Rupiah Sentuh Rp 17.620 per Dollar AS, IHSG Turun 1,09 Persen

Senin, 14 September 2026 | 19:06:01 WIB
ilustrasi kurs rupiah terhadap dollar AS [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai tukar rupiah di pasar spot melandai tipis pada sesi transaksi Senin (14/9/2026) pagi. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.12 WIB, rupiah bertengger pada tingkat Rp 17.620 per dollar Amerika Serikat (AS). Angka ini terdepresiasi 0,05 persen bila dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu yang berada di level Rp 17.611 per dollar AS.

Pergerakan nilai tukar rupiah seirama dengan mayoritas mata uang kawasan Asia yang bergerak melandai terhadap dollar AS pada sesi pagi tersebut.

Won Korea mencatatkan koreksi terdalam, yakni merosot 0,25 persen di hadapan dollar AS. Selanjutnya, baht Thailand tertekan 0,21 persen, peso Filipina melandai 0,19 persen, dollar Taiwan menyusut 0,14 persen, serta yen Jepang merosot 0,12 persen.

Kemudian, dollar Singapura tergerus 0,09 persen, rupiah melandai 0,05 persen, ringgit Malaysia merosot 0,03 persen, dan dollar Hong Kong terkikis 0,008 persen atas dollar AS.

Sementara itu, yuan China tampil sebagai satu-satunya mata uang kawasan Asia yang mampu menguat terhadap dollar AS pada pagi hari ini. Yuan terkerek naik 0,06 persen.

Di sisi lain, indeks dollar AS yang mencerminkan performa greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia turut menunjukkan tren penguatan. Indeks dollar AS bertengger di posisi 99,19, merambat naik dari posisi penutupan akhir pekan lalu yang berada di tingkat 99,12.

Pada saat bersamaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut terpantau bergerak melemah pada perdagangan Senin pagi ini. Berdasarkan data transaksi sekitar pukul 09.30 WIB, indeks berada di level 6.469,956, tergerus 71,421 poin atau setara 1,09 persen.

IHSG mengawali pembukaan di area 6.533, bahkan indeks sempat bergerak menguat hingga menyentuh posisi tertinggi 6.543,277, sebelum berbalik tertekan hingga merosot ke tingkat terendah 6.447,999.

Dari catatan aktivitas perdagangan, akumulasi volume transaksi menembus 7,792 miliar saham, dengan perolehan nilai transaksi sebesar Rp 3,602 triliun. Adapun frekuensi transaksi dibukukan sebanyak 497.066 kali. Sebanyak 164 saham menguat, 436 saham melandai, dan 131 saham lainnya bergerak stagnan.

Tags

Terkini