JAKARTA – Perusahaan makanan dan minuman pemegang merek Inaco, PT Niramas Utama Tbk. (JELI) direncanakan melangsungkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada Juli 2026.
Melalui aksi korporasi yang melepas 350 juta lembar saham baru ini, perseroan memercayakan posisi penjamin pelaksana efek kepada PT Sucor Sekuritas.
Berdasarkan dokumen prospektus IPO JELI, perusahaan efek dengan kode broker AZ ini mengemban tugasnya lewat skema kesanggupan penuh (full commitment) atas penawaran umum perdana saham perseroan.
Dengan demikian, Sucor Sekuritas selaku underwriter memberikan garansi bahwa seluruh saham yang dirilis emiten dipastikan terjual habis.
Apabila terdapat sisa saham yang belum terserap oleh publik selama periode penawaran, maka pihak penjamin emisi wajib mengambil alih sisa saham tersebut dengan dana internal mereka sendiri.
Menilik laporan keuangan teranyar, nilai aset yang dimiliki Sucor Sekuritas berada di angka Rp1,51 triliun per 31 Maret 2026. Jumlah tersebut mengalami penurunan jika disandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2025 yang mencapai Rp2,13 triliun.
Pada triwulan I/2026, Sucor Sekuritas berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp100,82 miIiar, mengalami pertumbuhan dari perolehan triwulan I/2025 yang bernilai Rp56,42 miliar. Sejalan dengan itu, perolehan laba bersih Sucor Sekuritas di periode yang sama ikut terkerek naik dari Rp7,87 miliar menjadi Rp8,61 miliar.
Di sisi lain, posisi modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) Sucor Sekuritas pada Juni 2026 berada di level Rp324,43 miliar, mencatatkan kenaikan dari posisi Mei 2026 yang sebesar Rp304,94 miliar.
Dalam perhelatan IPO JELI, perusahaan menetapkan rentang harga penawaran awal di angka Rp900 sampai Rp1.120 per saham, sehingga total dana masyarakat yang berpeluang dihimpun bisa mencapai Rp392 miliar.
Sebelum menangani JELI, Sucor Sekuritas tercatat memiliki rekam jejak panjang sebagai penjamin emisi bagi sejumlah IPO emiten dengan kapitalisasi pasar besar (big caps).
Pada tahun 2023, Sucor Sekuritas diamanahkan menjadi penjamin emisi efek dari IPO PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), sekaligus memegang peran sebagai joint lead underwriter pada IPO PT ISTEC Asia Tbk. (CYBR), IPO PT Tripar Multivision Plus Tbk. (RAAM), dan IPO PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS).
Sebelumnya, pada 2022 Sucor Sekuritas dipercaya menjadi underwriter untuk IPO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) serta joint lead underwriter untuk IPO PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA).
Pihak Sucor Sekuritas juga bertindak sebagai penjamin emisi pada IPO PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) pada 2021, underwriter IPO PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) pada 2015, dan joint lead underwriter untuk IPO PT WIKA Beton Tbk. (WTON) di tahun 2014.
Melihat pergerakan harga saham beberapa emiten yang dikawal Sucor Sekuritas saat melantai di bursa, saham MBMA pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026) berada pada level Rp482, yang mengindikasikan adanya pelemahan sebesar 39,37% dari harga perdana saat melantai pada 18 April 2023.
Sebaliknya, performa saham CYBR justru melesat hingga 1.130% menuju level Rp615 dihitung sejak tanggal pencatatan perdananya pada 8 Agustus 2023.