Adira Finance

Adira Finance Targetkan NPF Tetap Rendah Sambil Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Dobel Digit 2026

Adira Finance Targetkan NPF Tetap Rendah Sambil Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Dobel Digit 2026
Adira Finance Targetkan NPF Tetap Rendah Sambil Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Dobel Digit 2026

JAKARTA - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menetapkan target ketat untuk menjaga tingkat Non Performing Financing (NPF) di bawah 2,5 persen. Strategi ini menjadi fokus utama perusahaan untuk memastikan pertumbuhan bisnis tetap sehat sekaligus mengurangi risiko kredit macet.

Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani, menegaskan bahwa target tersebut selalu tercapai jika melihat tren pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan konsistensi manajemen dalam menerapkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko secara berkelanjutan.

Kinerja NPF Adira Finance Terus Membaik

Gani menyampaikan pencapaian NPF Adira Finance pada akhir 2025 mencapai 2 persen, lebih baik dibandingkan posisi pada 2024. Pada tahun sebelumnya, NPF perusahaan sempat berada di kisaran 2,1 hingga 2,2 persen, menunjukkan adanya perbaikan bertahap.

Angka NPF Adira Finance juga lebih rendah dibanding rata-rata industri multifinance yang berada di level 2,44 persen. Hal ini menegaskan bahwa perusahaan mampu mengelola risiko kredit dengan lebih efektif daripada sebagian besar kompetitor di sektor yang sama.

Strategi Efektif Menekan Risiko Kredit

Adira Finance menerapkan berbagai upaya untuk menjaga NPF tetap stabil, salah satunya melalui manajemen risiko yang ketat. Perusahaan memastikan setiap pembiayaan diberikan sesuai dengan risk appetite, atau batas risiko yang siap ditanggung, agar potensi kredit macet bisa diminimalkan.

Selain itu, perusahaan juga menekankan kegiatan penagihan yang efektif dan strategis. Dengan pendekatan ini, potensi kredit bermasalah bisa dikendalikan sejak awal sehingga NPF tetap berada di level rendah.

Perusahaan juga menambah jumlah karyawan di titik-titik operasional tertentu untuk memastikan proses pelayanan dan penagihan berjalan optimal. Langkah ini turut membantu menekan risiko kredit sekaligus menjaga kualitas layanan bagi nasabah.

Gani menekankan bahwa disiplin dalam operasional dan strategi penagihan yang konsisten merupakan kunci keberhasilan menjaga NPF rendah. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis tidak semata-mata ditopang oleh ekspansi, tapi juga manajemen risiko yang tepat.

Pertumbuhan Pembiayaan Target Dobel Digit 2026

Selain menjaga NPF rendah, Adira Finance menargetkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan dobel digit, yakni 10–12 persen pada 2026. Target ini didorong oleh optimisme perusahaan terhadap pemulihan ekonomi dan permintaan pembiayaan yang terus meningkat di segmen otomotif dan multifinance.

Sepanjang 2025, Adira Finance berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 43 triliun. Total piutang pembiayaan perusahaan mencapai Rp 61 triliun, mencerminkan ekspansi yang seimbang antara pertumbuhan portofolio dan pengelolaan risiko.

Pertumbuhan pembiayaan yang dobel digit diharapkan tetap sejalan dengan kontrol ketat terhadap kualitas portofolio. Hal ini memungkinkan perusahaan meningkatkan pendapatan sekaligus mempertahankan tingkat NPF yang rendah dan stabil.

Gani menegaskan bahwa setiap pembiayaan baru dipertimbangkan secara cermat sesuai dengan profil risiko. Dengan demikian, pertumbuhan bisnis tidak mengorbankan kesehatan portofolio, sehingga perusahaan tetap mampu menghadapi potensi gejolak ekonomi.

Selain itu, Adira Finance terus memantau tren industri dan dinamika pasar untuk menyesuaikan strategi bisnis. Pendekatan ini membantu perusahaan tetap adaptif, tanggap terhadap peluang baru, dan mampu menjaga risiko tetap terkendali.

Fokus pada Operasional dan Penguatan Sumber Daya Manusia

Dari sisi operasional, perusahaan menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia di titik-titik strategis. Dengan karyawan yang memadai, proses penagihan dan layanan nasabah bisa berjalan optimal sehingga risiko kredit bisa ditekan.

Penempatan karyawan secara strategis juga mendukung efektivitas manajemen risiko secara keseluruhan. Gani menegaskan bahwa kontrol internal dan operasional yang solid menjadi fondasi bagi keberhasilan pertumbuhan pembiayaan di masa depan.

Selain operasional, perusahaan juga fokus pada digitalisasi proses untuk meningkatkan efisiensi. Penerapan teknologi membantu memantau portofolio secara real time, mempercepat proses analisis risiko, dan memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.

Langkah ini selaras dengan tren industri yang menuntut multifinance untuk adaptif terhadap kebutuhan konsumen modern. Digitalisasi juga menjadi salah satu cara perusahaan menekan NPF sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan.

Outlook Positif untuk Keseimbangan Risiko dan Pertumbuhan

Secara keseluruhan, kombinasi strategi manajemen risiko yang ketat dan pertumbuhan pembiayaan yang terukur menciptakan keseimbangan yang sehat bagi Adira Finance. Perusahaan optimistis dapat mempertahankan NPF di bawah 2,5 persen sambil mencapai target ekspansi dobel digit pada 2026.

Gani menekankan pentingnya disiplin dalam operasional, pengawasan risiko, dan segmentasi pembiayaan yang tepat. Pendekatan ini memungkinkan Adira Finance menjaga kualitas portofolio sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan di pasar multifinance yang kompetitif.

Adira Finance juga terus memperkuat sistem internal untuk mendukung strategi ini. Dengan fondasi operasional dan manajemen risiko yang solid, perusahaan siap menghadapi tantangan industri dan menjaga stabilitas NPF di level optimal.

Ke depannya, perusahaan berharap kombinasi pengelolaan risiko yang cermat dan pertumbuhan pembiayaan yang agresif namun terukur akan memberikan kontribusi signifikan bagi kesehatan finansial. Hal ini sekaligus menegaskan posisi Adira Finance sebagai salah satu pemain multifinance yang stabil dan berkelanjutan di Indonesia.

Dengan pencapaian NPF di bawah rata-rata industri dan strategi pertumbuhan yang terukur, Adira Finance menunjukkan komitmen untuk menghadirkan pertumbuhan berkualitas. Upaya ini diharapkan meningkatkan kepercayaan investor, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan di sektor multifinance.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index