IHSG Sesi I Ditutup Naik 0,84% ke 6.674, Ada 412 Saham Hijau

Selasa, 08 September 2026 | 23:59:02 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) [FOTO: NET].

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I bertahan di zona hijau dengan menguat ke level 6.674,95 pada perdagangan Selasa (8/9/2026).

Merujuk data dari IDX Mobile pada pukul 12.05 WIB, IHSG ditutup naik tipis sebesar 0,84 persen atau terangkat 55,28 poin ke posisi 6.674,95. 

Sepanjang pergerakan intraday, indeks merayap dari level terendah di 6.636,94 hingga sempat menembus posisi tertinggi di 6.679,12. Adapun nilai kapitalisasi pasar (market cap) berhasil menembus Rp11.666 triliun.

Secara keseluruhan, sebanyak 412 saham bergerak naik, 222 saham terkoreksi, serta 329 saham diperdagangkan stagnan.

Di kelompok Top Gainers, lonjakan harga dipimpin oleh saham PT Pool Advista Finance Tbk. (POLA) yang melesat 34,62 persen menuju Rp70, disusul PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk. (CENT) yang melonjak 26,73 persen ke level Rp128. Penguatan juga dicatatkan oleh Hotel Sahid Jaya Tbk. 

(SHID) sebesar 25 persen ke level Rp850, PT Soho Global Health Tbk. (SOHO) terkerek 22,92 persen menjadi Rp1.850, serta PT Paperocks Indonesia Tbk. (PPRI) yang naik 19,53 persen ke posisi Rp202.

Di sisi lain, jajaran Top Losers diisi oleh PT Nusantara Almazia Tbk. (NZIA) yang melemah 10,53 persen ke Rp204 dan PT Agro Bahari Nusantara Tbk. (UDNG) yang merosot 10 persen menjadi Rp810. Selanjutnya, saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY) melandai 9,81 persen ke posisi Rp478, PT Jayamas Medica Industri Tbk. (OMED) terkoreksi 7,94 persen ke level Rp232, serta PT UBC Medical Indonesia Tbk. (LABS) tergerus 7,35 persen menjadi Rp189.

Sebelumnya pada perdagangan Senin (7/9/2026), BEI mencatat IHSG sempat tergerus 0,25 persen menuju angka 6.619,67.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai penurunan IHSG tersebut merupakan kelanjutan fase konsolidasi setelah mengalami tren penguatan pada pekan sebelumnya.

 Penekanan indeks utamanya bersumber dari pergerakan saham BBCA, BBRI, dan BMRI, sementara saham-saham di sektor kesehatan serta energi hadir sebagai penopang.

“Sentimen domestik relatif positif dari kenaikan cadangan devisa menjadi US$146,5 miliar, meski perkembangan erupsi dan bencana masih menjadi perhatian sektoral,” kata Reza dalam risetnya, Selasa (8/9/2026).

Mengenai sentimen eksternal, penggerak utama pasar pada pekan ini bersumber dari rilis data inflasi AS atau consumer price index (CPI) pada 11 September 2026. 

Proyeksi konsensus memperkirakan angka inflasi headline berada di level 3,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan inflasi inti di kisaran 2,4 persen yoy.

Secara teknikal, posisi IHSG dinilai masih bertahan di atas pergerakan rata-rata moving average (MA) 20 hari, dengan indikator moving average convergence divergence (MACD) yang berada di area positif, meski daya dorong penguatannya mulai menunjukkan pelandaian.

Tags

Terkini