KAI

Aturan Baru Naik KAI Jabodebek Saat Ramadhan 2026 Penumpang Kini Boleh Berbuka di Perjalanan

Aturan Baru Naik KAI Jabodebek Saat Ramadhan 2026 Penumpang Kini Boleh Berbuka di Perjalanan
Aturan Baru Naik KAI Jabodebek Saat Ramadhan 2026 Penumpang Kini Boleh Berbuka di Perjalanan

JAKARTA - Bulan Ramadhan selalu membawa perubahan pada pola aktivitas masyarakat perkotaan yang tetap harus bermobilitas di tengah ibadah puasa. Situasi inilah yang mendorong adanya penyesuaian layanan transportasi agar perjalanan tetap nyaman tanpa mengganggu waktu berbuka.

Menjawab kebutuhan tersebut, Kereta Api Indonesia kembali menghadirkan kebijakan khusus bagi pengguna LRT Jabodebek selama Ramadhan 2026. Penumpang kini diperbolehkan berbuka puasa di dalam kereta maupun di area stasiun pada waktu tertentu.

Kebijakan ini menjadi bentuk adaptasi layanan transportasi publik terhadap kebiasaan masyarakat saat bulan suci. Banyak pengguna masih berada dalam perjalanan ketika azan Magrib berkumandang, terutama pada jam pulang kerja.

Dengan adanya aturan ini, perjalanan tidak lagi menjadi penghalang untuk menjalankan ibadah secara tepat waktu. Penumpang tetap dapat berbuka dengan tenang tanpa harus terburu-buru turun dari kereta.

Kelonggaran Waktu Berbuka di Area Kereta dan Stasiun

Selama Ramadhan, penumpang diperbolehkan berbuka puasa di dalam rangkaian kereta maupun di area stasiun. Waktu yang diberikan dimulai sejak azan Magrib hingga pukul 19.00 WIB.

Rentang waktu tersebut disiapkan untuk memberikan kesempatan yang cukup bagi pengguna menyelesaikan perjalanan sekaligus berbuka. Aturan ini juga dirancang agar tidak mengganggu operasional transportasi secara keseluruhan.

Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk pelayanan kepada pengguna. Penyesuaian dilakukan agar masyarakat tetap nyaman menjalankan ibadah tanpa mengganggu ketertiban perjalanan.

Kondisi mobilitas yang tinggi di kawasan Jabodebek menjadi salah satu alasan utama kebijakan ini diterapkan kembali. Banyak penumpang masih berada di dalam sistem transportasi ketika waktu berbuka tiba.

Kebijakan tersebut secara khusus mengakomodasi kebutuhan pengguna pada periode sibuk sepulang kerja. Waktu tersebut dikenal sebagai jam dengan jumlah pergerakan penumpang paling tinggi setiap harinya.

Jenis Konsumsi yang Diperbolehkan Saat Berbuka

Meski diperbolehkan makan dan minum, terdapat aturan yang harus dipatuhi oleh seluruh pengguna. Penumpang hanya diizinkan mengonsumsi makanan dan minuman ringan.

“Saat waktu berbuka, pengguna LRT Jabodebek diperbolehkan mengonsumsi makanan dan minuman ringan seperti kurma, roti, dan air minum. Namun, tidak diperkenankan mengonsumsi makanan berat atau yang berbau menyengat demi menjaga kenyamanan bersama,” ujarnya, Rabu, 18 Februari 2026.

Pembatasan jenis makanan dilakukan untuk menjaga kenyamanan seluruh penumpang di dalam kereta. Aroma makanan yang terlalu kuat dikhawatirkan dapat mengganggu pengguna lain dalam ruang terbatas.

Selain itu, makanan berat berpotensi menimbulkan kotoran atau tumpahan yang bisa mengganggu kebersihan fasilitas umum. Oleh sebab itu, aturan dibuat sederhana namun tetap memperhatikan kebutuhan berbuka.

Contoh makanan dan minuman yang diperbolehkan antara lain:

Kurma

Roti

Air minum

Camilan ringan secukupnya

Penumpang diimbau membawa makanan praktis yang mudah dikonsumsi tanpa menimbulkan sampah berlebih. Hal ini bertujuan menjaga ketertiban selama perjalanan berlangsung.

Fasilitas Tambahan untuk Mendukung Kenyamanan Penumpang

Selain memberikan kelonggaran berbuka puasa, LRT Jabodebek juga menyediakan fasilitas air minum gratis di seluruh stasiun. Layanan ini dapat dimanfaatkan pengguna yang tidak sempat membawa bekal.

Penyediaan air minum menjadi bentuk dukungan tambahan agar penumpang tetap dapat membatalkan puasa tepat waktu. Fasilitas tersebut juga membantu mengurangi kebutuhan membawa barang tambahan selama perjalanan.

KAI mengimbau seluruh penumpang untuk tetap menjaga kebersihan selama berbuka di dalam kereta. Kesadaran bersama menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan layanan publik.

“Sampah sisa makanan dan minuman diminta untuk disimpan terlebih dahulu, dan dibuang di tempat sampah yang tersedia di stasiun tujuan,” tambahnya. Imbauan ini menegaskan pentingnya disiplin pengguna dalam memanfaatkan kebijakan yang diberikan.

Penumpang diminta tidak meninggalkan sampah di kursi maupun area lantai kereta. Kebersihan yang terjaga akan memastikan fasilitas tetap nyaman digunakan seluruh masyarakat.

Langkah ini juga menjadi bagian dari edukasi penggunaan transportasi publik yang bertanggung jawab. Dengan demikian, kebijakan Ramadhan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap operasional harian.

Operasional Perjalanan Tetap Normal Selama Ramadhan

Dari sisi operasional, layanan LRT Jabodebek tetap berjalan sesuai jadwal reguler tanpa pengurangan perjalanan. Sistem transportasi tetap mengutamakan ketepatan waktu dan keselamatan pengguna.

Jumlah perjalanan mencapai 430 perjalanan pada hari kerja atau weekday. Sementara itu, pada akhir pekan, hari libur nasional, serta cuti bersama dilayani sebanyak 270 perjalanan.

Frekuensi tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perubahan signifikan pada pola operasional meskipun terdapat kebijakan khusus Ramadhan. Layanan tetap dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat secara maksimal.

KAI memastikan bahwa aspek keselamatan, ketertiban, dan efisiensi perjalanan tetap menjadi prioritas utama. Kebijakan berbuka puasa tidak mengubah standar operasional yang telah berlaku.

Dengan tetap normalnya jumlah perjalanan, masyarakat dapat merencanakan aktivitas tanpa kekhawatiran akan gangguan layanan. Transportasi publik tetap menjadi andalan mobilitas harian selama bulan suci.

Penyesuaian ini justru memperkuat peran transportasi massal sebagai fasilitas yang inklusif terhadap kebutuhan keagamaan masyarakat. Layanan publik diharapkan mampu berjalan selaras dengan momen spiritual tahunan.

Harapan bagi Pengguna Selama Bulan Suci

Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih manusiawi selama Ramadhan. Penumpang tidak lagi dihadapkan pada dilema antara mengejar waktu berbuka atau melanjutkan perjalanan.

KAI berharap pengguna LRT Jabodebek dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman tanpa mengurangi aspek keselamatan perjalanan. Dukungan ini menjadi bagian dari pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kebijakan tersebut dengan penuh tanggung jawab. Kepatuhan terhadap aturan akan menentukan keberlanjutan kebijakan serupa di masa mendatang.

Momentum Ramadhan menjadi kesempatan untuk membangun budaya saling menghormati di ruang publik. Transportasi bukan hanya sarana perpindahan, tetapi juga ruang interaksi sosial yang harus dijaga bersama.

Dengan kerja sama antara operator dan pengguna, layanan transportasi tetap dapat berjalan tertib meskipun ada aktivitas tambahan seperti berbuka puasa. Kesadaran kolektif menjadi kunci terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index