Rupiah Dibuka Melesat ke Rp17.632 Didorong Pelemahan Dolar AS

Jumat, 04 September 2026 | 23:32:32 WIB
Pegawai menunjukan mata uang Dolar Amerika Serikat dan Rupiah [FOTO: NET].

JAKARTA — Kurs rupiah mengawali sesi perdagangan akhir pekan Jumat (4/9/2026) di zona hijau, disokong oleh sentimen internal yang kondusif serta pelemahan indeks greenback.

Merujuk pada catatan analisis Doo Financial Futures pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka menguat 0,27% atau mencatatkan apresiasi 47 poin ke posisi Rp17.632 per dolar AS.

Unjuk performa mata uang Garuda beriringan dengan tren mata uang regional, di mana mayoritas nilai tukar di kawasan Asia turut terangkat berhadapan dengan dolar AS.

Rupee India memimpin barisan penguatan terhadap dolar AS hingga 0,51%, disusul peso Filipina sebesar 0,25%, dolar Taiwan yang menguat 0,17%, baht Thailand sebesar 0,12%, dan dolar Singapura melesat 0,06%.

Berikutnya, yuan China menguat 0,02% atas dolar AS, serta yen Jepang bergerak naik tipis 0,01%. Sebaliknya, mata uang won Korea Selatan terkoreksi 0,10% berhadapan dengan dolar AS, disusul ringgit Malaysia yang melemah 0,05%, sedangkan dolar Hong Kong bertahan stagnan.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memaparkan bahwa catatan positif rupiah didorong oleh gabungan pemicu eksternal serta kondisi domestik yang suportif.

Sisi eksternal mencatat dolar AS berada dalam tekanan seiring rilis sinyal dovish dari pejabat The Fed, Christopher Waller. Ia memberi gambaran penahanan kenaikan suku bunga pada September ini selama laju tekanan harga terus menunjukkan penurunan.

Sementara pada ranah domestik, optimisme pasar kian tebal. Redanya polemik seputar independensi Bank Indonesia menyusul pelantikan Destry—yang menegaskan komitmen penuh mengawal stabilitas rupiah dan independensi—turut mengalirkan dorongan positif.

"Secara umum sentimen dalam negeri masih sangat kondusif tanpa ada rilis data ekonomi penting hingga pekan depan," ujarnya, Jumat (4/9/2026).

Dirinya mengestimasi rupiah bakal melaju dalam kisaran Rp17.600 – Rp17.750 per dolar AS sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Tags

Terkini