BRI Salurkan KUR Rp103,8 Triliun ke 2 Juta Debitur per Juni 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 23:10:31 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berkesinambungan memperkokoh kucuran pembiayaan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lewat skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

Dalam kurun Januari sampai Juni 2026, BRI mencatatkan penyaluran KUR sebesar Rp 103,8 triliun bagi lebih dari 2 juta penerima pinjaman.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan, secara akumulatif sejak 2015 hingga Juni 2026, realisasi kucuran KUR BRI telah menyentuh Rp 1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah. 

Menurut Hery, program KUR tersebut tidak sebatas berorientasi pada penyediaan modal, melainkan turut menjadi bagian dari komitmen BRI dalam mendongkrak kapasitas para pelaku UMKM.

“Bagi BRI, pembiayaan dan pemberdayaan merupakan satu kesatuan. Kami ingin menciptakan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan: UMKM memperoleh akses keuangan, mendapatkan pemberdayaan dan pendampingan, meningkatkan kapasitas usahanya, kemudian naik kelas dan semakin terintegrasi ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih besar,” kata Hery dalam paparan kinerja kuartal II-2026 di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Kredit UMKM BRI Capai Rp 1.235,4 Triliun

Di tengah ekspansi lini bisnis yang kian beragam, BRI tetap menjadikan UMKM sebagai core business utama perusahaan. 

Sampai penutupan kuartal II 2026, penyaluran kredit BRI pada segmen UMKM berhasil menembus Rp 1.235,4 triliun. Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Melalui capaian ini, porsi sekitar 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group dialokasikan khusus untuk segmen UMKM.

Hery mengungkapkan, besarnya persentase kredit UMKM tersebut membuktikan bahwa diversifikasi usaha BRI tidak menggeser fokus utama perusahaan pada ekonomi kerakyatan. 

Menurut penjelasannya, penguatan di sektor consumer, small-medium-commercial, corporate, hingga pengembangan new core dijalankan untuk membentuk struktur bisnis yang kian bervariasi. Walau demikian, sektor UMKM tetap menjadi fondasi paling mendasar bagi bisnis BRI.

“BRI tetap konsisten menjadikan UMKM sebagai core business. Kami percaya pertumbuhan BRI harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, ekspansi bisnis yang kami lakukan akan tetap berpijak pada upaya memperluas akses pembiayaan dan memperkuat kapasitas UMKM Indonesia,” kata Hery.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Tags

Terkini