BCA Dukung Generasi Muda Berkarya Lewat Genera-Z Berbakti 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:30:01 WIB
Genera-Z Berbakti 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA— PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senantiasa memacu generasi muda Indonesia agar konsisten berkarya, memberi dampak positif, serta bertumbuh menjadi penerus yang tangguh dan berpendirian dalam berkegiatan melalui Genera-Z Berbakti 2026.

“Selamat bagi seluruh pemenang Genera-Z Berbakti 2026. Kalian adalah juara, dan berhasil membuktikan konsistensi serta komitmen menjalankan seluruh rencana hingga terwujud di lokasi pengabdian,” kata Direktur BCA, Antonius Widodo Mulyono, dalam keterangan resminya, Sabtu (29/8/2026).

Antonius Widodo Mulyono menegaskan, pihak BCA sangat menghargai wujud pengabdian para pemenang selama kurang lebih satu bulan di pelbagai Desa Wisata binaan Bakti BCA. 

Keempat kelompok telah menunjukkan kebolehan mereka untuk turun langsung dan memboyong dampak nyata bagi warga di area pengabdian masing-masing.

“Ke depannya, kami berkomitmen terus mendukung generasi muda Indonesia untuk selalu berkarya, berdampak, dan tumbuh menjadi generasi penerus yang kuat serta memiliki pendirian dalam beraktivitas,” ujarnya yang hadir langsung di sesi penyampaian laporan akhir Genera-Z Berbakti 2026.

Rangkaian program Genera-Z Berbakti 2026 yang diprakarsai PT Bank Central Asia Tbk (BCA) lewat Bakti BCA resmi rampung. 

Kini, seluruh kelompok pemenang Genera-Z Berbakti 2026 telah kembali dari tiap desa wisata binaan Bakti BCA lokasi mereka mendedikasikan diri.

Para mahasiswa mengakui adanya kenangan mendalam yang tertinggal di desa tempat tinggal mereka selama satu bulan terakhir.

 Usai menuntaskan masa pengabdian, mereka diwajibkan untuk memaparkan laporan akhir atas seluruh agenda yang telah dijalankan.

Keempat kelompok pemenang Genera-Z Berbakti 2026 mempresentasikan secara langsung laporan akhir kegiatan mereka di hadapan panel juri dari BCA, yang selanjutnya menentukan jajaran kelompok terbaik berdasarkan empat tolok ukur penilaian: mutu presentasi, eksekusi program, dampak program, serta keberlanjutan program.

Berdasarkan pemaparan laporan dan sesi tanya jawab mendalam bersama juri, ditetapkan susunan kelompok terbaik Genera-Z Berbakti 2026 sebagai berikut: ? Best Team: Tim Amerta Pertiwi dari Universitas Airlangga (UNAIR) ? Runner-Up I: Tim Pelita dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) ? Runner-Up II: Tim KATALIS dari Universitas Indonesia (UI) ? Runner-Up III: Tim Laskar Selasik dari Universitas Gadjah Mada (UGM)

Seluruh pemenang Genera-Z Berbakti 2026 merasa terkesan atas evaluasi akhir yang diterima. Berikut gambaran kesan yang dirasakan para peserta di penghujung perjalanan program ini.

Tim Amerta Pertiwi dari UNAIR tidak pernah menduga akan meraih gelar Best Team pada Genera-Z Berbakti 2026, lantaran tidak memasang patokan berlebihan saat mengabdi di Desa Wisata Patakbanteng, Wonosobo. 

Bagi jajaran mahasiswa UNAIR ini, sesi penilaian akhir menjadi momen refleksi dan evaluasi bahwa karya mereka wajib dipertanggungjawabkan.

“Sesi penilaian akhir kami anggap seperti sesi sharing, dengan kami sebagai pembawa informasi dari lapangan. Seandainya mendapat kesempatan, kami juga sangat terbuka untuk membahas lebih lanjut mengenai potensi-potensi yang dimiliki Desa Patakbanteng karena potensi desa ini luar biasa banyak dan berdikari,” kata Regina, salah satu anggota Amerta Pertiwi.

Tim Pelita dari UNPAD mengibaratkan sesi pemaparan laporan akhir Genera-Z Berbakti menyerupai simulasi ujian skripsi, namun dengan rentang waktu yang lebih panjang. 

Momen tersebut, bagi mereka, menegaskan bahwa agenda tim di Desa Wisata Situs Gunung Padang, Cianjur, bukanlah pengabdian biasa.

“Kami harus berpikir keras menangkap konteks pertanyaan saat penilaian akhir, apalagi setiap jawaban kami terus ditanggapi. Mau tidak mau ada sedikit perenungan yang harus dilakukan sebelum menjawab pertanyaan dari para juri,” kata Ghifari, salah satu anggota tim Pelita.

Pengalaman tim KATALIS dari UI di Desa Wisata Kakaskasen Dua menyisakan kesan mendalam bagi para anggotanya. 

Pengalaman tersebut menjadi pendorong kuat Tim KATALIS saat menyajikan laporan akhir, sehingga mereka sanggup memaparkan pertanggungjawaban tanpa kendala berarti.

“Awalnya kami pikir hanya bisa menuangkan ide ke dalam proposal, ternyata pada akhirnya bisa menghabiskan momen susah dan sedih bersama dari awalnya tidak begitu dekat hingga bisa di titik sekarang,” kata Divani, salah satu anggota tim KATALIS.

Tim Laskar Selasik yang menjalankan pengabdian di Desa Wisata Kreatif Terong merasa sangat terbantu oleh masukan yang didapatkan sewaktu pemaparan laporan akhir. 

Mereka memandang penilaian tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan.

“Apa yang membuat kami senang justru para juri mengajari kami dan memberikan solusi untuk kami belajar. Suasananya seperti sedang kuliah tapi tanpa SKS,” kata Faruq, salah satu anggota Laskar Selasik.

Inisiatif Genera-Z Berbakti merupakan bentuk komitmen BCA dalam merangkul generasi muda untuk terjun langsung mengembangkan potensi desa wisata di Indonesia melalui konsep call for proposal.

 Pada edisi tahun ini, tercatat lebih dari 260 proposal dari 98 perguruan tinggi negeri yang masuk selama periode pendaftaran.

Dari seluruh pendaftar, delapan kelompok terpilih melangkah ke tahap penjurian. Sebanyak 4 tim akhirnya ditetapkan sebagai pemenang dan berkesempatan untuk mengabdi secara langsung di 4 Desa Bakti BCA selama lebih dari satu bulan.

"Kami senang sekali bisa mengikuti perjalanan keempat tim dari awal hingga akhir, dari ruang presentasi sampai ke desa dan kembali lagi ke kampus masing-masing. BCA berharap seluruh pemenang dapat membawa banyak nilai dan kesan positif dari program ini, untuk menjadi modal penting dalam pengembangan diri masing-masing,” ujar Antonius Widodo Mulyono.

Tags

Terkini