Adinata Syariah 2026: Jateng Raih 6 Penghargaan, Bidik Industri Halal

Selasa, 07 Juli 2026 | 22:53:01 WIB
Jawa Tengah Borong Enam Penghargaan Adinata Syariah 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sukses membawa pulang enam penghargaan pada ajang Anugerah Adinata Syariah 2026 yang diinisiasi oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). 

Pencapaian tersebut bukan sekadar menjadi bentuk legitimasi atas kesuksesan ekspansi ekonomi syariah, melainkan juga bertindak selaku pijakan awal guna mengaselerasi pendirian kawasan industri halal yang saat ini menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Dalam kompetisi tersebut, Jawa Tengah berhasil menyabet Juara I pada kategori Keuangan Mikro Syariah, Juara II pada kategori Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), Juara II pada kategori Wakaf, Juara III pada kategori Pertumbuhan Pelaku Usaha Bersertifikasi Halal, Juara III pada kategori Ekonomi Pesantren, serta Juara IV pada kategori Pariwisata Ramah Muslim.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan rasa apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen yang selama ini ikut membangun ekosistem ekonomi syariah di wilayah Jawa Tengah, mulai dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Tengah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, sampai pelbagai pemangku kepentingan terkait lainnya.

"Penghargaan ini bukan siapa yang menang, akan tetapi bagaimana upaya kita membangun ekonomi syariah ramah muslim di Indonesia yang populasi mayoritas muslimnya terbesar di dunia," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (7/7/2026).

Menurut pandangan Yasin, capaian ini sekaligus menjadi stimulus untuk memperkokoh pengembangan ekonomi syariah, mengingat haluan pembangunan Jawa Tengah untuk periode 2027 mengusung tema "Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi".

Ia memaparkan, salah satu tugas besar yang kini tengah dioptimalkan oleh pihak Pemprov ialah merealisasikan berdirinya kawasan industri halal di wilayah Jawa Tengah.

"Ini sebagai lecutan buat kita. Kita masih punya pekerjaan rumah, bahwa di Jawa Tengah belum ada kawasan industri halal," katanya.

Yasin menambahkan, perbincangan mendalam seputar zona industri halal tersebut kini telah memasuki tingkatan awal. Sejumlah pihak pengelola kawasan industri terpantau sudah memaparkan blueprint konsep yang hendak diimplementasikan. 

Dalam waktu dekat, bakal dilangsungkan pembahasan lanjutan guna memastikan titik lokasi serta skema pembangunannya. Keberadaan pusat industri halal ini diproyeksikan mampu menjadi stimulus pendongkrak laju ekonomi syariah sekaligus mendongkrak daya saing regional Jawa Tengah.

"Kami mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah, khususnya adanya kawasan industri halal di Jawa Tengah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera terealisasi," ujar dia.

Pada momentum yang sama, Wakil Presiden RI ke-13, Ma'ruf Amin memberikan wejangan bahwa akselerasi ekonomi syariah tidak melulu berpatokan pada pengejaran volume aset ataupun grafik pertumbuhan industri keuangan syariah semata. 

Poin yang jauh lebih esensial ialah mengimplementasikan nilai keadilan, kemaslahatan, keseimbangan, serta keberkahan ke dalam tiap-tiap aktivitas ekonomi.

Tokoh yang kerap dijuluki Bapak Ekonomi Syariah tersebut mengutarakan bahwa pergerakan ekonomi dan keuangan syariah di kancah nasional terus memperlihatkan tren yang positif. Sampai dengan Maret 2026, akumulasi aset syariah dilaporkan menyentuh angka Rp10.542 triliun alias mengalami pertumbuhan sebesar 10,6 persen secara tahunan (YoY), mengungguli laju pertumbuhan pada sektor keuangan nasional. 

Kendati demikian, menurut pandangannya, lompatan pertumbuhan tersebut wajib diimbangi dengan distribusi asas manfaat yang merata di tengah publik.

"Jangan hanya kita mengejar pertumbuhan, tapi juga pemerataan. Jangan hanya memperbesar angka statistik, tetapi juga memperbesar manfaat yang dirasakan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif KNEKS Sholahudin Al Aiyubi mengutarakan bahwa gelaran Anugerah Adinata Syariah bertindak selaku wujud apresiasi sekaligus stimulus guna memacu inovasi serta kolaborasi antar-pemerintah daerah dalam menyusun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.

Menurut penjelasannya, penghargaan ini tidak semata-mata mengukur pencapaian di atas kertas atau administratif saja, namun juga menitikberatkan imbas konkret terhadap penguatan rantai nilai halal, sektor industri keuangan syariah, instrumen keuangan sosial syariah, tingkat literasi dan inklusi, hingga terobosan kebijakan yang mendatangkan kemaslahatan bagi khalayak luas. 

Ia menaruh harapan besar agar kian banyak daerah yang menjadikan penghargaan ini selaku pemantik lahirnya praktik-praktik terbaik (best practices) pada peta pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Terkini