BI NTT Sediakan Uang Layak Edar Rp4,3 Miliar dan Bantuan Gempa

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:08:07 WIB
Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur (BI NTT) mengalokasikan persediaan uang tunai sebesar Rp4,3 miliar untuk disalurkan kepada warga di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) lewat program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. 

Misi ekspedisi ini secara bersamaan membawa paket bantuan kemanusiaan guna menopang masyarakat terdampak bencana gempa Flores.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT Alfin Ari Wijayanto menyampaikan bahwasanya situasi pascagempa menjadikan gelaran ERB 2026 mengemban peran ganda, yakni menjamin ketersediaan pasokan uang rupiah layak edar sekaligus mendistribusikan bantuan sosial bagi warga di daerah terdampak.

“Dengan kondisi yang saat ini kami rasakan di Flores, maka ini istilahnya misi kombo. Jadi misi kemanusiaan sekaligus upaya menyegarkan rupiah melalui penarikan uang lusuh,” kata Alfin di Kupang, dikutip dari Antara, Kamis (20/8/2026).

Pelaksanaan ERB 2026 di wilayah NTT dijadwalkan berlangsung pada 20—26 Agustus 2026 dengan menyasar lima pulau tujuan, meliputi Pulau Riung, Pulau Palue, Pulau Pamana, Pulau Waiwerang, serta Lamalera di kawasan Pulau Lembata. 

Operasional ekspedisi ini mengandalkan armada kapal perang milik TNI Angkatan Laut guna menembus area kepulauan yang sulit dijangkau moda transportasi umum.

BI NTT menyiapkan cadangan dana sebesar Rp4,3 miliar guna memfasilitasi kebutuhan transaksi warga di kawasan 3T. Alokasi dana tersebut mencakup instrumen uang pecahan besar (UPB) serta uang pecahan kecil (UPK) yang komposisinya disesuaikan dengan profil kebutuhan setempat.

Porsi uang pecahan besar disiapkan demi memfasilitasi transaksi bernominal tinggi, sementara pasokan uang pecahan kecil ditujukan untuk memelihara kelancaran aktivitas belanja harian warga.

Lewat program Ekspedisi Rupiah Berdaulat, pihak BI turut menyerap uang rupiah berkondisi lusuh dari peredaran untuk ditarik dan diganti dengan fisik uang yang layak edar. 

Langkah ini ditempuh sebagai wujud komitmen memelihara mutu uang rupiah serta menjamin pemerataan ketersediaannya hingga pelosok terpencil.

Alfin mengonfirmasi bahwa warga di area sasaran ekspedisi juga bakal menerima sosialisasi mengenai tata cara merawat rupiah serta pembekalan program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

BI Bawa 3 Ton Bantuan untuk Korban Gempa Flores

Di samping menyalurkan uang layak edar, BI NTT menjalin koordinasi dengan jajaran kantor pusat untuk mengangkut bantuan logistik bagi korban terdampak gempa Flores. 

Paket bantuan dengan bobot mencapai sekitar tiga ton tersebut berisikan bahan pokok serta pasokan air minum. Penyaluran bantuan dieksekusi berbarengan dengan armada Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026.

Alfin menjelaskan bahwasanya pemanfaatan kapal perang TNI AL dipillih sebagai solusi taktis guna mengakselerasi jangkauan pengiriman ke kawasan pulau-pulau terpencil.

“Dengan bantuan TNI AL, kami melihat bahwa ini adalah sarana tercepat saat ini yang bisa menjangkau pulau terpencil,” ujarnya.

Agenda ERB menjadi tumpuan BI dalam mengawal ketersediaan fisik uang rupiah di kawasan 3T, terkhusus pasca-bencana gempa yang menerpa bermacam area di Flores.

Pada rentang waktu yang sama, penyaluran bantuan gempa NTT terus digenjot melalui transportasi laut. Komando Daerah TNI Angkatan Laut VII Kupang mendistribusikan deretan kapal operasional guna mengawal distribusi logistik kemanusiaan ke lokasi terdampak.

Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) VII Kupang Laksamana Muda TNI Joni Sudianto menjelaskan bahwasanya sebagian logistik yang berhasil dihimpun di Kupang mulai diangkut menggunakan KRI Hiu 634.

“KRI Hiu sendiri jenis kapal patroli yang kecil, hanya 57 meter panjangnya, sehingga tidak bisa mengangkut semua bantuan yang sudah terkumpul di Kupang,” katanya.

Logistik dengan kapasitas muatan yang lebih masif selanjutnya bakal diangkut mengandalkan KRI Bung Hatta yang dijadwalkan berlabuh di Kupang.

“KRI Bung Hatta ini karena dimensinya cukup besar, sehingga kami bisa membawa bantuan logistik yang lebih banyak lagi,” ujarnya.

Dengan demikian, rangkaian program ERB 2026 di NTT tak sekadar ditujukan untuk mengamankan ketersediaan uang layak edar di area 3T. Ekspedisi ini sekaligus menjelma menjadi sarana penyiapan dan penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa Flores.

Pemenuhan uang rupiah layak edar tetap diposisikan sebagai pilar kewajiban BI dalam mengawal kelancaran transaksi warga di wilayah terpencil. 

Pada saat bersamaan, agenda aksi kemanusiaan di dalam ekspedisi tersebut difokuskan untuk membantu menyokong kebutuhan dasar warga di tengah dampak bencana.

Tags

Terkini