Sering Minum Soda? Ini Dampak Kesehatan yang Perlu Diwaspadai Sejak Sekarang

Senin, 02 Februari 2026 | 14:32:25 WIB
Sering Minum Soda? Ini Dampak Kesehatan yang Perlu Diwaspadai Sejak Sekarang

JAKARTA - Di tengah cuaca panas atau saat bersantai bersama teman, minuman bersoda sering menjadi pilihan karena rasanya yang segar dan sensasi bergelembungnya. Namun, di balik kenikmatan tersebut, kebiasaan mengonsumsi soda secara berlebihan ternyata dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Minuman bersoda menjadi pilihan banyak orang untuk melepas dahaga atau sebagai teman bersantai. Namun, mengonsumsinya terlalu sering dapat berdampak negatif bagi kesehatan tubuh.

Kebiasaan ini kerap dianggap sepele karena soda mudah ditemukan di berbagai tempat. Padahal, konsumsi rutin minuman bersoda dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh dalam jangka panjang.

Dokter umum Puskesmas Sukakarya Sabang, dr. Jevo Rifan Sandigta, mengatakan minuman bersoda mengandung gula tinggi dan zat tambahan lain yang berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Konsumsi berlebihan dapat memengaruhi metabolisme tubuh.

Menurut dr. Jevo, gula dalam minuman bersoda tidak hanya meningkatkan kalori harian secara drastis. Kondisi ini juga dapat memicu lonjakan gula darah yang berdampak pada kesehatan metabolik.

“Sering minum minuman bersoda dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan gangguan pencernaan. Selain itu, kandungan asam pada soda dapat merusak enamel gigi jika dikonsumsi rutin,” ujar dr. Jevo, Sabtu, 31 Januari 2026.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa soda bukan hanya berdampak pada berat badan. Risiko kerusakan gigi dan gangguan pencernaan juga menjadi ancaman nyata jika minuman ini dikonsumsi tanpa kontrol.

Banyak orang tidak menyadari bahwa satu kaleng soda dapat mengandung gula dalam jumlah yang sangat tinggi. Jika dikonsumsi setiap hari, akumulasi gula ini dapat mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh.

Selain itu, rasa segar dari soda sering membuat seseorang ingin mengonsumsinya lebih banyak. Kebiasaan ini perlahan membentuk pola minum yang kurang sehat dalam jangka panjang.

Dampak Minuman Bersoda terhadap Metabolisme dan Gigi

Minuman bersoda diketahui mengandung kadar gula yang tinggi dalam setiap porsinya. Gula berlebih ini berkontribusi pada peningkatan berat badan dan risiko obesitas jika dikonsumsi secara rutin.

Kondisi obesitas kemudian dapat memicu berbagai penyakit kronis. Di antaranya adalah diabetes tipe 2, hipertensi, serta gangguan jantung.

Menurut dr. Jevo, efek minuman bersoda tidak hanya dirasakan dalam waktu singkat. Dampaknya bisa berkembang secara perlahan dan sulit disadari hingga muncul masalah kesehatan serius.

Kandungan asam dalam soda juga menjadi perhatian utama. Asam tersebut dapat mengikis enamel gigi sehingga meningkatkan risiko gigi berlubang dan sensitivitas gigi.

“Selain memengaruhi metabolisme, kandungan asam pada soda dapat merusak enamel gigi jika dikonsumsi rutin,” ujar dr. Jevo. Hal ini menegaskan bahwa kesehatan mulut juga perlu menjadi perhatian dalam kebiasaan konsumsi minuman sehari-hari.

Kerusakan enamel gigi tidak dapat diperbaiki secara alami. Oleh karena itu, pencegahan dengan membatasi konsumsi soda menjadi langkah penting.

Selain gigi, soda juga dapat memengaruhi sistem pencernaan. Gas karbonasi di dalamnya dapat menyebabkan perut kembung dan rasa tidak nyaman setelah minum.

Bagi sebagian orang, konsumsi soda dapat memicu naiknya asam lambung. Kondisi ini berpotensi memperparah gejala maag atau gangguan pencernaan lainnya.

Risiko Gangguan Tulang dan Ginjal Akibat Soda

Menurut dr. Jevo, efek minuman bersoda tidak hanya pada metabolisme dan gigi, tetapi juga bisa menimbulkan gangguan tulang dan ginjal. Asupan fosfor dan gula berlebih dalam soda dapat memicu pengeroposan tulang dalam jangka panjang.

Kandungan fosfat dalam soda dapat mengganggu keseimbangan kalsium dalam tubuh. Jika kalsium dalam tulang berkurang, risiko osteoporosis akan meningkat seiring bertambahnya usia.

Selain itu, ginjal juga dapat terbebani oleh konsumsi soda yang berlebihan. Ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring zat tambahan dan gula dalam minuman tersebut.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal dalam jangka panjang. Terlebih lagi, jika seseorang jarang mengonsumsi air putih sebagai pengganti soda.

“Minuman bersoda sebaiknya dikonsumsi sesekali, bukan sebagai minuman harian. Sangat penting mengganti soda dengan air putih atau minuman rendah gula untuk menjaga kesehatan tubuh,” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kunci utama adalah keseimbangan. Mengurangi soda dan memperbanyak air putih dapat membantu tubuh bekerja lebih optimal.

Kebiasaan minum air putih secara rutin membantu menjaga hidrasi dan fungsi organ. Selain itu, air putih tidak mengandung kalori maupun zat tambahan yang berisiko bagi kesehatan.

Minuman rendah gula seperti teh tanpa pemanis atau air infus buah juga bisa menjadi alternatif. Pilihan ini memberikan rasa segar tanpa meningkatkan risiko kesehatan.

Anak dan Remaja Lebih Rentan terhadap Dampak Soda

Ia menambahkan, anak-anak dan remaja sangat rentan terhadap efek negatif soda karena metabolisme tubuh mereka masih berkembang. Orang tua dianjurkan membatasi konsumsi minuman ini pada anak.

Kebiasaan mengonsumsi soda sejak dini dapat membentuk pola makan yang kurang sehat. Hal ini berpotensi berdampak hingga dewasa jika tidak dikendalikan sejak awal.

Anak-anak yang terbiasa minum soda cenderung mengonsumsi gula berlebih. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko obesitas anak dan gangguan metabolisme sejak usia muda.

Selain itu, kesehatan gigi anak juga dapat terganggu akibat paparan asam dan gula dalam soda. Gigi susu dan gigi permanen yang baru tumbuh menjadi lebih rentan rusak.

Orang tua memiliki peran penting dalam mengarahkan pilihan minuman anak. Memberikan contoh konsumsi air putih dan minuman sehat dapat membantu membentuk kebiasaan baik.

Dr. Jevo mengingatkan, gaya hidup sehat dan asupan cairan yang tepat menjadi kunci menjaga kesehatan. Pencegahan melalui pola makan yang seimbang dinilai lebih efektif dibanding mengobati masalah kesehatan akibat konsumsi soda berlebihan.

Pola hidup sehat tidak hanya mencakup makanan bergizi, tetapi juga minuman yang dikonsumsi setiap hari. Dengan memilih minuman rendah gula, risiko penyakit kronis dapat ditekan sejak dini.

Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap bahaya konsumsi soda berlebihan perlu terus ditingkatkan. Edukasi kesehatan menjadi langkah penting untuk mendorong perubahan perilaku.

Mengurangi soda bukan berarti harus menghilangkan kesenangan dalam menikmati minuman. Banyak alternatif sehat yang tetap menyegarkan dan lezat jika dikonsumsi dengan tepat.

Kesadaran akan dampak soda juga dapat membantu masyarakat lebih bijak dalam memilih minuman. Langkah kecil ini dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan jangka panjang.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan bukan hanya tentang mengobati penyakit, tetapi juga tentang mencegahnya. Membatasi konsumsi soda dan memperbanyak minuman sehat menjadi salah satu upaya sederhana namun efektif.

Terkini