Rupiah Ditutup Stagnan di Rp17.877 saat Mata Uang Asia Melemah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:21:32 WIB
kurs rupiah terhadap dollar AS [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengakhiri perdagangan Kamis (13/8/2026) tanpa mengalami perubahan. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda bertengger di posisi Rp17.877 per dolar AS, bergerak persis dengan level penutupan pada hari sebelumnya.

Pergerakan nilai tukar rupiah cenderung tertahan jika dibandingkan dengan sebagian besar mata uang di kawasan Asia yang merosot terhadap dolar AS.

Won Korea menjadi mata uang dengan penurunan paling dalam, yakni terkoreksi 0,44 persen. Selanjutnya, peso Filipina merosot 0,22 persen, baht Thailand tergerus 0,10 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,09 persen, dan rupee India melemah 0,09 persen. Dolar Singapura turut melorot 0,02 persen, sedangkan yuan China terkikis 0,003 persen terhadap dolar AS.

Di sisi lain, beberapa mata uang kawasan justru mencatatkan penguatan. Dolar Taiwan naik 0,29 persen, yen Jepang terangkat 0,02 persen, serta dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen. 

Melalui dinamika tersebut, rupiah mencatatkan diri sebagai salah satu mata uang Asia yang tergolong stabil pada perdagangan Kamis.

Sementara itu, indeks dolar AS tercatat berada di level 99,96. Posisi indeks ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan hari sebelumnya yang berada di level 100,01.

IHSG Melemah 1,34 Persen

Kondisi rupiah yang stabil terjadi di tengah tekanan yang melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG melorot sebesar 85,676 poin atau terkoreksi 1,34 persen ke posisi 6.288,173 mendekati waktu penutupan pasar pada Kamis.

IHSG mengawali perdagangan di level 6.388,234. Indeks sempat merambat naik menuju 6.390,329 sebelum akhirnya gelombang aksi jual menyeret IHSG ke zona merah. IHSG bahkan sempat menyentuh titik terendahnya di level 6.281,572.

Hingga pukul 15.28 WIB, volume transaksi saham tercatat sebesar 24,725 miliar saham, dengan total nilai transaksi mencapai Rp11,509 triliun dari 1.724.346 kali frekuensi perdagangan. Secara keseluruhan, sebanyak 157 saham mencatatkan kenaikan, 471 saham melemah, dan 163 saham bergerak stagnan.

Tags

Terkini