JAKARTA - Momentum Ramadan tahun 2026 membawa perubahan ritme kegiatan belajar mengajar di Indonesia yang terasa berbeda dari bulan biasa. Penyesuaian ini dilakukan agar kegiatan pendidikan tetap berjalan seimbang dengan suasana ibadah selama bulan suci.
Banyak keluarga mulai merencanakan aktivitas bersama sejak jauh hari karena kalender pendidikan sudah memberikan gambaran cukup jelas. Tidak sedikit pula orang tua yang memanfaatkan periode ini untuk mengatur waktu belajar anak sekaligus memperkuat kebersamaan keluarga.
Kebijakan yang mengatur kegiatan sekolah selama Ramadan tahun ini telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah melalui Surat Edaran Bersama atau SEB 3 Menteri. Aturan tersebut memberikan panduan teknis mengenai pola pembelajaran sekaligus masa libur yang mengiringi Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
Melalui kebijakan ini, siswa tidak sepenuhnya diliburkan, melainkan menjalani kombinasi antara belajar mandiri di rumah dan libur kalender nasional. Pendekatan tersebut dirancang agar proses pendidikan tetap berlangsung tanpa mengurangi kekhusyukan menjalankan ibadah puasa.
Dasar Kebijakan Libur Sekolah Ramadan 2026
Kebijakan libur sekolah Ramadan 2026 diatur melalui SEB 3 Menteri yang melibatkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri. Kolaborasi lintas kementerian ini bertujuan memastikan keputusan yang diambil selaras antara kebutuhan pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat.
Aturan tersebut juga diperkuat melalui SKB 3 Menteri mengenai Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026. Dengan adanya dasar hukum ini, pelaksanaan kegiatan belajar selama Ramadan memiliki landasan administratif yang jelas dan seragam di berbagai daerah.
Pemerintah menekankan bahwa siswa tetap menjalankan proses pembelajaran meskipun sebagian dilakukan secara mandiri di rumah. Sistem ini memberi fleksibilitas tanpa menghilangkan tanggung jawab akademik peserta didik.
Penyesuaian metode belajar menjadi salah satu strategi agar siswa dapat mengatur waktu antara tugas sekolah dan aktivitas ibadah. Model pembelajaran seperti ini juga diharapkan melatih kemandirian serta disiplin belajar di luar kelas.
Rangkaian Jadwal Libur dan Pembelajaran Februari 2026
Pada Februari 2026, kalender pendidikan sudah mulai mengalami penyesuaian sejak pertengahan bulan. Sejumlah tanggal ditetapkan sebagai libur nasional, cuti bersama, serta hari belajar dari rumah.
Berikut rincian jadwal pada Februari 2026:
14–15 Februari (Sabtu–Minggu): Libur akhir pekan.
16 Februari (Senin): Libur Nasional Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
17 Februari (Selasa): Cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
18–21 Februari: Pembelajaran di rumah.
22 Februari (Minggu): Libur akhir pekan.
28 Februari (Sabtu): Libur akhir pekan.
Rangkaian jadwal tersebut menjadi awal penyesuaian kegiatan belajar menjelang masuknya bulan Ramadan. Masa pembelajaran di rumah memberikan kesempatan siswa beradaptasi dengan pola belajar yang lebih fleksibel.
Perubahan ritme ini juga membantu sekolah menyiapkan sistem pembelajaran yang tidak sepenuhnya bergantung pada tatap muka. Guru tetap memberikan materi dan tugas agar capaian kurikulum tidak terganggu.
Penyesuaian Kalender Pendidikan Selama Maret 2026
Memasuki Maret 2026, jadwal libur dan kegiatan keagamaan semakin padat karena bertepatan dengan periode Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Kalender pendidikan disusun untuk mengakomodasi kebutuhan spiritual sekaligus menjaga kesinambungan proses belajar.
Berikut rincian jadwal pada Maret 2026:
1 Maret (Minggu): Libur akhir pekan.
7–8 Maret (Sabtu–Minggu): Libur akhir pekan.
14–15 Maret (Sabtu–Minggu): Libur akhir pekan.
16–17 Maret: Libur bersama Idulfitri (khusus sekolah, madrasah, PAUD).
18 Maret: Cuti bersama Hari Suci Nyepi dan libur Idulfitri.
19 Maret: Libur Nasional Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948).
20 Maret: Cuti bersama Idulfitri 1447 H.
21–22 Maret: Libur Nasional Idulfitri 1447 H.
23–28 Maret: Cuti bersama dan libur Idulfitri.
29 Maret (Minggu): Libur akhir pekan.
Siswa dijadwalkan kembali masuk sekolah pada Senin, 30 Maret 2026. Tanggal tersebut menandai berakhirnya rangkaian libur panjang sekaligus dimulainya kembali kegiatan belajar normal.
Susunan kalender ini menunjukkan adanya integrasi antara hari besar keagamaan nasional dan sistem pendidikan. Pemerintah berupaya memastikan tidak ada benturan kepentingan antara kewajiban akademik dan tradisi masyarakat.
Perhitungan Total Libur Sekolah Ramadan 2026
Perkiraan awal 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 19 Februari 2026. Perhitungan ini menjadi acuan dalam menyusun durasi pembelajaran mandiri dan hari libur yang mengikutinya.
Berdasarkan perhitungan kalender akademik dan hari libur nasional, jumlah hari libur dapat berbeda tergantung sistem sekolah yang diterapkan. Perbedaan ini terutama dipengaruhi jumlah hari belajar dalam satu pekan.
Rinciannya adalah sebagai berikut:
Sistem sekolah 5 hari (Senin–Jumat): total 24 hari libur termasuk pembelajaran di rumah, cuti bersama, libur nasional, dan akhir pekan.
Sistem sekolah 6 hari (Senin–Sabtu): sekitar 21 hari libur.
Artinya, siswa yang mengikuti sistem 5 hari sekolah per minggu bisa menikmati 24 hari libur sekolah Ramadan 2026. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari berbagai jenis libur, bukan hanya libur penuh tanpa kegiatan belajar.
Model penghitungan ini sering menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat karena adanya istilah belajar dari rumah yang tetap dihitung dalam penyesuaian kalender. Meski demikian, kegiatan akademik tetap berlangsung sehingga tidak sepenuhnya dianggap libur total.
Makna Libur Ramadan bagi Siswa dan Keluarga
Libur Ramadan bukan sekadar jeda akademik, tetapi juga kesempatan membangun keseimbangan antara pendidikan dan nilai keagamaan. Banyak keluarga memanfaatkan waktu ini untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kebersamaan.
Dengan jadwal yang telah ditetapkan, orang tua dapat merencanakan kegiatan anak secara lebih terstruktur selama di rumah. Aktivitas belajar mandiri dapat dipadukan dengan pembiasaan ibadah harian.
Bagi siswa, periode ini menjadi pengalaman belajar yang berbeda karena tidak selalu berlangsung di ruang kelas formal. Mereka belajar mengatur waktu sendiri sekaligus tetap menyelesaikan tanggung jawab akademik.
Pendekatan ini juga mendorong terciptanya pola pendidikan yang lebih adaptif terhadap kondisi sosial dan budaya. Sistem pendidikan diharapkan mampu menyesuaikan diri tanpa kehilangan esensi pembelajaran.
Pada akhirnya, kebijakan libur sekolah Ramadan 2026 merupakan bentuk penyesuaian nasional yang mempertimbangkan banyak aspek sekaligus. Mulai dari kebutuhan pendidikan, kalender keagamaan, hingga keseimbangan kehidupan keluarga.
Dengan jadwal yang telah tersusun rapi, masyarakat kini memiliki kepastian dalam merencanakan aktivitas selama Ramadan hingga Lebaran. Kepastian tersebut menjadi kunci agar kegiatan belajar dan ibadah dapat berjalan selaras sepanjang periode suci ini.