Syuting Film Internasional Lisa BLACKPINK di Indonesia Picu Perhatian Publik

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49:14 WIB
Syuting Film Internasional Lisa BLACKPINK di Indonesia Picu Perhatian Publik

JAKARTA - Kehadiran produksi film internasional di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah proyek terbaru yang dibintangi Ma Dong-seok dan Lisa ‘BLACKPINK’ mulai menjalani pengambilan gambar di sejumlah wilayah. Film asal Korea Selatan berjudul Extraction: Tygo ini tidak hanya menarik perhatian penggemar, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas masyarakat di beberapa titik kota.

Proses syuting yang melibatkan adegan berisiko tinggi membuat sejumlah kawasan harus ditutup sementara demi keselamatan. Salah satu lokasi yang terdampak adalah kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, yang dikenal sebagai pusat wisata sejarah dan budaya.

Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta, Denny Aputra, menjelaskan bahwa penutupan kawasan dilakukan karena adanya adegan berbahaya dalam proses produksi. Ia menegaskan bahwa penutupan ini sudah mendapat izin resmi hingga ke tingkat kepolisian daerah.

"Jadi, akan ditutup karena memang ada beberapa adegan berbahaya yang akan menjadi risiko buat yang melihat atau menonton, dan izinnya memang sudah sampai Polda juga karena adegan ledakan," kata Denny kepada wartawan, Minggu (01 Februari 2026).

Menurut Denny, pengambilan gambar berlangsung di area penunjang kawasan Kota Tua, bukan di wilayah inti. Hal ini dilakukan agar aktivitas wisata dan kunjungan publik tetap dapat berlangsung sebagaimana biasanya.

"Kawasan inti tidak ditutup. Kan kawasan Kota Tua ada dua, inti dan penunjang," jelasnya.

Penutupan Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta Barat

Seiring berjalannya proses syuting, aparat kepolisian juga menyiapkan skema pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan. Langkah ini diambil agar aktivitas masyarakat tetap berjalan meskipun ada penyesuaian rute di beberapa ruas jalan.

Kanit Lantas Tamansari Polres Metro Jakarta Barat, AKP Teguh A, menyebutkan bahwa rekayasa lalu lintas akan diberlakukan selama beberapa hari ke depan. Penyesuaian tersebut disesuaikan dengan jadwal produksi film yang masih berlangsung di berbagai titik Jakarta Barat.

"Sesuai rencana tanggal 01 sampai 07 Februari 2026 akan ada pengalihan arus di Jalan Cengkeh wilayah Jakbar," kata Teguh saat dimintai konfirmasi, Kamis (29 Januari 2026).

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya proses syuting juga sempat berlangsung di Gedung Jasindo pada 28 dan 29 Januari 2026. Hal tersebut membuat aparat keamanan dan petugas terkait sudah menyiapkan pola pengamanan sejak awal kegiatan produksi.

Adapun skema rekayasa lalu lintas yang diterapkan mencakup pengalihan arus dari Jalan Cengkeh sisi utara menuju Jalan Nelayan melalui Jembatan Intan. Pengendara dari Jembatan Intan diarahkan belok kiri ke Jalan Kalibesar Barat, sementara kendaraan dari arah Tiang Bendera diarahkan ke Jalan Ekor Kuning.

Selain itu, penutupan total juga diberlakukan di Jalan Cengkeh 2 selama periode syuting. Petugas gabungan dari kepolisian dan dinas perhubungan disiagakan untuk membantu pengaturan lalu lintas dan memberikan informasi kepada masyarakat.

Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keselamatan warga sekitar sekaligus mendukung kelancaran produksi film berskala internasional. Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memahami situasi ini sebagai bagian dari upaya memajukan industri kreatif nasional.

Lokasi Syuting Film Extraction: Tygo di Berbagai Daerah

Tidak hanya Jakarta Barat, film yang dibintangi Lisa ‘BLACKPINK’ ini juga mengambil lokasi syuting di sejumlah daerah lain di Indonesia. Proses produksi diketahui telah dimulai sejak 08 Desember 2025 dan dijadwalkan berlangsung hingga Maret 2026.

Film ini memperoleh izin langsung dari Mabes Polri karena melibatkan warga negara asing dan penggunaan wilayah hukum lintas daerah. Lokasi syuting mencakup kawasan di Bandung Barat, Jakarta, Depok, Tangerang, hingga Bekasi.

Di wilayah Bandung Barat, salah satu lokasi syuting berada di kawasan wisata alam Karst Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Kehadiran kru film terlihat dari banyaknya kendaraan produksi dan penunjuk arah berbahasa Inggris serta Korea di sekitar lokasi.

"Iya betul, untuk tempat kita ini dijadikan sebagai lokasi syuting film (Tygo). Tapi kalau soal apakah Lisa, kemudian pemeran utama lainnya ada di sini, saya sendiri kurang begitu tahu ya," kata Ikbal Kamal Pasya, pengelola objek wisata saat ditemui, Selasa (20 Januari 2026).

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sebelumnya juga telah menerima surat pemberitahuan resmi sejak 18 Desember 2025. Hal ini menjadi dasar koordinasi antara pihak produksi dengan pemerintah daerah setempat.

Sementara itu, wilayah Kota Tangerang juga menjadi bagian dari lokasi syuting film tersebut. Aparat kepolisian dan pemerintah kota setempat menerapkan pengalihan arus lalu lintas serta penutupan sementara di Jalan KS Tubun Karawaci selama kegiatan produksi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Achmad Suhaely, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari perizinan penggunaan ruang jalan yang diterbitkan pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas dirancang agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan nyaman.

"Kami sudah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas agar masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan nyaman. Petugas Dishub dan kepolisian disiagakan untuk membantu pengaturan dan pengalihan arus," kata Achmad Suhaely, Kamis (29 Januari 2026).

Penyesuaian lalu lintas dilakukan di ruas Jalan KS Tubun Karawaci, mulai dari Jembatan Pintu Air 10 hingga Simpang Tujuh. Langkah tersebut diambil untuk meminimalkan potensi kemacetan selama proses produksi berlangsung.

Daftar Titik Syuting dan Perizinan Kepolisian

Selain di Jakarta Barat dan Tangerang, lokasi syuting film ini juga mencakup kawasan Cikini, Jakarta Pusat, serta wilayah Bekasi dan Depok. Hal ini menunjukkan skala produksi yang cukup besar dengan jangkauan lintas kota dan provinsi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa proses syuting dimulai sejak Desember 2025 dan dijadwalkan berakhir pada Maret 2026. Rekayasa lalu lintas diberlakukan menyesuaikan lokasi pengambilan gambar yang berpindah-pindah.

"Waktu (syuting mulai) 08 Desember 2025 sampai 30 Maret 2026," kata Budi melalui keterangannya, Sabtu (31 Januari 2026).

Budi menyebutkan bahwa lokasi pengambilan gambar tersebar di berbagai titik strategis. Lokasi tersebut antara lain Kota Tua, Kastil Batavia, Gedung CTC (Central Trading Company), Jembatan Baru, Muara Baru, Cikini Hospital, Bekasi, dan Kota Depok.

"Tempat (syuting) Kota Tua, Kastil Batavia, Gedung CTC (Central Trading Company), Jembatan Baru, Muara Baru, Cikini Hospital, Bekasi, dan Kota Depok," rincinya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan produksi telah mengantongi izin resmi dari Mabes Polri. Hal ini diperlukan karena produksi film melibatkan warga negara asing dan menggunakan wilayah hukum lebih dari satu kepolisian daerah.

"Perizinan dari Mabes Polri karena melibatkan WNA (warga negara asing) dan dua provinsi wilayah hukum Polda Metro Jaya dan Polda Jabar," imbuhnya.

Kehadiran film internasional ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata Indonesia. Lokasi-lokasi yang digunakan sebagai latar pengambilan gambar berpotensi dikenal lebih luas oleh penonton global.

Selain itu, kegiatan produksi ini juga membuka peluang kerja bagi kru lokal serta pelaku industri kreatif di berbagai daerah. Pemerintah daerah dan aparat keamanan pun berupaya memastikan bahwa proses syuting berjalan aman tanpa mengganggu kepentingan publik.

Masyarakat diimbau untuk mengikuti arahan petugas dan memperhatikan rambu pengalihan lalu lintas selama periode produksi berlangsung. Dukungan publik dinilai penting agar proyek film ini dapat berjalan lancar hingga selesai.

Film Extraction: Tygo sendiri menjadi salah satu proyek besar yang mempertemukan aktor papan atas Korea Selatan dengan bintang K-pop ternama. Kolaborasi lintas negara ini diharapkan mampu menarik perhatian pasar internasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai lokasi syuting global.

Dengan pengambilan gambar di berbagai kota, produksi film ini menunjukkan kepercayaan industri perfilman dunia terhadap keamanan dan keragaman lokasi di Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi peluang strategis untuk meningkatkan citra positif Indonesia di mata dunia.

Meskipun ada penutupan jalan dan rekayasa lalu lintas sementara, pemerintah berharap masyarakat dapat memahami bahwa langkah ini bersifat sementara. Keamanan, keselamatan, dan kelancaran aktivitas warga tetap menjadi prioritas utama selama proses syuting berlangsung.

Ke depan, kolaborasi antara industri film internasional dan pemerintah daerah diharapkan semakin erat. Sinergi ini diharapkan mampu membawa manfaat jangka panjang bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi budaya Indonesia di kancah global.

Terkini