Harga Emas Anjlok Lebih 2 Persen Usai Laporan Tenaga Kerja AS

Sabtu, 05 September 2026 | 20:40:32 WIB
Pekerja menunjukkan emas batangan [FOTO: NET].

JAKARTA - Harga emas merosot lebih dari 2 persen pada Jumat (4/9/2026) waktu setempat, mencatatkan penurunan secara mingguan seusai dipublikasikannya laporan data ketenagakerjaan AS.

Data ketenagakerjaan AS yang melampaui estimasi para analis tersebut mendorong peningkatan ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga paling cepat pada bulan ini. 

Situasi ini menggerus daya pikat emas yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Mengutip CNBC, harga emas pasar spot terperosok 2,2 persen ke level 4.376,04 dollar AS per troy ounce dan berada dalam tren penurunan sekitar 1 persen sepanjang pekan. 

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember melorot 2,4 persen ke posisi 4.428,80 dollar AS per ounce.

Laju pertumbuhan lapangan kerja di AS melonjak tajam pada Agustus, sedangkan tingkat pengangguran tetap bertahan di angka 4,1 persen.

Data tersebut mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja masih tergolong solid dan memberikan ruang bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga bulan ini.

“Emas terpukul cukup parah setelah angka utama yang sangat kuat dan laporan secara keseluruhan yang solid membuat kenaikan suku bunga pada September jauh lebih mungkin terjadi, kecuali kami mendapatkan laporan CPI yang lemah,” kata analis independen Tai Wong.

Pergerakan harga kontrak berjangka suku bunga jangka pendek saat ini memperlihatkan probabilitas sekitar 65 persen bagi potensi kenaikan suku bunga acuan AS dalam rapat The Fed pada 15-16 September.

Prosentase tersebut meningkat bila dibandingkan posisi sebelum laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) dikeluarkan, yaitu sekitar 55 persen.

Fokus pelaku pasar berikutnya bakal tertuju pada pengumuman data inflasi konsumen serta produsen AS pekan depan, yang berpotensi memberikan gambaran lebih jernih mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve.

“Laporan ketenagakerjaan terbaru ini menyusul pidato hawkish Ketua Warsh di Jackson Hole dan tampaknya semakin membuka peluang bagi The Fed untuk melanjutkan kecenderungan menaikkan suku bunga, mungkin bahkan pada bulan ini,” kata Kepala Analis Pasar Bybit Han Tan.

“Dengan mandat menjaga stabilitas harga yang menjadi perhatian utama para pembuat kebijakan, data CPI AS pekan depan masih dapat memicu pergerakan yang lebih besar pada logam mulia,” tambah Han.

Pada kelompok logam mulia lainnya, harga perak spot terkoreksi 3 persen ke angka 64,92 dollar AS per ounce. Platinum melandai 2 persen menjadi 1.789,67 dollar AS per ounce, sementara palladium menyusut 1,7 persen ke level 1.396,50 dollar AS per ounce. Ketiga jenis logam mulia ini turut mencatatkan tren pelemahan secara mingguan.

Tags

Terkini