi tubuh.
Dengan kandungan lemak jenuh yang lebih rendah, risiko peningkatan kolesterol dapat ditekan. Namun, porsi konsumsi tetap perlu diperhatikan agar tidak berlebihan.
2. Meningkatkan Suasana Hati
Manfaat lain dari daging kambing yang jarang disadari adalah kemampuannya dalam membantu meningkatkan suasana hati. Hal ini berkaitan dengan kandungan triptofan di dalamnya.
Menurut keterangan dari Very Well Health, triptofan adalah asam amino esensial yang diubah tubuh menjadi serotonin. Serotonin berperan penting dalam mengatur suasana hati, tidur, dan nafsu makan.
Dalam 3 ons daging kambing, terkandung sekitar 343 mg triptofan. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan daging sapi yang mengandung 318 mg dan daging babi yang hanya 277 mg.
Dengan kandungan tersebut, konsumsi daging kambing dapat membantu mendukung keseimbangan emosi. Hal ini tentu bermanfaat bagi kesehatan mental secara keseluruhan.
Namun, manfaat ini tetap perlu diimbangi dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat. Daging kambing tidak dapat dijadikan satu-satunya solusi untuk menjaga suasana hati.
3. Tinggi Protein
Protein merupakan nutrisi esensial yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi penting. Di antaranya adalah membangun jaringan tubuh, memperbaiki sel, dan mendukung produksi enzim serta hormon.
Disadur dari Alabama Cooperative Extension System, daging kambing merupakan sumber protein berkualitas tinggi. Dalam setiap 3 ons daging kambing, terdapat sekitar 23 gram protein.
Jumlah tersebut membuat daging kambing setara dengan daging ayam maupun sapi sebagai sumber protein. Protein yang cukup membantu menjaga massa otot dan kekuatan fisik tubuh.
Asupan protein yang optimal juga penting bagi sistem imun. Protein membantu produksi antibodi yang melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit.
Dengan kandungan protein yang tinggi, daging kambing cocok dikonsumsi oleh orang yang membutuhkan asupan energi tambahan. Namun, tetap perlu memperhatikan porsi agar tidak berlebihan.
4. Memiliki Banyak Zat Besi
Daging kambing juga dikenal kaya akan zat besi. Dalam 3 ons daging kambing, terkandung sekitar 3,2 miligram zat besi atau iron.
Jumlah ini hampir dua kali lipat lebih banyak dibandingkan daging sapi yang hanya mengandung sekitar 1,8 miligram zat besi. Bahkan, jumlah tersebut hampir delapan kali lipat dibandingkan dada ayam yang hanya 0,42 miligram.
Dilansir Red Cross Blood Donation, zat besi sangat penting bagi tubuh karena berperan dalam pembentukan hemoglobin. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia yang ditandai dengan kelelahan dan penurunan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, konsumsi daging kambing dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian.
Namun, penyerapan zat besi juga dipengaruhi oleh kombinasi makanan lain. Mengonsumsi daging kambing bersama sumber vitamin C dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi.
5. Merupakan Sumber yang Kaya Kalium
Kalium atau potassium memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Mineral ini membantu menurunkan tekanan darah, mencegah stroke, dan menjaga kesehatan tulang.
Selain itu, kalium juga berperan dalam mencegah pembentukan batu ginjal serta mengurangi retensi cairan dalam tubuh. Dengan begitu, keseimbangan cairan dan elektrolit dapat terjaga.
Dalam setiap 3 ons daging kambing, terdapat sekitar 344 miligram kalium. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 10% dari kebutuhan harian atau Daily Value (DV) kalium.
Kandungan kalium ini membantu mendukung fungsi jantung dan sistem saraf. Selain itu, kalium juga berperan dalam kontraksi otot yang optimal.
Dengan konsumsi yang tepat, daging kambing dapat menjadi salah satu sumber kalium yang baik. Namun, tetap penting mengombinasikannya dengan sumber mineral lainnya dari sayur dan buah.
6. Menyimpan Vitamin B12
Daging kambing juga merupakan sumber vitamin B12 yang baik. Vitamin ini dikenal sebagai kobalamin dan memiliki banyak fungsi penting bagi tubuh.
Dikutip dari WebMD, vitamin B12 digunakan untuk mengatasi keracunan sianida, melawan sariawan dan katarak, menurunkan kadar homosistein dalam darah, serta mengurangi rasa sakit akibat herpes zoster.
Vitamin B12 juga berperan dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga fungsi sistem saraf. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan anemia dan gangguan saraf.
Dengan mengonsumsi daging kambing, kebutuhan vitamin B12 harian dapat terbantu terpenuhi. Hal ini sangat penting terutama bagi orang yang jarang mengonsumsi produk hewani lainnya.
Namun, konsumsi tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan individu. Asupan vitamin yang berlebihan tetap tidak dianjurkan meskipun berasal dari makanan alami.
7. Menaikkan Vitalitas Pria
Manfaat lain yang sering dikaitkan dengan daging kambing adalah kemampuannya dalam meningkatkan vitalitas pria. Meski masih simpang siur, konsumsi torpedo atau testis kambing dipercaya dapat mendukung fungsi hormon pria.
Kemungkinan manfaat ini diperoleh dari kandungan zat bioaktif testosteron di dalamnya. Selain itu, torpedo kambing juga mengandung protein, vitamin, dan mineral.
"Beberapa penelitian yang menyetujui atau yang mendukung teori tersebut memang menunjukkan bahwa zat bioaktif testosteron inilah yang kemudian yang akan membantu untuk mensupport kadar hormon testosteron pria dari luar," jelas dr Ray Rattu, SpPD, dokter spesialis penyakit dalam Mayapada Hospital, dilansir detikHealth pada Selasa, 28 Mei 2025.
Meski demikian, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Konsumsi torpedo kambing sebaiknya tetap dilakukan dengan bijak dan tidak berlebihan.
Penting juga untuk diingat bahwa kesehatan seksual tidak hanya ditentukan oleh satu jenis makanan. Pola hidup sehat secara keseluruhan tetap menjadi faktor utama.
Cara Terbaik Mengolah Daging Kambing agar Tetap Sehat
Daging merah kambing perlu diolah dengan tepat agar manfaatnya dapat diperoleh secara optimal. Cara pengolahan yang salah justru dapat meningkatkan risiko kesehatan.
Mengacu dari IPB University, sebelum dimasak, lemak yang menempel pada daging kambing sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu. Langkah ini membantu mengurangi kadar lemak yang masuk ke dalam tubuh.
Penggunaan bumbu juga perlu diperhatikan agar tidak berlebihan, terutama yang tinggi sodium. Bumbu berbasis rempah dan herbal lebih dianjurkan karena lebih ramah bagi kesehatan.
Metode pengolahan seperti memanggang, membakar, atau merebus dinilai lebih sehat dibandingkan menggoreng. Cara ini membantu mempertahankan kandungan nutrisi sekaligus menekan kadar lemak tambahan.
Selain itu, hindari memasak daging kambing dengan santan kental secara berlebihan. Kandungan lemak tambahan dapat meningkatkan nilai kalori dan risiko kolesterol.
Guna memenuhi prinsip gizi seimbang, padukan daging kambing dengan sayuran dan biji-bijian kaya serat. Kombinasi ini membantu proses pencernaan dan menjaga keseimbangan nutrisi.
Serat dari sayuran membantu mengontrol penyerapan lemak dan kolesterol. Dengan demikian, manfaat daging kambing dapat diperoleh tanpa menimbulkan efek samping yang merugikan.
Porsi konsumsi juga perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Konsumsi daging kambing dalam jumlah wajar dapat memberikan manfaat tanpa meningkatkan risiko kesehatan.
Dengan cara pengolahan dan porsi yang tepat, daging kambing dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Hal ini membuktikan bahwa daging kambing tidak selalu identik dengan masalah kesehatan.
Nah, itulah berbagai manfaat daging kambing untuk tubuh beserta cara terbaik mengolahnya. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu tentang pilihan makanan sehat.