Toyota Hadirkan Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:58:01 WIB
Dukung Ekonomi Sirkular, Toyota Bangun Waste Station di Jakarta [FOTO: NET].

JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM), yang merupakan anak perusahaan Astra International, berkolaborasi dengan Rekosistem untuk mendirikan Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta. 

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menyokong pengelolaan sampah anorganik yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkokoh implementasi sistem ekonomi sirkular.

Fasilitas yang ditempatkan di area Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat ini diresmikan secara langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam rangkaian kegiatan Jakarta Eco Future Festival.

 Keberadaan Waste Station ini menjadi salah satu bentuk realisasi komitmen Toyota dalam menyukseskan target emisi nol karbon netral (net zero carbon emission), di samping memperkuat program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menumbuhkan kesadaran publik dalam memilah, mengumpulkan, serta mendaur ulang sampah.

Infrastruktur ini juga menjadi kelanjutan dari hubungan kerja sama antara Toyota dan Rekosistem, yang pada periode sebelumnya telah direalisasikan lewat pendirian Waste Station di kawasan Golf Island Pantai Indah Kapuk serta Mall of Indonesia.

President Director TAM Takuya Yokohama memaparkan bahwa fungsi Waste Station tidak sekadar sebagai lokasi pengumpulan limbah anorganik, namun juga berperan menjadi media edukasi agar warga mulai terbiasa memisahkan sampah sejak dari sumbernya.

"Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Rekosistem, Toyota ingin terus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan," ujar Takuya dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

Dorong Partisipasi Masyarakat

Lewat payung program Toyota Berbagi, korporasi secara konsisten menggelar berbagai agenda sosial dan lingkungan yang berfokus pada aspek keberlanjutan. 

Keberadaan Waste Station menjadi salah satu bentuk nyata penerapannya dengan mengajak warga terlibat langsung dalam manajemen pengelolaan sampah anorganik, mulai dari tahapan pemilahan hingga proses daur ulang secara lebih terorganisasi.

Agenda ini juga berjalan selaras dengan regulasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terus memacu pengelolaan sampah berbasis keterlibatan aktif masyarakat mulai dari ranah rumah tangga. 

Toyota menaruh harapan agar sinergi antara instansi pemerintah, sektor privat, serta elemen masyarakat mampu melahirkan solusi yang lebih efisien dalam menekan volume timbunan sampah di wilayah perkotaan.

Sustainability Living Lab Pertama

Bukan hanya menjadi pusat penampungan sampah anorganik, Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta ini pun dikonseptualisasikan sebagai Sustainability Living Lab perdana. 

Melalui konsep ini, warga tidak sekadar membuang limbah yang dapat didaur ulang, melainkan juga bisa mendalami siklus ekonomi sirkular, mulai dari urgensi memilah sampah hingga metode pemrosesan limbah anorganik agar kembali mendatangkan nilai guna.

Memanfaatkan potensi kunjungan yang berkisar 10.000 orang setiap harinya di area Balai Kota DKI Jakarta, fasilitas ini diproyeksikan mampu merangkul lebih banyak lapisan masyarakat sekaligus menanamkan kebiasaan mengelola sampah secara bertanggung jawab.

Vice President Director TAM Jap Ernando Demily mengutarakan bahwa kesuksesan dalam memelihara kelestarian lingkungan memerlukan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, yang mencakup pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga warga itu sendiri.

Menurut pandangannya, Waste Station Balai Kota DKI Jakarta ini diharapkan mampu menjadi percontohan model pengelolaan sampah yang praktis diakses oleh publik, sekaligus menstimulasi lahirnya sistem yang lebih berkelanjutan di wilayah Jakarta maupun area lainnya di Indonesia.

Terkini