BTN Dorong FLPP Hunian Vertikal Saat Pertumbuhan KPR Melambat

Kamis, 10 September 2026 | 22:40:32 WIB
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA  - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggenjot strategi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) khusus hunian vertikal di wilayah perkotaan menyusul laju pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tahun ini yang mengalami perlambatan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu membenarkan bahwa melandainya pertumbuhan KPR menjadi perhatian serius perseroan. Pasalnya, sektor properti perumahan, terkhusus KPR subsidi, menempati porsi sebagai bisnis inti BTN.

"Memang kami akui tumbuhnya (KPR) dibanding tahun lalu lebih melambat, terutama di KPR subsidi. Nah ini yang kami juga lagi terus dorong kalau misalnya nanti ke depannya strategi kami ke rumah perkotaan lewat program pemerintah FLPP di high-rise building (hunian vertikal)," ujar Nixon dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Nixon mengungkapkan bahwasanya hingga Agustus 2026, BTN sukses menyalurkan KPR berkisar 120 ribu sampai 130 ribu unit.

Ia menguraikan bahwa penurunan laju KPR dipicu oleh situasi industri pembangunan serta sektor perumahan saat ini yang cenderung lesu, utamanya pada pangsa masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Memang kalau kami lihat pertumbuhan KPR terutama yang MBR, kalau kami lihat memang lebih lambat pembangunan rumah maupun pembelian rumah," kata dia.

Oleh sebab itu, BTN memilih tidak mengubah target pertumbuhan kredit tahun 2026 dan tetap mematoknya pada angka 8-10 persen.

"Jadi kami enggak berani membuat target melebihi tren yang terjadi di industri perumahan," ujarnya.

Nixon menambahkan, dari aspek pasokan, pengerjaan konstruksi rumah pun masih terganjal sejumlah hambatan, terutama di kawasan Provinsi Jawa Barat. 

Kendala pengurusan perizinan menjadi salah satu penghambat pasokan rumah belum sanggup tumbuh maksimal.

"Apalagi sisi supply-nya juga masih pelan ya terutama di daerah Jawa Barat. Ada beberapa persoalan perizinan dan sebagainya," tuturnya.

Di tengah situasi tersebut, BTN bertekad menjaga posisinya sebagai perbankan yang berfokus penuh pada pembiayaan sektor perumahan.

Nixon menyebut penguasaan pangsa pasar BTN untuk KPR secara keseluruhan menyentuh kisaran 38 persen, sementara khusus KPR subsidi mampu mendominasi hingga 80-81 persen.

"Kami mengukuhkan BTN sebagai market leader KPR di Indonesia. Dan visi baru kami hari ini adalah menjadi mitra utama dalam pemberdayaan finansial keluarga atau kami menyebutnya di dalam sebagai beyond mortgage. BTN mulai melakukan pendekatan bisnis berbasis ekosistem terintegrasi," ujarnya.

Adapun sampai kurun akhir Desember 2025, BTN membukukan pencairan kredit menyentuh Rp400,6 triliun atau melejit 11,9 persen secara tahunan.

Realisasi pencairan kredit tersebut ditopang oleh kredit perumahan yang mengambil porsi sekitar 82 persen dari total pinjaman perseroan sepanjang tahun 2025.

Pada segmen KPR tercatat tumbuh 8,7 persen menjadi Rp304,2 triliun, sedangkan untuk pembiayaan perumahan lainnya tumbuh 5,1 persen.

Tags

Terkini