Wisata Alam Klasik dan Destinasi Viral Kian Diminati, Kunjungan Turis Terus Meningkat Tajam

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49:10 WIB
Wisata Alam Klasik dan Destinasi Viral Kian Diminati, Kunjungan Turis Terus Meningkat Tajam

JAKARTA - Perubahan gaya berwisata masyarakat terlihat jelas di awal 2026 dengan meningkatnya minat pada destinasi alam di berbagai daerah. Perpaduan wisata klasik yang sarat nostalgia dan lokasi viral berbasis media sosial kini menjadi magnet baru bagi wisatawan.

Destinasi wisata alam di berbagai daerah masih menunjukkan tren kunjungan positif. Perpaduan konsep wisata klasik dan destinasi viral menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Fenomena ini terlihat dari meningkatnya kunjungan ke tempat-tempat wisata yang mengusung pengalaman berbeda. Wisatawan kini tidak hanya mencari keindahan alam, tetapi juga pengalaman emosional dan visual yang dapat dibagikan.

Pengelola destinasi pun mulai mengombinasikan konsep lama yang sudah dikenal dengan pendekatan promosi digital. Strategi ini terbukti efektif menarik kembali wisatawan lama sekaligus menjangkau generasi muda.

Salah satu contoh nyata dapat dilihat di Kota Batu, Jawa Timur. Taman Rekreasi Selecta tetap menjadi magnet bagi wisatawan, khususnya saat akhir pekan.

Taman Rekreasi Selecta, Kota Batu, masih ramai dikunjungi wisatawan saat akhir pekan. Jumlah pengunjung hampir menyentuh 2.000 orang hingga siang hari.

Lonjakan pengunjung ini menunjukkan bahwa destinasi klasik masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Banyak wisatawan datang untuk mengulang kenangan masa lalu bersama keluarga maupun teman lama.

Direktur PT Taman Rekreasi Selecta, Pramono, menyebut mayoritas pengunjung datang untuk bernostalgia. “Sekarang cenderung orang-orang reuni, usianya sudah di atas, bernostalgia masa lalu,” ujarnya dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Minggu 1 Februari 2026.

Menurut Pramono, pengunjung yang datang tidak hanya ingin menikmati suasana alam. Mereka juga ingin kembali merasakan pengalaman masa kecil yang pernah mereka alami di tempat tersebut.

Ia menegaskan bahwa kekuatan utama Selecta terletak pada kelestarian alamnya. Konsep wisata yang mengedepankan kesejukan dan keasrian menjadi nilai jual utama yang terus dipertahankan.

Menurut Pramono, kekuatan Selecta terletak pada alam pegunungan yang tetap terjaga. “Kita mempertahankan keasrian, kesejukan udara, dan air pegunungan yang masih segar,” katanya.

Lingkungan pegunungan yang sejuk membuat wisatawan betah berlama-lama menikmati suasana. Hal ini menjadi keunggulan yang sulit disaingi destinasi buatan lainnya.

Wisata Nostalgia yang Tetap Relevan di Era Digital

Meski dikenal sebagai destinasi klasik, Selecta terus berupaya mengikuti perkembangan zaman. Pengelola menyadari bahwa wisatawan muda membutuhkan pengalaman berbeda yang lebih menantang dan visual.

Selain wisata alam, Selecta juga menyediakan wahana untuk menarik wisatawan muda. “Kami punya wahana ketinggian 30 meter dan sepeda udara yang diminati wisatawan,” ucap Pramono.

Wahana-wahana tersebut menjadi daya tarik baru yang melengkapi konsep wisata nostalgia. Dengan demikian, Selecta dapat menjangkau berbagai segmen usia dalam satu kawasan wisata.

Upaya ini menunjukkan bahwa destinasi lama tidak harus tertinggal oleh tren. Inovasi yang tepat dapat membuat wisata klasik tetap relevan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Keberhasilan Selecta dalam menjaga keseimbangan antara konsep lama dan pembaruan menjadi contoh bagi destinasi lain. Strategi ini terbukti mampu mempertahankan minat pengunjung dari waktu ke waktu.

Di sisi lain, tren wisata modern juga menunjukkan pengaruh kuat media sosial terhadap pilihan destinasi. Wisatawan kini kerap memilih tempat berdasarkan visual menarik yang viral di platform digital.

Perubahan ini terlihat jelas di wilayah Wonosobo, Jawa Tengah. Taman Langit Wonosobo berkembang pesat berkat konten digital yang tersebar luas di media sosial.

Destinasi Viral yang Mengandalkan Pesona Visual Alam

Popularitas Taman Langit meningkat pesat dalam beberapa waktu terakhir. Destinasi ini bahkan menjadi titik awal kunjungan wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan Dieng.

Sementara itu, Taman Langit Wonosobo berkembang pesat berkat tren media sosial. Destinasi ini kini menjadi tujuan awal wisatawan sebelum berkunjung ke Dieng.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kekuatan promosi digital mampu menggeser pola perjalanan wisata. Wisatawan cenderung mengikuti rekomendasi visual yang mereka lihat secara daring.

Admin and Finance Taman Langit Wonosobo, Melvin Zainul, menyebut popularitasnya didorong konten digital. “Sekarang orang ke Wonosobo tujuannya ke Taman Langit dulu, baru ke Dieng,” ujarnya.

Menurut Melvin, wisatawan datang bukan hanya untuk menikmati suasana. Mereka juga ingin mengabadikan momen visual yang khas dan berbeda dari destinasi lainnya.

Ia menjelaskan bahwa kekuatan utama Taman Langit terletak pada panorama alamnya yang memukau. Lanskap pegunungan dan awan menjadi daya tarik yang sulit diabaikan.

Melvin mengatakan daya tarik utama Taman Langit ada pada panorama alam. “Daya tariknya sunrise, Gunung Sindoro, dan lautan awan yang bisa langsung diabadikan,” katanya.

Keindahan tersebut membuat wisatawan rela datang sejak dini hari demi menyaksikan matahari terbit. Pengalaman visual ini kemudian dibagikan melalui media sosial, memperkuat citra destinasi tersebut.

Tren ini memperlihatkan bagaimana media digital memengaruhi preferensi wisatawan modern. Konten visual yang menarik dapat menjadi alat promosi yang sangat efektif tanpa biaya besar.

Perubahan Preferensi Wisatawan dan Tantangan Pengelola

Fenomena ramainya wisata klasik dan destinasi viral menunjukkan perubahan preferensi wisatawan. Pengelola pun dituntut terus berinovasi tanpa meninggalkan karakter utama destinasi.

Wisatawan kini mencari pengalaman yang tidak hanya indah secara visual. Mereka juga menginginkan cerita, kenangan, dan nilai emosional dari setiap perjalanan.

Perpaduan kekuatan alam, sejarah, dan promosi digital dinilai menjadi kunci keberlanjutan wisata. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjaga minat pengunjung dalam jangka panjang.

Strategi ini memungkinkan destinasi lama tetap bersaing dengan lokasi-lokasi baru yang viral. Pengelola yang mampu membaca tren akan lebih mudah mempertahankan eksistensi di industri pariwisata.

Keberhasilan Selecta dan Taman Langit menunjukkan dua pendekatan berbeda yang sama-sama efektif. Keduanya memanfaatkan kekuatan alam sebagai daya tarik utama dengan cara penyampaian yang berbeda.

Destinasi klasik mengandalkan nostalgia dan kenyamanan suasana. Sementara destinasi viral menonjolkan visual spektakuler yang mudah menarik perhatian di dunia digital.

Keduanya membuktikan bahwa wisata alam tetap menjadi favorit di tengah perkembangan teknologi. Alam yang terjaga dan pengalaman autentik menjadi faktor utama yang dicari wisatawan.

Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kualitas pengalaman, wisatawan semakin selektif dalam memilih tujuan perjalanan. Hal ini mendorong pengelola destinasi untuk terus meningkatkan layanan dan fasilitas.

Ke depan, tren perpaduan wisata klasik dan viral diperkirakan akan terus berkembang. Kolaborasi antara pelestarian alam dan strategi promosi digital menjadi kunci utama keberhasilan.

Fenomena ini juga mencerminkan perubahan cara masyarakat menikmati liburan. Wisata tidak lagi sekadar perjalanan, tetapi menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup.

Dengan strategi yang tepat, destinasi wisata dapat terus menarik minat lintas generasi. Baik wisata nostalgia maupun lokasi viral memiliki peluang besar untuk tumbuh berkelanjutan.

Tren positif kunjungan wisata alam di berbagai daerah menjadi sinyal baik bagi sektor pariwisata nasional. Pengelola diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara inovasi dan pelestarian.

Pada akhirnya, kekuatan alam yang dikemas dengan pendekatan kreatif akan tetap menjadi magnet utama wisatawan. Perpaduan sejarah, keindahan alam, dan promosi digital menjadi fondasi kuat bagi masa depan pariwisata.

Terkini