JAKARTA - Harga emas Antam kembali mencatat tren penurunan pada perdagangan Rabu. Pukul 09.03 WIB, harga emas turun Rp40.000, dari Rp2.918.000 menjadi Rp2.878.000 per gram.
Buyback emas Antam juga mengalami penurunan, tercatat menjadi Rp2.655.000 per gram. Penurunan ini menandai tren koreksi harga emas sejak 16 Februari, yang memengaruhi strategi investasi para pemegang emas.
Harga Pecahan Emas Antam Terbaru
Berbagai pecahan emas Antam juga mengikuti tren penurunan harga. Untuk emas 0,5 gram dijual Rp1.489.000, emas 1 gram Rp2.878.000, dan emas 2 gram Rp5.696.000.
Sementara emas 5 gram dibanderol Rp14.165.000, 10 gram Rp28.275.000, dan 25 gram Rp70.562.000. Emas pecahan besar, seperti 100 gram, dijual Rp282.012.000, dan 1.000 gram mencapai Rp2.818.600.000.
Aturan Pajak untuk Transaksi Emas
Setiap transaksi penjualan emas dikenakan potongan pajak sesuai PMK No. 34/PMK.10/2017. Bagi transaksi buyback di atas Rp10 juta, PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen berlaku untuk pemegang NPWP, dan 3 persen untuk non-NPWP.
Pembayaran PPh 22 dipotong langsung dari nilai buyback, sedangkan pembelian emas batangan juga dikenakan pajak 0,45 persen untuk NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian disertai bukti potong pajak untuk keperluan administrasi.
Imbas Penurunan Harga Emas bagi Investor
Turunnya harga emas menjadi sinyal bagi investor untuk meninjau ulang portofolio. Strategi investasi emas bisa disesuaikan, misalnya dengan membeli emas pecahan kecil atau memanfaatkan buyback sebagai lindung nilai.
Koreksi harga juga menghadirkan peluang bagi investor yang ingin menambah kepemilikan emas. Pergerakan harga emas sebaiknya dipantau secara rutin agar keputusan investasi lebih tepat.
Tips Memaksimalkan Investasi Emas di Tengah Fluktuasi
Investor disarankan mencermati tren harian dan mingguan harga emas sebelum membeli atau menjual. Diversifikasi pecahan emas dan mempertimbangkan pajak dalam perhitungan biaya total akan membantu mengoptimalkan keuntungan.
Selain itu, pemahaman mengenai buyback, pajak, dan tren pasar emas lokal maupun global penting. Dengan informasi lengkap, investor dapat memanfaatkan penurunan harga sebagai momentum investasi jangka panjang.