BI Catat Uang Beredar M2 Juli 2026 Tembus Rp10.371,1 Triliun

Jumat, 21 Agustus 2026 | 22:49:32 WIB
Bank Indonesia (BI) [FOTO: NET].

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mengalami pertumbuhan positif pada Juli 2026, yakni naik 8,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga menembus angka Rp10.371,1 triliun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa pencapaian tersebut melanjutkan tren pertumbuhan pada Juni 2026 yang sebesar 8,7 persen (yoy).

Peningkatan tersebut disokong oleh kenaikan uang beredar sempit (M1) sebesar 10,0 persen (yoy) serta uang kuasi yang tumbuh 5,6 persen (yoy).

Pergerakan M2 pada Juli 2026 utamanya didorong oleh aktivitas penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat.

Penyaluran kredit tercatat tumbuh 13,0 persen (yoy), menguat jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juni 2026 yang sebesar 12,1 persen (yoy).

Adapun kredit yang dimaksud hanya mencakup bentuk pinjaman (loans), dan tidak memasukkan instrumen keuangan yang disetarakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (debt securities), tagihan akseptasi (banker's acceptances), maupun tagihan repo.

Di samping itu, penyaluran kredit tersebut tidak memperhitungkan kredit yang disalurkan oleh kantor bank umum yang berkedudukan di luar negeri, serta kredit bagi pemerintah pusat dan bukan penduduk.

Sementara itu, tagihan bersih kepada pemerintah pusat tercatat tumbuh 4,6 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan bulan Juni 2026 yang berada di angka 10,1 persen (yoy).

BI turut melaporkan kondisi uang primer (M0) adjusted yang pada Juli 2026 tumbuh 17,1 persen (yoy), melaju lebih tinggi dibanding pertumbuhan Juni 2026 sebesar 13,8 persen (yoy) sehingga nilainya berada di angka Rp2.254,5 triliun.

Dinamika ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 17,1 persen (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 15,1 persen (yoy).

Berdasarkan faktor penentunya, perhitungan pertumbuhan M0 adjusted telah memasukkan dampak dari pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).

Tags

Terkini