JAKARTA - PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) saat ini sedang mematangkan persiapan untuk menghadirkan produk pembiayaan emas atau gadai emas.
Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad menyampaikan, pelaksanaan uji coba untuk produk anyar tersebut dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
“Sehubungan dengan gadai emas atau gold financing untuk gold financing sendiri betul kami rencananya di kuartal III tepatnya mungkin di September ini,” kata Fachmy dalam Public Expose di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Fachmy memaparkan, pada fase awal, BTPN Syariah bakal menggelar uji coba di satu area yang mencakup empat titik layanan.
Keempat lokasi tersebut berbentuk sales point atau kiosk point yang ditempatkan di kawasan pasar dengan potensi pasar yang baik untuk pembiayaan emas.
“Kami akan mulai piloting di satu area dengan 4 titik, 4 titik sales atau sales point atau kiosk point di pasar-pasar terdekat," jelasnya.
"Memang segmennya ini baik lagi ke segmen mass market karena memang secara visi dari BTPN Syariah adalah bagaimana kami bisa membantu berjuta-juta banyak masyarakat Indonesia dan bisa tentunya itu masuk ke segmen mass market,” ujarnya.
Menurut Fachmy, seusai tahapan peluncuran dan uji coba berjalan, manajemen akan melakukan peninjauan kembali terhadap hasil keterlaksanaan produk tersebut.
BTPN Syariah mematok target agar evaluasi hasil uji coba dapat dikaji secara menyeluruh pada Desember 2026.
“Jadi nanti mungkin setelah kami launching, kami launch dan kami piloting di daerah tersebut kami akan update lebih tepatnya mungkin di Desember pada saat fully result karena mungkin kalau saya update di bulan September itu juga baru launching ya,” tuturnya.
Di samping itu, BTPN Syariah berhasil mengukuhkan capaian kinerja positif pada semester I 2026.
Perseroan sukses mengantongi laba bersih sebesar Rp 655 miliar di semester I 2026. Angka tersebut mengalami kenaikan 2 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Dari ranah penyaluran dana, pembiayaan kotor (gross financing) BTPN Syariah terakselerasi 9 persen yoy hingga menyentuh Rp 11 triliun.
Sementara itu, akumulasi aset BTPN Syariah tercatat sebesar Rp 23,3 triliun pada semester I 2026. Nilai ini meningkat 8 persen bila dibandingkan dengan kurun waktu yang sama di tahun sebelumnya.
Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT