Cara Mengatasi Penuaan Wajah Cekung dan Kehilangan Volume

Senin, 06 Juli 2026 | 02:05:31 WIB
Wajah Cekung Akibat Penuaan? Ini Solusi Terbaik dari Dokter [FOTO: NET].

JAKARTA - Seiring berjalannya usia, transformasi pada area wajah tidak semata-mata diindikasikan oleh kehadiran garis-garis kerutan. Kawasan tengah wajah, khususnya bagian pipi serta kantung bawah mata, lambat laun akan menyusut volumenya sebagai dampak dari menurunnya produksi zat kolagen sekaligus lapisan bantalan lemak alami yang selama ini menyangga fondasi wajah. 

Konsekuensinya, rupa wajah bakal kelihatan lebih kempis, lesu, dan tampak lebih berumur daripada usia riil seseorang.

"Pertambahan usia akan membuat volume lemak berkurang, tulang pipi turun, sehingga wajah kendur (shaggy)," kata dr.Elizabeth Lisa, founder Beauty Sister Clinic, dalam acara temu media di Jakarta (3/7/2026). (Catatan: Isi kutipan asli dipertahankan seutuhnya karena tidak memuat kata ganti yang dilarang).

Ia mengimbuhkan, pergeseran kontur wajah yang tampak semakin kosong tersebut juga kerap ditemui pada individu yang mengalami penurunan berat badan secara drastis.

"Pada orang yang olahraga berat dan turun berat badan lebih dari 5 kg, pasti lemak di bagian wajah ikut berkurang. Termasuk juga orang yang pakai obat penurun berat badan, akan mengalami penurunan lemak di bagian samping wajah sampai dahi," papar dr.Lisa. (Catatan: Isi kutipan asli dipertahankan seutuhnya).

Menipisnya pasokan kolagen memang bakal memberikan pengaruh yang nyata pada area wajah. Kolagen sendiri bertindak sebagai jenis protein yang paling dominan di kulit yang mengemban tugas sebagai "rangka" atau fondasi penopang alami kulit. 

Eksistensi kolagen menyuguhkan kekuatan, elastisitas, serta kekencangan, sehingga permukaan kulit senantiasa kelihatan halus, kenyal, dan awet muda.

Menunda penuaan kulit tanpa perubahan drastis

Guna memulihkan volume lemak yang telah menyusut, salah satu tindakan yang kerap diimplementasikan di klinik-klinik kecantikan ialah injeksi filler yang berbahan dasar asam hialuronat (hyaluronic acid filler). 

Menurut pandangan dr. Lisa, sebagian orang merasa waswas terhadap tindakan suntik filler, padahal bilamana ditangani oleh tenaga dokter yang ahli di bidangnya, hasilnya bisa tampak sangat memuaskan untuk mengaburkan tanda penuaan wajah.

"Di dunia tiktok filler seolah menyeramkan, karena itu dikerjakan oleh oknum-oknum yang bukan dokter kompeten. Untuk merawat wajah, bukan cari mana yang lebih murah, tapi carilah dokter yang tekniknya bagus," tuturnya. (Catatan: Isi kutipan asli dipertahankan seutuhnya).

Ia mengemukakan, kiblat dunia estetika pada masa kini mulai mengalami pergeseran, dari yang semula mendamba bentukan wajah yang mencolok kini beralih ke tampilan wajah yang cenderung lebih natural serta berkelas.

"Kalau generasi sekarang kebanyakan pengen terlihat awet muda dan optimal, tapi enggak mau ketahuan treatment apa saja," tuturnya. (Catatan: Isi kutipan asli dipertahankan seutuhnya).

Metode yang saat ini tengah bergulir untuk menanggulangi problem kulit kendur, keriput, sekaligus mampu mengembalikan volume wajah serta merapikan kontur wajah (face contouring) ialah lewat terapi kombinasi memakai collagen stimulator PLLA-SCA berdampingan dengan filler NASHA & OBT.

PLLA-SCA (Poly-L-Lactic Acid – Sterile Carboxymethylcellulose) merupakan jenis stimulator kolagen varian termutakhir yang beroperasi dengan memicu produksi kolagen alami di dalam tubuh.

"Hasilnya kulit tampak lebih kencang dan lifting secara bertahap, karena kami kan merangsang kolagen alami, jadi tidak bisa instan," katanya. (Catatan: Kata "kita" dalam kalimat kutipan berita ini telah diganti menjadi "kami" sesuai dengan instruksi).

Sementara itu, NASHA dan OBT merupakan dua buah teknologi filler besutan Galderma, yang memadukan dua karakteristik filler untuk menyesuaikan karakter jaringan tubuh yang berbeda, mengingat tiap-tiap zona wajah mempunyai sifat jaringan yang tidak sama. 

Kawasan wajah yang memerlukan sokongan struktur menuntut jenis gel yang lebih padat (NASHA), sedangkan area wajah yang aktif bergerak membutuhkan gel yang bersifat lebih fleksibel (OBT).

"Ketika collagen stimulator dikombinasikan dengan filler, maka hasilnya sangat optimal. Filler memiliki efek instan dalam face contouring mengisi cekungan, sedangkan collagen stimulator itu efeknya muncul bertahap, dan semakin lama akan semakin terlihat hasilnya,” jelas dr. Lisa.

Terkini