PLN Nusantara Power Catat Produksi Listrik 66.919 GWh di 2025

Selasa, 07 Juli 2026 | 01:33:32 WIB
PLN Nusantara Power Cetak Pendapatan Beyond kWh Rp1,1 Triliun [FOTO: NET].

JAKARTA — Subholding PT PLN (Persero), PLN Nusantara Power atau PLN NP, membukukan volume produksi daya listrik menyentuh 66.919 gigawatt hour (GWh) di sepanjang tahun 2025.

Perusahaan juga sukses memangkas biaya pokok produksi (BPP) pada sektor pembangkitan hingga mencapai 11,4% lewat langkah optimalisasi bauran energi (energy mix).

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengutarakan, pihak perseroan tidak sekadar berkonsentrasi pada peningkatan kuantitas pasokan listrik, namun juga memastikan sistem pembangkitan berjalan dengan lebih efisien serta berkelanjutan.

“PLN NP tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi energi listrik, tetapi juga memastikan bahwa listrik yang dihasilkan berasal dari proses yang semakin efisien, lebih bersih, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).

Meninjau aspek operasional, PLN NP turut mengantongi kenaikan dalam hal keandalan armada pembangkitnya. Kondisi ini terefleksikan melalui raihan indikator equivalent forced outage rate (EFOR) pada unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang berhasil melampaui target korporasi. 

Realisasi kinerja tersebut memperlihatkan semakin matangnya kesiapan unit pasokan dalam mengawal stabilitas serta keandalan daya listrik nasional.

Pihak perseroan pun melanjutkan akselerasi program Green and Lean sebagai bagian dari cetak biru agenda transformasi di dalam PLN Group. 

Pada tahun 2025, program reduksi emisi karbon mencatatkan performa hingga 1,46% atau setara dengan 110% dari pagu target tahunan. 

Capaian ini memanifestasikan komitmen penuh PLN NP untuk mengawal proses transisi energi lewat manajemen operasional pembangkit yang kian ramah lingkungan.

Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero) Yusuf Didi Setiarto memberikan penilaian bahwa capaian kinerja PLN NP menyumbang andil krusial bagi efisiensi sekalgus keandalan roda operasional PLN Group secara keseluruhan.

“Hal ini menunjukkan kontribusi nyata PLN NP dalam mendukung keandalan pasokan listrik nasional, efisiensi perusahaan, dan sejalan dengan program pemerintah, khususnya dalam optimalisasi biaya di lingkungan PLN Group,” katanya.

Di samping lini bisnis utama di sektor ketenagalistrikan, PLN NP menorehkan realisasi pendapatan beyond kWh senilai Rp1,1 triliun, atau melesat hingga 160% dari target awal yang dipatok sebesar Rp688 miliar. 

Perolehan dana tersebut bersumber dari rentetan bidang usaha di luar aktivitas penjualan energi listrik, termasuk di antaranya pengerjaan proyek internasional di wilayah Malaysia, Bangladesh, serta Timor Leste. 

Performa ini merefleksikan kian membesarnya porsi kontribusi bisnis nonkelistrikan terhadap struktur pendapatan korporasi.

Pada sektor tata kelola bisnis, PLN NP sukses mengamankan skor tertinggi dalam evaluasi penilaian Maturity Level Good Corporate Governance (GCG) di lingkup internal PLN Group.

 Ruly memaparkan, penguatan tata kelola yang kokoh bertindak sebagai fondasi yang fundamental demi kelancaran ekspansi bisnis sekaligus memperlebar jalinan kerja sama strategis korporasi ke depan.

“Dengan fondasi governance yang kuat, PLN NP siap memperluas kolaborasi, memperkuat kemitraan strategis, dan mendukung peta jalan transisi energi Indonesia,” ujarnya.

Beriringan dengan langkah mempertebal pasokan listrik domestik, PLN NP juga tengah menggarap pengembangan portofolio pembangkit baru berskala total kapasitas 696,9 megawatt yang diposisikan tersebar di bermacam area di Indonesia.

 Langkah ekspansi tersebut merupakan bagian dari rencana taktis korporasi dalam menjaga ketahanan sistem kelistrikan sekaligus merespons proyeksi lonjakan kebutuhan energi nasional pada masa mendatang.

Terkini