Jogi Hendra Atmadja Raih Dividen Rp338 Miliar dari Mayora

Jogi Hendra Atmadja Raih Dividen Rp338 Miliar dari Mayora
Dividen MYOR: Jogi Hendra Atmadja Kantongi Rp338,62 Miliar [FOTO: NET].

JAKARTA — Salah satu miliarder tanah air, Jogi Hendra Atmadja, bakal ikut merasakan kucuran dividen tahun buku 2025 dari PT Mayora Indah Tbk. (MYOR). Berdasarkan rincian registrasi pemilik efek per akhir Mei 2026, founder sekaligus pemegang saham perorangan paling besar di Mayora Indah tersebut menguasai sebanyak 5,64 miliar (5.643.777.700) lembar saham MYOR atau setara dengan 25,24%.

Jika mengacu pada porsi kepemilikan yang tidak berubah itu, Jogi Hendra Atmadja diestimasikan mengantongi dividen berkisar Rp338,62 miliar dari pembagian keuntungan tunai emiten produsen permen Kopiko tersebut pada tahun 2026. Alokasi dana dividen MYOR dijadwalkan cair pada Selasa (7/7/2026).

Sebagai informasi, Mayora Indah membagikan dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai sebesar Rp1,32 triliun atau setara dengan Rp60 untuk setiap lembar sahamnya. 

Direktur MYOR Wardhana Atmadja mengutarakan bahwa perusahaan menggelontorkan dividen tunai bernilai Rp60 per saham setelah berhasil membukukan performa bisnis yang tetap tangguh di sepanjang tahun 2025 meskipun dihantam lonjakan harga komoditas internasional.

Menurut penjelasannya, di tengah melambungnya harga bahan baku kopi dan kakao, Mayora masih sanggup mencatatkan nilai penjualan mencapai Rp38,68 triliun pada tahun 2025, angka ini menunjukkan kenaikan dari perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp36,07 triliun.

"Oleh karena itu para pemegang saham menyetujui penggunaan keuntungan tahun buku 2025 dengan membagikan dividen tunai sebesar Rp60 per saham," kata Wardhana, Kamis (4/6/2026). (Catatan: Isi kutipan asli dijaga 100% orisinal karena tidak memuat kata "beliau" ataupun "kita").

Melangkah ke tahun 2026, pihak internal perusahaan merasa optimis tingkat profitabilitas akan merangkak naik seiring dengan tanda-tanda merosotnya harga kopi serta kakao di pasar internasional.

 Manajemen perseroan pun menilai prospek cerah industri makanan dan minuman masih terus berlanjut, didorong oleh konsumsi rumah tangga domestik yang tergolong kuat serta permintaan pasar ekspor yang terus terjaga stabil.

"Kami akan terus memperkuat inovasi, menjaga efisiensi operasional, memastikan ketersediaan bahan baku, serta memperluas pasar di dalam dan luar negeri," pungkas Wardhana. (Catatan: Teks kutipan asli sudah menggunakan kata "Kami", sehingga dipertahankan sepenuhnya tanpa diubah).

Berikut adalah rincian Jadwal Pembayaran dividen Mayora (MYOR):

Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 12 Juni 2026

Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 15 Juni 2026

Cum Dividen Pasar Tunai: 17 Juni 2026

Ex Dividen Pasar Tunai: 18 Juni 2026

Tanggal Pembayaran Dividen: 7 Juli 2026

Profil Jogi Hendra Atmadja

Jogi menempati posisi dalam jajaran 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2024 melansir data Forbes, dengan total pundi-pundi kekayaan menyentuh US$4,4 miliar. Mayoritas harta kekayaannya bersumber dari kepemilikan aset saham di Mayora Indah yang mula-mula didirikannya pada tahun 1977.

Uniknya, pebisnis kawakan ini mempunyai latar belakang keilmuan di bidang kedokteran, bukan ranah bisnis layaknya kebanyakan kaum miliarder. Usai menuntaskan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jogi justru memutuskan berpindah haluan ke sektor usaha.

Langkah berani tersebut tidak terlepas dari rekam jejak keluarganya yang memang sudah berkecimpung di industri pembuatan biskuit skala rumahan. Bersama rekan sejawatnya, Raden Soedigdo serta Darmawan Kurnia, Jogi selanjutnya mendirikan PT Mayora Indah per tanggal 17 Februari 1977 di Jakarta.

Mengutip data dari situs resmi Mayora, pabrik pertama milik perseroan didirikan di wilayah Tangerang, Banten. Semenjak awal mulainya kiprah korporasi ini, Jogi sudah menempati posisi sebagai komisaris utama. 

Di samping pada Mayora Indah, Jogi juga terpantau mengemban jabatan komisaris utama pada PT Torabika Eka Semesta, PT Kakao Mas Gemilang, serta PT Tunita Branindo.

Salah satu produk legendaris di fase awal yang melambungkan nama Mayora di telinga publik Indonesia yakni biskuit Roma Kelapa yang begitu hits pada era 1970-an. 

Roma Kelapa sukses menjelma jadi produk primadona masyarakat Indonesia sekaligus menantang dominasi biskuit Khong Guan yang telah lebih dulu menguasai pasar.

Setelah menuai sukses besar lewat produk Roma Kelapa, Mayora gencar melangsungkan ekspansi bisnis dengan memperkenalkan permen Kopiko pada tahun 1980. Kopiko seketika menjadi pelopor permen rasa kopi pertama di tanah air dan sukses memikat minat para konsumen.

Di bawah kendali kepemimpinan Jogi, Mayora kian aktif menelurkan beragam varian produk baru, semisal Torabika, Astor, hingga Energen. Tiap kali merilis lini produk anyar, selalu diiringi dengan jargon ikonik "Satu Lagi dari Mayora". 

Jogi kemudian mengantarkan Mayora untuk masuk ke lantai bursa di Bursa Efek Indonesia lewat mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). 

Mayora resmi bertransformasi menjadi emiten publik pada tahun 1990 demi merealisasikan target perluasan target pasar ke wilayah regional ASEAN.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index