Bulog Kejar Kesepakatan Ekspor Beras ke Malaysia dan Singapura

Senin, 13 Juli 2026 | 19:17:01 WIB
Bulog Percepat Proses Negosiasi Ekspor Beras ke Dua Negara [FOTO: NET].

JKAARTA - Perum Bulog mengakselerasi kesepakatan ekspor komoditas beras ke Malaysia dan Singapura dengan mengejar kepastian harga sekaligus mengamankan kerja sama perdagangan yang mendatangkan keuntungan bagi petani, negara, serta keberlangsungan ekspor nasional.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menuturkan perusahaannya secepatnya merealisasikan instruksi Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menangkap peluang ekspor beras ke kedua negara tetangga tersebut lewat pembahasan teknis lanjutan.

"Kita segera tindak lanjuti atas perintah Bapak Mentan untuk langsung mengejar bola ke Malaysia maupun ke Singapura, untuk tindak lanjuti kepastian harga dan lain sebagainya," kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Senin (13/07/2026).

Menurut dia, Bulog hingga kini masih menanti kesediaan Pemerintah Malaysia untuk menerima kunjungan lantaran sampai sekarang belum ada kepastian, dengan begitu proses diskusi terkait ekspor belum bisa dilangsungkan secara tatap muka.

Ia menerangkan Bulog konsisten menjalin komunikasi supaya kedua negara tersebut lekas siap menerima pembahasan, sehingga proses negosiasi mampu melahirkan kepastian perihal harga serta kesepakatan niaga yang saling menguntungkan.

"Kami belum ke sana karena di sana belum siap. Jadi, kan kita juga nggak mungkin kita ke sana, lah sana belum bisa nerima, kan nggak enak juga. Tapi kami kejar terus supaya mereka siap terima kami sehingga biar ada kepastian deal-nya harganya berapa," kata Rizal.

Menurut Rizal, faktor Malaysia belum siap menyambut pembahasan tersebut adalah urusan internal negara bersangkutan, sehingga Bulog memutuskan menunggu sembari konsisten mendirikan komunikasi demi mempercepat proses kesepakatan ekspor beras.

Kendati demikian, ia menegaskan perintah Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan harga ekspor yang tidak membawa kerugian untuk petani serta menyerahkan keuntungan yang layak bagi petani Indonesia sekaligus menyokong kepentingan ekonomi nasional.

Sebelum ini, Rizal mengutarakan rencana ekspor sebanyak 200 ribu ton beras menuju Malaysia saat ini masih berada dalam fase negosiasi harga.

Ia menyebutkan Bulog bersama tim perwakilan dari Kementerian Pertanian berencana melangsungkan kunjungan kerja ke Sarawak, Malaysia, demi mengulas rencana ekspor beras Indonesia ke wilayah itu.

Di samping Malaysia, pemerintah pun mengagendakan ekspor beras menuju Singapura sebanyak 10 ribu ton. 

Mengenai perkara itu, telah diulas dalam forum pertemuan bilateral antara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (29/6).

Terkini