JAKARTA - Upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja sektor transportasi digital terus menjadi perhatian banyak pihak di Indonesia. Di tengah meningkatnya kebutuhan perlindungan sosial bagi pekerja informal, langkah konkret dari perusahaan teknologi dinilai semakin penting.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi melalui peluncuran program “Bakti GoTo untuk Negeri: Empat Dukungan Nyata Bagi Kesejahteraan Mitra”. Program ini menghadirkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi mitra driver Gojek yang selama ini menjadi tulang punggung layanan transportasi digital.
Program tersebut diluncurkan dalam sebuah acara di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Peluncuran ini menjadi bagian dari dukungan GoTo terhadap upaya pemerintah dalam memperluas perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal, khususnya pengemudi transportasi online.
Melalui Bakti GoTo untuk Negeri, perusahaan menghadirkan empat bentuk dukungan nyata. Empat dukungan tersebut yakni kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan secara gratis, bantuan hari raya, bursa kerja mitra untuk membuka mobilitas ekonomi, serta program usaha mitra swadaya guna mendukung penghasilan berkelanjutan.
Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pengembangan layanan digital, tetapi juga pada aspek keberlanjutan sosial mitra. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat hubungan kemitraan jangka panjang.
Empat Pilar Dukungan Bagi Mitra Pengemudi
CEO GoTo, Hans Patuo, menegaskan bahwa program ini dirancang agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh mitra pengemudi. Ia juga menekankan pentingnya hubungan kemitraan yang saling mendukung antara perusahaan dan mitra di lapangan.
“Saat ini Program Bakti GoTo untuk Negeri memiliki empat pilar. Salah satunya, bagi driver Gojek yang berkinerja baik atau top performance, GoTo akan menanggung pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan secara gratis. Inisiatif ini merupakan wujud kepedulian GoTo terhadap mitra,” ujar Hans.
Pada tahap awal, GoTo akan menanggung pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 100.000 driver Gojek dengan kinerja terbaik. Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi mitra yang setiap hari menghadapi risiko kerja di jalan.
Perlindungan sosial bagi pekerja transportasi online menjadi semakin relevan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Program ini dinilai menjadi solusi nyata dalam menjawab tantangan tersebut.
Selain kepesertaan BPJS, program Bakti GoTo untuk Negeri juga mencakup bantuan hari raya. Bantuan ini dirancang untuk membantu mitra pengemudi memenuhi kebutuhan keluarga pada momen penting keagamaan dan sosial.
GoTo juga menghadirkan bursa kerja mitra yang membuka peluang mobilitas ekonomi bagi pengemudi. Melalui inisiatif ini, mitra dapat mengakses peluang kerja alternatif yang mendukung keberlanjutan pendapatan.
Tidak hanya itu, program usaha mitra swadaya turut disiapkan untuk membantu mitra mengembangkan usaha mandiri. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi mitra dalam jangka panjang.
Dukungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Transportasi Online
Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Eko Nugriyanto. Menurutnya, perlindungan jaminan sosial sangat penting bagi pekerja transportasi online yang memiliki risiko kerja tinggi.
“Melalui BPJS Ketenagakerjaan, mitra driver mendapatkan perlindungan seperti Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Ini memberikan rasa aman dan ketenangan saat bekerja,” jelas Eko.
Ia menambahkan bahwa jaminan sosial tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga keluarganya jika terjadi risiko yang tidak diinginkan. Dengan perlindungan tersebut, mitra dapat bekerja dengan lebih tenang dan produktif.
Eko mengungkapkan, hingga Desember 2025, jumlah kepesertaan aktif mitra driver Gojek dalam program BPJS Ketenagakerjaan telah mencapai 210.000 peserta. Angka ini menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan ketenagakerjaan di kalangan pekerja sektor informal.
Sepanjang periode 2023 hingga 2025, sebanyak 4.219 mitra driver telah menerima manfaat dengan total klaim lebih dari Rp100 miliar. Salah satu manfaat tersebut dirasakan langsung oleh mitra pengemudi bernama Affan Kurniawan.
Data tersebut mencerminkan bahwa program jaminan sosial benar-benar memberikan dampak nyata. Perlindungan yang diberikan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga dirasakan langsung dalam kondisi darurat.
Peran BPJS Ketenagakerjaan dalam melindungi pekerja informal dinilai semakin strategis di era ekonomi digital. Kolaborasi dengan perusahaan teknologi seperti GoTo menjadi langkah penting dalam memperluas cakupan perlindungan.
Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah dalam Perlindungan Sosial
Sejalan dengan program tersebut, pemerintah juga memberikan dukungan melalui terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2025. Aturan ini memberikan diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sebesar 50 persen bagi pekerja Bukan Penerima Upah, termasuk ojek online, sopir, dan kurir paket.
Diskon iuran ini berlaku selama 15 bulan, mulai 1 Januari 2026 hingga Maret 2027. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak pekerja informal untuk bergabung dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Raya, Arie Fianto Syofian, menilai kolaborasi antara GoTo dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi langkah strategis. Menurutnya, kerja sama ini sangat penting dalam memperluas perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal.
“Kami mengapresiasi komitmen GoTo dalam memberikan perlindungan jaminan sosial kepada mitra driver. Program ini tidak hanya meningkatkan rasa aman saat bekerja, tetapi juga mendorong kesadaran pentingnya perlindungan ketenagakerjaan bagi pekerja sektor transportasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara dunia usaha dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja. Selain itu, kerja sama tersebut juga dapat menjaga keberlanjutan ekosistem transportasi digital di Indonesia.
Perlindungan sosial yang memadai diyakini dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif. Dengan demikian, layanan transportasi digital dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Program Bakti GoTo untuk Negeri menjadi bukti nyata komitmen GoTo dalam mendukung implementasi PP Nomor 50 Tahun 2025. Program ini sekaligus memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi mitra pengemudi.
Dengan adanya program ini, mitra pengemudi Gojek diharapkan dapat bekerja dengan lebih aman dan terlindungi. Perlindungan tersebut juga memberikan kepastian bagi masa depan mereka dan keluarga.
Keberadaan jaminan sosial dinilai mampu meningkatkan kepercayaan mitra terhadap perusahaan. Hal ini berpotensi memperkuat hubungan kerja sama yang saling menguntungkan dalam jangka panjang.
Langkah GoTo juga dinilai selaras dengan agenda nasional dalam memperluas perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal. Inisiatif ini memperlihatkan bahwa sektor swasta memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan publik.
Melalui program Bakti GoTo untuk Negeri, perusahaan menghadirkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga pada kesejahteraan sosial. Pendekatan tersebut menjadi contoh bagaimana teknologi dapat berkontribusi pada pembangunan sosial yang inklusif.
Ke depan, kolaborasi antara perusahaan teknologi, pemerintah, dan lembaga jaminan sosial diharapkan semakin diperkuat. Dengan sinergi tersebut, perlindungan bagi pekerja sektor informal dapat semakin merata dan berkelanjutan.