BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan untuk Guru Ngaji Tangerang Utara Jadi Langkah Nyata Kolaborasi Pemerintah dan Komunitas

BPJS Ketenagakerjaan untuk Guru Ngaji Tangerang Utara Jadi Langkah Nyata Kolaborasi Pemerintah dan Komunitas
BPJS Ketenagakerjaan untuk Guru Ngaji Tangerang Utara Jadi Langkah Nyata Kolaborasi Pemerintah dan Komunitas

JAKARTA - Upaya menghadirkan rasa aman bagi para pekerja rentan terus menunjukkan perkembangan nyata di Kabupaten Tangerang. Kali ini perhatian diberikan kepada para guru ngaji yang selama ini mengabdi dalam senyap tanpa perlindungan kerja yang memadai.

Sebanyak 500 guru ngaji yang tersebar di wilayah pesisir Utara kini resmi terdaftar sebagai penerima jaminan sosial ketenagakerjaan. Program ini menjadi bagian dari langkah konkret memperluas perlindungan bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh sistem formal.

Kehadiran jaminan sosial tersebut tidak hanya dimaknai sebagai bantuan administratif, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan atas peran besar mereka dalam membangun karakter generasi muda. Para guru ngaji selama ini menjalankan tugas pendidikan keagamaan secara konsisten meskipun dalam keterbatasan.

Program ini terwujud melalui kolaborasi antara komunitas Kawan Muda 17, Pemerintah Kabupaten Tangerang, BPJS Ketenagakerjaan, serta dukungan pihak swasta PIK 2. Sinergi lintas sektor ini menjadi contoh bahwa perlindungan sosial dapat dicapai melalui kerja bersama, bukan hanya mengandalkan pemerintah semata.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Aula Kecamatan Mauk pada Jumat, 13 Februari. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting yang menandai dimulainya perlindungan resmi bagi ratusan guru ngaji di kawasan tersebut.

Peran Guru Ngaji yang Selama Ini Kurang Terlihat

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menegaskan bahwa guru ngaji memiliki peran fundamental dalam menjaga nilai moral masyarakat. Mereka bekerja tanpa mengenal batas waktu dan sering kali tidak memikirkan imbalan materi.

Menurutnya, para pengajar agama tersebut adalah fondasi pembentukan akhlak generasi muda yang tidak dapat digantikan oleh teknologi ataupun sistem pendidikan formal semata. Namun realitas menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka belum memiliki jaminan perlindungan kerja.

”Alhamdulillah, sekarang BPJS dan PIK 2 menjamin 500 guru ngaji. Ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap mereka yang terus mengajar tanpa kenal waktu,” ujar Maesyal Rasyid dalam sambutannya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa negara harus hadir untuk memastikan para pengabdian sosial tetap memiliki perlindungan dasar. Jaminan sosial menjadi langkah awal untuk menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata.

Ia menjelaskan bahwa penerima manfaat berasal dari sejumlah kecamatan di wilayah Utara Kabupaten Tangerang. Wilayah tersebut dikenal memiliki aktivitas sosial keagamaan yang tinggi serta komunitas pesisir yang dinamis.

Adapun lima kecamatan yang menjadi sasaran program ini meliputi:

Mauk

Kosambi

Pakuhaji

Teluk Naga

Sukadiri

Wilayah-wilayah tersebut dipilih karena memiliki jumlah guru ngaji yang besar serta tingkat kerentanan ekonomi yang masih memerlukan perhatian. Pemerintah daerah berharap perlindungan ini dapat menjadi model untuk wilayah lainnya.

Komitmen Perlindungan bagi Ratusan Ribu Pekerja Rentan

Bupati juga mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari rencana besar pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sosial secara luas. Pemkab Tangerang telah mengalokasikan anggaran untuk melindungi sekitar 500 ribu pekerja rentan dari berbagai profesi.

Kelompok yang menjadi perhatian tidak hanya guru ngaji, tetapi juga masyarakat yang bekerja di sektor informal dengan tingkat risiko tinggi. Mereka kerap bekerja tanpa kepastian penghasilan maupun perlindungan ketika terjadi kecelakaan kerja.

Beberapa profesi yang masuk dalam kategori penerima perlindungan antara lain:

Nelayan

Tukang becak

Sopir angkutan kota

Pengemudi ojek

Pekerja informal lainnya

Langkah tersebut menunjukkan bahwa kebijakan sosial kini diarahkan untuk menjangkau kelompok yang selama ini berada di luar sistem jaminan tenaga kerja. Pemerintah ingin memastikan bahwa pembangunan tidak meninggalkan masyarakat kecil.

Bupati turut mengapresiasi kontribusi pihak swasta yang telah berperan aktif dalam berbagai program pembangunan daerah. Dukungan tersebut mencakup pembangunan infrastruktur jalan, penyediaan sarana olahraga, pengembangan koperasi desa, program bedah rumah, hingga bantuan sosial bagi masyarakat.

Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa tanggung jawab sosial dapat dijalankan secara bersama-sama antara pemerintah dan dunia usaha. Dengan kerja kolektif, manfaat yang dirasakan masyarakat menjadi lebih luas dan berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan harapan agar cakupan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan terus diperluas di masa mendatang. Wilayah pesisir Utara diharapkan menjadi prioritas karena memiliki jumlah pekerja informal yang cukup besar.

”Saya berharap bantuan ini terus berkembang, tidak hanya untuk guru ngaji, tetapi juga nelayan dan pekerja rentan lainnya agar membawa keberkahan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Keterampilan

Selain penyerahan jaminan sosial, kegiatan tersebut juga diisi dengan pelatihan tata rias atau makeup gratis bagi masyarakat sekitar. Pelatihan ini diinisiasi oleh Kawan Muda 17 sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi warga.

Program pelatihan dirancang agar masyarakat memiliki keterampilan tambahan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan baru. Dengan kemampuan praktis, warga diharapkan mampu menciptakan peluang usaha mandiri di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa perlindungan sosial tidak cukup hanya dengan bantuan administratif, tetapi juga perlu diiringi peningkatan kapasitas masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan kemandirian ekonomi dalam jangka panjang.

Ketua Kawan Muda 17 Herdi menegaskan bahwa gerakan kepemudaan harus mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Ia menyebutkan bahwa inisiatif ini membawa semangat “Berdaya Melalui Pengabdian dan Cinta”.

”Guru ngaji adalah penjaga nilai generasi kita. Sudah seharusnya mereka mendapatkan perlindungan layak. Kami akan terus mendorong kolaborasi agar lebih banyak pekerja rentan yang terlindungi dan masyarakat yang diberdayakan,” tegas Herdi.

Pesan tersebut menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjawab persoalan sosial melalui aksi konkret. Kolaborasi lintas generasi dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang inklusif.

Harapan Jangka Panjang bagi Kawasan Pesisir Tangerang

Dengan adanya jaminan BPJS Ketenagakerjaan, para guru ngaji kini dapat menjalankan tugas mereka dengan rasa aman dan kepastian perlindungan. Mereka tidak lagi sepenuhnya berada dalam kondisi rentan ketika menghadapi risiko kerja.

Rasa aman tersebut diharapkan mampu meningkatkan semangat pengabdian serta memperkuat peran mereka sebagai penjaga nilai moral masyarakat. Pendidikan keagamaan yang mereka berikan menjadi investasi sosial yang sangat berharga bagi masa depan daerah.

Di sisi lain, pelatihan keterampilan yang diberikan kepada masyarakat membuka peluang baru dalam meningkatkan taraf hidup keluarga. Kemandirian ekonomi menjadi tujuan penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu berkembang secara berkelanjutan.

Program ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian kebijakan sosial yang lebih luas dan menyentuh lebih banyak kelompok rentan. Pemerintah bersama komunitas dan sektor swasta berkomitmen menjaga kesinambungan upaya tersebut.

Melalui langkah nyata ini, Kabupaten Tangerang menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga perlindungan manusia yang menjalankan roda kehidupan sehari-hari. Kolaborasi yang terbangun menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui tindakan bersama yang terarah dan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index