BNI Targetkan Pertumbuhan Kredit 8-10 Persen Hingga Akhir 2026

Kamis, 10 September 2026 | 23:32:01 WIB
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI mematok target penyaluran kredit sanggup tumbuh di kisaran 8-10 persen hingga penutupan tahun 2026.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menyampaikan, nada optimistis tersebut didorong oleh laju ekspansi serta tingginya demand pembiayaan yang tergolong kokoh, berlandaskan kondisi permodalan maupun tingkat likuiditas yang memadai.

“Untuk target full year adalah di 8 hingga 10 persen secara year on year,” kata Paolo dalam Public Expose 2026, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Hingga paruh pertama semester I 2026, total pembiayaan kredit BNI sudah membentang hingga Rp968,5 triliun.

Pencapaian tersebut melaju 7,7 persen secara year to date (YTD) sekaligus melompat 24,4 persen apabila diukur secara tahunan.

Di tengah bergulirnya ekspansi kredit, BNI menakar indikator margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) masih terimpit dinamika tekanan sepanjang 2026.

Paolo memaparkan, tekanan ini dipicu sengitnya persaingan suku bunga kredit pada peta industri perbankan serta melonjaknya beban biaya dana pihak ketiga (DPK).

"NIM memang sedikit mengalami tekanan di tahun 2026 karena persaingan suku bunga kredit di industri dan juga kenaikan biaya dana pihak ketiga. Kami memproyeksikan net interest margin akan ada di kisaran 3,3-3,5 persen untuk tahun 2026," katanya.

Ia menguraikan lebih lanjut, impitan pada NIM tersebut sanggup diredam berkat dorongan pertumbuhan kredit yang solid. Fenomena ini tecermin dari realisasi laba inti atau pre-provision operating profit (PPOP) yang terangkat 14,5 persen secara tahunan sepanjang semester I 2026.

Mengarungi paruh semester II 2026, BNI menimbang situasi operating impairment bakal berlangsung cukup dinamis. Oleh sebab itu, jajaran manajemen bakal menempatkan pilar permodalan serta ketahanan likuiditas sebagai fokus krusial.

Salah satu langkah taktis yang dirancang BNI yaitu merawat laju pembiayaan lewat optimalisasi kanal-kanal digital.

Paolo menambahkan, BNI bakal memaksimalkan performa platform wondr by BNI maupun BNI Direct guna mengendalikan beban biaya dana atau cost of fund.

Di samping itu, perseroan berniat mengencangkan seleksi penyaluran kredit dengan terus mengagungkan asas kehati-hatian yang diselaraskan terhadap kondisi likuiditas.

BNI juga siap mempertahankan kedisiplinan pricing kredit guna mengamankan margin.

"Dengan strategi ini kami optimistis akan mencapai target pertumbuhan (kredit) di kisaran 8-10 persen untuk loan dengan net interest margin di kisaran 3,3-3,5 persen," pungkasnya.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Tags

Terkini