JAKARTA - Kabar baik datang bagi masyarakat yang tengah berbelanja kebutuhan dapur karena sejumlah komoditas pangan utama mengalami penurunan harga pada Jumat pagi. Perubahan ini memberi ruang napas bagi konsumen di tengah dinamika harga bahan pokok yang sebelumnya sempat berfluktuasi.
Harga beberapa komoditas pangan seperti bawang merah, bawang putih bonggol, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah terpantau turun. Penurunan tersebut terlihat dari pemantauan harga rata-rata nasional yang menunjukkan tren lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya.
Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional yang diakses di Jakarta pada Jumat, 30 Januari 2026, harga bawang merah berada di angka Rp39.227 per kilogram. Angka ini turun Rp1.667 dibandingkan Kamis, 29 Januari 2026.
Penurunan harga bawang merah menjadi perhatian karena komoditas ini termasuk bahan pokok yang banyak digunakan masyarakat setiap hari. Perubahan harga ini turut memengaruhi pengeluaran rumah tangga, terutama bagi pelaku usaha kuliner dan ibu rumah tangga.
Harga bawang putih bonggol juga tercatat mengalami penurunan. Komoditas ini kini berada di angka Rp37.961 per kilogram.
Bawang putih menjadi salah satu bahan penting dalam berbagai masakan Nusantara. Dengan turunnya harga, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dapur dengan lebih hemat.
Harga cabai merah keriting ikut turun menjadi Rp34.908 per kilogram. Sementara itu, harga cabai merah besar tercatat Rp34.461 per kilogram.
Cabai menjadi komoditas yang kerap mengalami fluktuasi harga cukup tajam. Penurunan harga ini memberi angin segar bagi konsumen yang sebelumnya harus mengeluarkan biaya lebih besar.
Harga cabai rawit merah juga terpantau turun menjadi Rp54.854 per kilogram. Penurunan ini cukup signifikan mengingat cabai rawit sering menjadi bumbu utama dalam masakan pedas favorit masyarakat.
Selain komoditas hortikultura, beberapa bahan pangan hewani juga mengalami penurunan harga. Daging ayam ras kini tercatat di angka Rp38.476 per kilogram.
Harga telur ayam ras juga menunjukkan tren menurun. Rata-rata nasional telur ayam ras saat ini berada di kisaran Rp29.938 per kilogram.
Penurunan harga daging ayam dan telur ini dinilai penting karena kedua komoditas tersebut menjadi sumber protein utama bagi banyak keluarga. Dengan harga yang lebih terjangkau, konsumsi protein masyarakat diharapkan tetap terjaga.
Pergerakan Harga Beras dan Minyak Goreng
Di tengah penurunan harga sejumlah komoditas, harga beras tercatat relatif stabil. Harga rata-rata nasional beras premium berada di angka Rp15.444 per kilogram.
Untuk beras medium, harga rata-rata nasional tercatat Rp13.250 per kilogram. Sementara itu, beras stabilisasi pasokan dan harga pangan atau SPHP berada di angka Rp12.450 per kilogram.
Stabilnya harga beras menjadi sinyal positif karena komoditas ini merupakan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Konsistensi harga beras membantu menjaga daya beli rumah tangga, terutama menjelang periode tertentu yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi.
Harga minyak goreng curah saat ini tercatat berada di angka Rp17.534 per liter. Sementara minyak goreng kemasan berada di angka Rp20.832 per liter.
MinyaKita, sebagai salah satu produk minyak goreng yang banyak dikonsumsi masyarakat, tercatat berada di harga Rp17.416 per liter. Angka ini menunjukkan relatif stabil dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Minyak goreng menjadi komoditas strategis karena digunakan hampir di setiap rumah tangga. Stabilitas harga minyak goreng membantu menekan biaya memasak harian masyarakat.
Kondisi harga beras dan minyak goreng yang relatif stabil diharapkan dapat menjadi penopang utama kestabilan pengeluaran rumah tangga. Dengan begitu, masyarakat dapat mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan lainnya.
Harga Ikan dan Daging Sapi Mengalami Perubahan
Sementara itu, harga beberapa jenis ikan justru mengalami kenaikan. Ikan kembung naik menjadi Rp44.867 per kilogram.
Harga ikan tongkol tercatat berada di angka Rp35.931 per kilogram. Sedangkan ikan bandeng berada di kisaran Rp35.236 per kilogram.
Kenaikan harga ikan ini menjadi perhatian karena ikan merupakan sumber protein penting bagi masyarakat pesisir maupun perkotaan. Fluktuasi harga ikan sering dipengaruhi faktor cuaca dan pasokan hasil tangkapan.
Di sisi lain, harga daging sapi murni kini berada di angka Rp135.828 per kilogram. Harga ini relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya meskipun masih tergolong tinggi bagi sebagian masyarakat.
Daging sapi menjadi salah satu komoditas dengan permintaan tinggi, terutama menjelang hari-hari besar tertentu. Stabilitas harga daging sapi penting untuk menjaga daya beli konsumen.
Perubahan harga ikan dan daging sapi menunjukkan bahwa tidak semua komoditas mengalami tren penurunan. Kondisi ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan yang berbeda di setiap sektor pangan.
Masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan pola belanja dengan kondisi harga yang berlaku. Dengan begitu, kebutuhan gizi tetap terpenuhi tanpa harus membebani anggaran secara berlebihan.
Gula, Tepung, dan Bahan Pokok Lainnya
Selain komoditas utama, harga gula konsumsi tercatat berada di angka Rp18.089 per kilogram. Angka ini relatif stabil dan masih dalam rentang harga yang dapat dijangkau masyarakat.
Harga tepung terigu kemasan berada di angka Rp12.630 per kilogram. Sementara itu, harga terigu curah tercatat Rp9.442 per kilogram.
Tepung terigu menjadi bahan penting untuk berbagai produk olahan rumah tangga dan usaha kecil. Stabilitas harga tepung membantu pelaku UMKM menjaga biaya produksi.
Pergerakan harga gula dan tepung yang relatif stabil menunjukkan pasokan kedua komoditas tersebut masih dalam kondisi aman. Hal ini penting untuk menjaga kelancaran aktivitas konsumsi dan produksi masyarakat.
Turunnya harga sejumlah komoditas hortikultura dan protein hewani memberikan dampak positif bagi daya beli konsumen. Masyarakat dapat menikmati harga yang lebih terjangkau untuk kebutuhan harian.
Stabilnya harga beras dan minyak goreng juga menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi pangan tetap terkendali. Dengan kondisi ini, tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga diharapkan dapat diminimalkan.
Kondisi harga pangan yang cenderung menurun dan stabil pada akhir Januari 2026 ini memberikan sinyal positif bagi pasar. Hal ini menunjukkan adanya keseimbangan antara pasokan dan permintaan di berbagai sektor pangan.
Dengan harga bawang merah, bawang putih bonggol, dan cabai yang lebih rendah, masyarakat dapat lebih leluasa memenuhi kebutuhan dapur. Penurunan harga ini juga berdampak pada sektor usaha kecil seperti warung makan dan pedagang kaki lima.
Turunnya harga daging ayam ras dan telur ayam ras turut membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber protein hewani. Hal ini penting untuk menjaga kualitas gizi keluarga, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Meskipun beberapa komoditas seperti ikan mengalami kenaikan harga, kondisi keseluruhan pasar pangan masih tergolong kondusif. Masyarakat diharapkan dapat tetap bijak dalam berbelanja dan menyesuaikan kebutuhan dengan kondisi pasar.
Perubahan harga pangan juga menjadi indikator penting bagi stabilitas ekonomi rumah tangga. Dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat dapat mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain seperti pendidikan dan kesehatan.
Tren penurunan harga sejumlah bahan pokok ini menjadi momentum positif bagi konsumen. Kondisi ini diharapkan dapat terus terjaga dalam beberapa waktu ke depan.
Dengan demikian, pergerakan harga pangan pada Jumat, 30 Januari 2026, memberikan gambaran bahwa pasar berada dalam kondisi relatif stabil. Masyarakat pun dapat memanfaatkan situasi ini untuk mengatur pengeluaran dengan lebih baik.
Ke depan, pemantauan harga pangan tetap diperlukan untuk memastikan stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga. Hal ini penting agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.