Cadev RI Akhir Juli 2026 Stabil di Angka 145,3 Miliar Dolar AS

Jumat, 07 Agustus 2026 | 23:43:31 WIB
pecahan dolar AS dan rupiah [FOTO: NET].

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada penutupan Juli 2026 berada di kisaran 145,3 miliar dolar AS, alias tergolong stabil apabila disandingkan dengan catatan akhir Juni 2026 sebesar 145,6 miliar dolar AS.

Capaian per Juli tersebut cuma terkoreksi tipis sekitar 0,3 miliar dolar AS jika dibandingkan dengan posisi pada penutupan Juni 2026.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, dalam rilis resminya di Jakarta, Jumat, mengungkapkan pergerakan cadangan devisa sepanjang Juli 2026 utamanya didorong oleh setoran pajak, penerimaan jasa, serta aksi penerbitan global bond pemerintah.

Di lain sisi, dinamika tersebut berlangsung bertepatan dengan agenda pembayaran utang luar negeri pemerintah berikut langkah stabilisasi nilai tukar rupiah oleh otoritas moneter guna merespons lonjakan ketidakpastian di pasar keuangan global.

Pihak BI menegaskan bahwa besaran cadangan devisa per akhir Juli 2026 tersebut setara dengan kebutuhan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor beserta pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas ambang standar kecukupan internasional di kisaran 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," kata Ramdan.

Otoritas moneter meyakini ke depan daya tahan sektor eksternal bakal terus terjaga disokong oleh ketersediaan cadangan devisa yang memadai serta masuknya arus modal asing, seiring persepsi positif kalangan investor terhadap prospek ekonomi nasional dan imbal hasil investasi yang tetap kompetitif.

Bukan hanya itu, BI turut memacu sinergi bersama pemerintah guna memperkokoh daya tahan eksternal demi mengawal stabilitas perekonomian serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 menjadi tren kenaikan perdana seusai mengalami penurunan dalam kurun lima bulan berturut-turut.

Setelah bertengger di angka 156,5 miliar dolar AS pada akhir Desember 2025, posisi cadangan devisa Tanah Air terus merosot hingga ke level 144,9 miliar dolar AS pada penutupan Mei 2026. Sepanjang kurun waktu itu, nilai cadangan devisa tergerus mencapai 11,6 miliar dolar AS.

Mengutip data BI, aliran investasi portofolio asing pada triwulan II 2026 mencatatkan net inflows sebesar 8,5 miliar dolar AS yang sebagian besar ditopang instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). 

Tren positif tersebut berlanjut hingga triwulan berikutnya sampai tanggal 20 Juli 2026, khususnya dari instrumen SBN yang membukukan net inflows mencapai 0,1 miliar dolar AS.

Adapun pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026, tingkat suku bunga acuan atau BI-Rate diputuskan bertahan pada level 5,75 persen. Sebelumnya, BI sempat mendongkrak suku bunga acuan secara kumulatif sebesar 100 basis poin (bps) sepanjang bulan Mei dan Juni 2026.

Tags

Terkini