BCA Syariah Raih Laba Rp109,4 Miliar di Semester I 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:40:32 WIB
PT Bank BCA Syariah [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank BCA Syariah mencatatkan perolehan laba bersih setelah pajak senilai Rp109,4 miliar sepanjang semester I tahun 2026, atau mengalami kenaikan sebesar 9,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Dengan saat ini, di mana challenge makro ekonomi kami sadari sangat besar, apa yang kami capai di semester I itu selayaknya sesuatu yang harus kami pertahankan, dan bagaimana caranya supaya kami semua siap untuk menyongsong akhir dari semester II yang penuh tantangan,” kata Presiden Direktur PT Bank BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum dalam taklimat media di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Lebih mendalam, Yuli memaparkan kenaikan laba ini salah satunya didorong oleh lonjakan pendapatan dari aktivitas penyaluran pembiayaan perseroan.

Ia memperinci, financing income BCA Syariah menyentuh angka Rp512,9 miliar per Juni 2026 atau menanjak 16,6 persen secara tahunan dibanding posisi Rp439,8 miliar pada Juni 2025.

Capaian positif tersebut seiring dengan porsi pembiayaan yang meningkat Rp13,58 triliun (20,5 persen) secara tahunan.

Sementara itu, Direktur PT Bank BCA Syariah Pranata mengutarakan pendapatan margin perseroan terbukti mencapai Rp422,3 miliar atau tumbuh 13,4 persen secara tahunan dari capaian sebelumnya sebesar Rp372,4 miliar pada Juni 2025.

Ditinjau dari mutu pembiayaan, Pranata menyampaikan rasio non-performing financing (NPF) gross berada di level 1,84 persen pada Juni 2026. Adapun NPF net tercatat di angka 0,41 persen.

“Untuk pembiayaan bermasalah atau NPF itu rasio di BCA Syariah masih tetap terjaga di kisaran 1,8 persen, kemudian untuk net-nya berada di angka 0,4 persen. Kemudian dari FAR kami juga relatif baik, cukup rendah, sampai dengan Juni tercatat di angka 5,38 persen,” ujar Pranata.

Di samping itu, fee income BCA Syariah tercatat melonjak di kisaran 30,4. Pranata menguraikan, kondisi ini berkaitan erat dengan penerimaan biaya administrasi atas pertumbuhan pembiayaan, pertambahan pembukaan rekening tabungan, hingga geliat transaksi mobile banking seperti Real Time Gross Settlement (RTGS), Sistem Kliring Nasional (SKN), QRIS, serta BI-Fast.

“Kenaikan transaksi juga cukup baik, transaksi mobile banking kami tumbuh 138 persen secara keseluruhan. Ini kalau kami bagi, transfer-transfer seperti RTGS, SKN itu tumbuh 74 persen,“ kata Pranata.

“Kemudian QRIS, yang memang sekarang lagi menjadi primadona, ini tumbuh 280 persen di BCA Syariah. Dan tentunya transaksi BI-Fast pun cukup baik, tumbuhnya 135 persen. Nah ini tentunya akan berdampak kepada peningkatan fee yang kami terima,” ujarnya menambahkan.

Tags

Terkini