Kredit Kendaraan Listrik di MUF Tumbuh Positif, Capai Rp3,5 Triliun

Kredit Kendaraan Listrik di MUF Tumbuh Positif, Capai Rp3,5 Triliun
Pembiayaan Kendaraan Listrik di MUF Naik 82,4% hingga Juni 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Mandiri Utama Finance (MUF) mencatatkan kinerja positif pada penyaluran pembiayaan kendaraan listrik sepanjang semester I/2026 yang berakhir pada Juni 2026. Plt. Direktur Utama MUF, Dapot Parasian S. Sinaga, menyebutkan bahwa piutang pembiayaan tersebut telah mencapai angka Rp3,5 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 82,4% secara tahunan (year on year/YoY).

“Kinerja ini mencerminkan meningkatnya adopsi kendaraan listrik seiring dengan penguatan ekosistem EV di Indonesia,” ucapnya, dikutip pada Jumat (10/7/2026).

Perlu diketahui, penerapan insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dari pemerintah kembali mengalami penundaan, dari jadwal awal Juni 2026 menjadi diperkirakan sekitar Agustus 2026. Menyikapi hal tersebut, Dapot mengakui bahwa penundaan itu berpotensi memengaruhi keputusan debitur dalam jangka pendek.

“Namun, MUF tetap optimistis terhadap prospek pembiayaan kendaraan listrik seiring dengan pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik dan meningkatnya minat masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu, MUF tetap optimistis bahwa pembiayaan kendaraan listrik akan terus menanjak hingga penghujung tahun 2026. Guna menjaga tren pertumbuhan tersebut, MUF berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pihak dealer dan mitra strategis.

“Kemudian, menghadirkan solusi pembiayaan yang kompetitif, serta menerapkan manajemen risiko yang prudent guna menjaga kualitas portofolio,” tutupnya.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri menunjukkan bahwa pembiayaan kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat, oleh industri multifinance nasional secara keseluruhan telah meningkat 32,48% YoY menjadi Rp23,94 triliun. 

Meskipun demikian, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyebut bahwa nilai jual kembali (resale value) masih menjadi salah satu hambatan dalam penyaluran pembiayaan kendaraan listrik.

“Namun, pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik dapat terus didorong antara melalui peningkatan minat masyarakat dan penguatan ekosistem kendaraan listrik,” ucapnya dalam lembar jawaban RDK OJK Juni 2026, Kamis (9/7/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index