Suntikan Rp70 T Himbara, Bank Mandiri Pacu Kredit

Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:14:01 WIB
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - Ruang ekspansi pertumbuhan kredit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) kian terbuka lebar usai pemerintah kembali menyuntikkan tambahan dana saldo anggaran lebih (SAL) sekitar Rp70 triliun ke himpunan bank milik negara (Himbara).

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengungkapkan, pihak perseroan pada dasarnya menyambut baik langkah pemerintah yang kembali menaruh dananya di bank BUMN. Walau demikian, Riduan tidak menyebutkan berapa nominal pasti dana yang ditempatkan pemerintah di Bank Mandiri.

“Ya kami terima, yang namanya penempatan oleh Kementerian Keuangan kan selalu kami sebagai bank Himbara terima dengan baik,” ujar Riduan di sela-sela kegiatan UMKM Finance Summit di Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

Menurut penjelasan Riduan, pemerintah menempatkan dana tersebut di bank Himbara guna menopang likuiditas perbankan. Bank Mandiri pun merespons positif kebijakan tersebut lantaran tambahan likuiditas memberi ruang bagi bank untuk terus memacu pertumbuhan kredit.

“Itu bagus karena bisa menambah likuiditas di perbankan, sehingga bank punya ruang untuk bisa terus melakukan ekspansi pertumbuhan kreditnya,” ucapnya.

Beriringan dengan penambahan dana sebesar Rp70 triliun, pemerintah juga memperpanjang masa penempatan dana Rp200 triliun hingga Juli 2027.

Riduan menambahkan, perpanjangan masa penempatan tersebut menjadikan ketersediaan likuiditas bank kian terukur dalam mendukung kebutuhan bisnis sampai paruh kedua tahun ini.

“Likuiditas kami jadinya lebih bisa terukur ya, untuk mendukung pertumbuhan sampai nanti semester kedua di 2026,” tuturnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyuntikkan tambahan dana SAL sekitar Rp70 triliun ke Himbara. Purbaya juga memperpanjang masa penempatan dana sebesar Rp200 triliun hingga Juli 2026.

Secara terperinci, Purbaya menyampaikan telah menempatkan dana Rp40 triliun di Himbara hari ini dan sisa Rp30 triliun bakal disalurkan pekan depan. Purbaya menyebutkan tambahan dana SAL ini akan membuat total penempatan dana pemerintah di bank BUMN menembus hampir Rp400 triliun.

“Jadi kira-kira total di sistem perbankan pemerintah hampir Rp400 triliun seperti yang saya janjikan dulu. Ini untuk mendorong, menambah likuiditas di sistem perbankan sehingga ekonomi bisa jalan lebih cepat,” papar Purbaya kepada insan pers di kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Selain penambahan tersebut, dana SAL sebesar Rp200 triliun di Himbara akan ditempatkan lebih lama hingga Juli 2027. Pada mulanya, dana Rp200 triliun ini direncanakan mengendap di Himbara hanya sampai akhir 2026.

Namun, setelah menampung aspirasi bank pelat merah, Purbaya memutuskan untuk memperpanjang penempatan sebagian besar dana SAL ini agar perbankan lebih optimistis dan yakin dalam menyalurkan kredit.

Tags

Terkini