RI-India Sepakati Kontrak Pengadaan Sistem Rudal BrahMos

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:47:31 WIB
Pertemuan Prabowo-Modi Sahkan Kontrak Rudal BrahMos untuk Kemenhan [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi mengesahkan kontrak kesepakatan pengadaan senjata peluru kendali (rudal) buatan India, BrahMos.

“Kontrak pengadaan sistem pertahanan rudal BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan RI,” demikian bunyi poin nomor 12 dokumen kerja yang diumumkan dari pertemuan Prabowo-Modi di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Secara keseluruhan, terdapat 16 berkas dokumen kemitraan antara pihak Indonesia dan India yang diresmikan dalam forum pertemuan Prabowo-Modi tersebut. 

Nota kesepakatan mengenai pengadaan rudal BrahMos ini merupakan salah satu dari deretan berkas yang ditandatangani. Selanjutnya, pada kesepakatan kerja sama di urutan nomor 13, tercantum pula berkas komitmen pengadaan alutsista rudal jenis lainnya.

“Perjanjian pengadaan rudal udara ke udara (air-to-air missile/AAM) antara Bharat Dynamics Limited (BDL) dan Republikorp,” demikian bunyi kerja sama nomor 13.

Prosesi pembubuhan tanda tangan serta pengumuman dokumen kemitraan strategis ini menjadi bagian utama dalam rangkaian agenda kunjungan kenegaraan PM Modi ke Indonesia, yang turut dihadiri oleh jajaran utusan resmi dari kedua belah negara.

Rangkaian agenda ini diawali lewat prosesi penyerahan berkas dokumen perpanjangan kemitraan di antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Indian Space Research Organisation (ISRO) mengenai agenda eksplorasi serta pemanfaatan area ruang angkasa untuk pemenuhan tujuan damai.

Berkas dokumen tersebut ditunjukkan secara bersamaan oleh Kepala BRIN Arif Satria beserta Foreign Secretary India Vikram Misri di area Ruang Kredensial Istana Merdeka, sebelum berlanjut pada sesi pembacaan dokumen hasil kesepakatan kerja sama yang lainnya.

Kata Dubes India untuk RI

Sebelum tibanya waktu lawatan Perdana Menteri India Narendra Modi ke tanah air pada hari ini, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, sempat memaparkan informasi perihal penjajakan kerja sama pengadaan sistem rudal BrahMos ini.

"Kerja sama pertahanan masih menjadi bagian dari pembahasan yang sedang berlangsung. Seperti yang mungkin telah Anda baca di media, Indonesia telah menyatakan ketertarikannya terhadap sistem rudal BrahMos," kata Sandeep Chakravorty, Jumat (3/7/2026).

Dubes Sandeep menguraikan bahwa laporan mengenai kelanjutan rencana akuisisi persenjataan rudal tersebut terus digodok secara berkala oleh kedua pihak.

"Sementara itu, pembahasan dengan Indonesia telah mencapai tahap yang sangat maju. Kami berharap dapat segera merampungkan sejumlah kesepakatan terkait BrahMos," ucapnya.

Sang diplomat memberikan pandangan bahwa sistem persenjataan BrahMos merupakan sebuah perangkat pertahanan yang sangat ekonomis sekaligus memiliki tingkat keandalan yang tinggi, sehingga dinilai sangat ideal untuk dibeli oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Di samping menjalin kesepakatan dengan pihak Indonesia, ia menambahkan, India sebelumnya juga telah merampungkan transaksi penjualan rudal BrahMos ini dengan negara Filipina.

Akan tetapi merujuk pada laporan dari Reuters, pihak korporasi BrahMos Aerospace pada periode tahun 2023 silam pernah mengutarakan bahwa proses dialog dengan Jakarta sesungguhnya sudah berada pada level krusial, untuk kesepakatan transaksi ekonomi yang diestimasikan memiliki nilai antara 200 juta dolar AS sampai 350 juta dolar AS (atau setara kisaran Rp3,3 triliun hingga Rp5,9 triliun).

Terkini