Rupiah Menguat Usai Pidato Presiden, Berpotensi Ke Rp 17.500 per USD

Jumat, 14 Agustus 2026 | 21:54:01 WIB
Kurs atau nilai tukar mata uang rupiah [FOTO: NET].

JAKARTA - Kurs atau nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar AS berakhir menguat pada penutupan sesi perdagangan di akhir pekan, Jumat (14/8/2026). Rupiah mengakhiri posisi di level Rp 17.827 per dollar AS, atau mengalami penguatan sebesar 0,28 persen setara 50 basis poin (bps).

Penguatan rupiah ini terjadi pasca Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) pada pagi harinya.

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin, memaparkan bahwa rupiah menyimpan peluang untuk melanjut penguatan, namun tidak serta-merta langsung melaju ke kisaran Rp 17.500 per dollar AS.

"Untuk perdagangan pekan depan, rupiah berpotensi melanjutkan penguatan apabila pasar menilai pesan fiskal Presiden Prabowo sebagai sinyal positif terhadap kesinambungan ekonomi," kata dia, Jumat (14/8/2026).

Berdasarkan kajian teknikal, ia menunjuk area Rp 17.800 per dollar AS sebagai batas level krusial. Analisis pasar sebelumnya memproyeksikan rupiah dapat menguji kisaran Rp 17.800, dengan ruang penguatan selanjutnya mengarah ke Rp 17.700 bilamana batas tersebut berhasil dilampaui secara solid.

Akan tetapi, Nanang menuturkan bilamana reli penguatan gagal dipertahankan, rupiah berpotensi kembali tertekan menuju kisaran Rp 17.900–Rp 18.000.

"Dengan demikian, untuk satu minggu ke depan, kisaran Rp17.700–Rp18.000 per dolar AS dapat menjadi rentang utama yang perlu diperhatikan investor," ucap dia.

Ia merincikan, skenario penguatan dapat terwujud bilamana tekanan pergerakan dollar AS cenderung melesu, aliran modal asing kembali mengalir masuk ke pasar domestik, serta para investor menganggap rancangan postur RAPBN 2027 kredibel. Dalam rentet kondisi tersebut, nilai tukar rupiah berpeluang beroperasi pada kisaran Rp 17.700–Rp 17.800.

Namun demikian, ia menilai apabila para pelaku pasar kembali memfokuskan perhatian pada potensi risiko eksternal atau meragukan kapasitas pemerintah dalam menggapai target pertumbuhan tanpa memperberat tekanan pada neraca eksternal, rupiah berisiko kembali mendekati area Rp 18.000.

Pergerakan nilai tukar rupiah sendiri mengawali perdagangan Jumat (14/8/2026) dalam posisi yang tergolong sensitif. 

Sebelum pidato Presiden dimulai, rupiah sempat dibuka melemah ke kisaran Rp 17.890 per dollar AS, sebelum akhirnya berbalik menguat berbarengan dengan langkah pasar yang mencermati isi pidato serta arah kebijakan RAPBN 2027.

Di dalam kerangka RAPBN 2027, pemerintah memasang asumsi batas nilai tukar rupiah pada rentang Rp 16.800–Rp 17.500 per dollar AS.

Sementara itu, target sasaran pertumbuhan ekonomi dipatok di angka 5,8–6,5 persen dengan ambang defisit anggaran berkisar 1,8–2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Kalau fokusnya dampak dalam satu minggu perdagangan ke depan, saya melihat efek pidato Presiden Prabowo terhadap rupiah dan investor akan lebih berupa penguatan kepercayaan secara bertahap, bukan lonjakan penguatan rupiah secara langsung," tutup dia.

Tags

Terkini