Pemerintah Dorong Diversifikasi Pembiayaan Pasar Modal

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:04:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah siap terus mendorong penguatan ekonomi nasional lewat pendalaman serta diversifikasi pembiayaan di pasar modal Indonesia.

Airlangga menyampaikan, penguatan pasar modal menjadi bagian krusial guna menjaga kepercayaan investor, sekaligus memperkokoh pendalaman sektor keuangan nasional.

"Peringatan ini momentum untuk menjaga kepercayaan para investor terhadap perekonomian dan pasar keuangan internasional dan nasional, karena pasar modal selalu merupakan proksi ekonomi yang dilihat oleh para investor, terutama pada saat-saat yang sangat strategis,” ujar Airlangga pada Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Seiring melonjaknya kebutuhan pembiayaan ekonomi, Airlangga menuturkan bahwa pemerintah melihat pentingnya langkah diversifikasi sumber pembiayaan.

Kebutuhan pembiayaan ekonomi diproyeksikan berada di kisaran Rp7.400 triliun pada 2026, lalu merangkak naik hingga mendekati Rp9.200 triliun pada 2029.

Berdasarkan konteks tersebut, pemerintah memacu diversifikasi sumber pembiayaan, salah satunya melalui pengembangan instrumen pembiayaan seperti Panda Bond dan Samurai Bond.

“Jadi kalau ini adalah momentum kami juga untuk diversifikasi daripada pinjaman. Nah ini mungkin beberapa yang bisa didorong selain Panda Bond, tentu Samurai Bond. Jadi kalau kami bisa dorong diversifikasi tentu akan lebih baik,” ungkap Menko Airlangga.

Airlangga menjelaskan bahwa kepercayaan investor pada fundamental ekonomi Indonesia tetap solid, tecermin dari seluruh sovereign rating Indonesia yang berada di level investment grade, seperti S&P pada posisi BBB/A-2, Fitch BBB, Moody’s Baa2, serta R&I dan JCR BBB+.

Di samping itu, penerbitan instrumen Panda Bond Indonesia sukses mengantongi rating AAA dari instansi Lianhe Credit Rating.

Bukan hanya diversifikasi sumber pembiayaan, pemerintah turut memacu pengembangan instrumen investasi baru demi memperdalam pasar keuangan Indonesia.

Di momentum tersebut, OJK bersama SRO dengan sokongan penuh pemerintah telah merilis Exchange Traded Fund (ETF) Emas, yang diresmikan guna memperluas variasi investasi sekaligus mendongkrak likuiditas pasar.

Airlangga memberikan apresiasi atas langkah OJK yang menetapkan Electronic Gold Receipt (EGR) sebagai efek yang dapat dihimpun dalam portofolio ETF emas.

Pihaknya optimistis pengembangan instrumen tersebut mampu mempererat konektivitas antara manajer investasi (MI), bank kustodian, bank bulion, dealer, hingga bursa efek.

Langkah penguatan pasar modal pun senantiasa ditopang lewat beraneka ragam reformasi guna melejitkan kredibilitas, daya saing, serta inovasi sektor keuangan.

Pemerintah berharap ekspansi produk beserta ekosistem pasar modal, termasuk ETF Emas dan agenda demutualisasi, mampu kian memperdalam sektor keuangan serta mengoptimalkan kontribusinya bagi pembiayaan ekonomi nasional.

Tags

Terkini