BRI Finance Sebut Menjaga Kualitas Jadi Tantangan Pembiayaan Produktif

Jumat, 14 Agustus 2026 | 22:48:31 WIB
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) membeberkan bahwa tantangan paling krusial dalam memacu ekspansi pembiayaan produktif adalah mempertahankan kualitas pembiayaan di tengah dinamika kondisi perekonomian serta risiko pada sektor usaha.

Guna menjawab tantangan tersebut, Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan bahwa perseroan secara konsisten mengedepankan prinsip kehati-hatian lewat tahapan underwriting yang ketat dan selektif.

“Kemudian, melakukan pemantauan portofolio secara berkala, serta memperkuat manajemen risiko,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (13/8/2026).

Melalui pendekatan strategi tersebut, ia mengimbuhkan bahwa perseroan mengantongi keyakinan optimis untuk terus mengakselerasi pembiayaan produktif, terkhusus pada lini alat berat dan working capital, secara sehat dan berkesinambungan.

Di samping itu, Aditia menuturkan bahwa BRI Finance memandang ceruk pembiayaan produktif masih sangat prospektif, di mana lini pembiayaan investasi menyimpan peluang pertumbuhan yang menjanjikan.

“Hal ini didukung oleh meningkatnya aktivitas dunia usaha di berbagai sektor ekonomi yang mendorong kebutuhan pembiayaan untuk ekspansi usaha maupun penguatan kapasitas operasional,” ucapnya.

Kedepannya, ia menambahkan bahwa perseroan hendak mengoptimalkan potensi pembiayaan investasi melalui penyaluran yang cermat, mempererat sinergi di jajaran BRI Group, serta menerapkan manajemen risiko yang prudent.

“Dengan strategi tersebut, kami optimistis pembiayaan produktif akan terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan sejalan dengan kebutuhan dunia usaha dan arah kebijakan regulator,” tutur Aditia.

Lebih mendalam, Aditia mengungkapkan bahwa hingga kini portofolio pembiayaan produktif perseroan mencatatkan tren yang positif. 

Atas dasar itu, BRI Finance bakal terus memupuk kualitas portofolio, memaksimalkan potensi sinergi bisnis, serta menjaga titik keseimbangan antara laju pertumbuhan pembiayaan dan kualitas aset agar ekspansi tetap terarah secara sehat serta berkelanjutan.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kontribusi penyaluran pembiayaan produktif oleh industri perusahaan pembiayaan atau multifinance menyentuh porsi 44,47% dari total keseluruhan penyaluran pembiayaan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, merasa optimis bahwa ruang peningkatan porsi pembiayaan produktif masih terbuka lebar.

Oleh sebab itu, OJK terus mendorong lini multifinance untuk mengoptimalkan alokasi pembiayaan ke sektor-sektor produktif demi mencapai target porsi sebesar 46%-48% pada rentang 2026-2027, sesuai panduan di dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan 2024–2028.

“Termasuk segmen usaha yang memiliki prospek pertumbuhan, dengan tetap menerapkan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian,” kata Agusman dalam lembar jawaban RDK OJK Juli 2026, dikutip pada Senin (10/8/2026).

Tags

Terkini