JAKARTA - Industri pinjaman online di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Per November 2025, outstanding pembiayaan pinjol mencapai Rp94,85 triliun, meningkat 25,45 persen secara tahunan.
Lonjakan Kredit Disertai Risiko Wanprestasi
Namun, pertumbuhan ini diiringi peningkatan risiko kredit. Tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) tercatat menembus 4,33 persen, meningkat dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Kenaikan TWP90 menandakan semakin banyak peminjam yang kesulitan melunasi pinjaman lebih dari tiga bulan. Kondisi ini menjadi sinyal peringatan bagi industri terkait pengelolaan risiko dan evaluasi profil peminjam.
Dinamika Pasar Pinjol di Indonesia
Pertumbuhan pesat pinjol mencerminkan tingginya permintaan pembiayaan daring. Peminjam mencari kemudahan akses dana cepat, sementara penyedia layanan berupaya memperluas pasar dengan inovasi teknologi.
Meski demikian, percepatan pertumbuhan harus diimbangi pengawasan ketat. Regulasi dan praktik kredit yang sehat penting untuk mencegah risiko gagal bayar masif.
Faktor Penyebab Wanprestasi Meningkat
Beberapa faktor memicu meningkatnya TWP90, termasuk kemampuan bayar peminjam dan pemanfaatan pinjaman yang kurang optimal. Ketidakpastian ekonomi juga memperburuk kemampuan pembayaran pinjaman secara tepat waktu.
Selain itu, rendahnya literasi keuangan membuat sebagian peminjam kurang memahami risiko utang online. Hal ini mendorong perlunya edukasi dan transparansi dari pihak penyedia pinjol.
Langkah Pengendalian Risiko oleh Industri Pinjol
Penyedia pinjol terus berupaya menekan risiko kredit melalui analisis data dan scoring kredit yang lebih ketat. Selain itu, penerapan sistem pengingat pembayaran dan restrukturisasi utang menjadi langkah mitigasi.
Pemerintah dan OJK juga mendorong standar praktik pinjaman daring yang sehat. Dengan pengawasan yang baik, pertumbuhan industri tetap dapat berkelanjutan tanpa meningkatkan risiko sistemik.
Prospek Industri Pinjol ke Depan
Meskipun risiko meningkat, peluang pertumbuhan pinjol tetap besar. Industri ini diyakini mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar selama pengelolaan risiko dan literasi peminjam ditingkatkan.
Strategi inovatif dan edukasi yang tepat akan membantu menekan wanprestasi sambil mempertahankan ekspansi industri. Dengan demikian, pertumbuhan pesat pinjol dapat berjalan seimbang dengan keamanan kredit.