Bank Mandiri Taspen Targetkan Masuk Kategori KBMI 3 pada 2028

Senin, 06 Juli 2026 | 23:26:31 WIB
Secara Organik, Bank Mantap Bidik Naik Kelas KBMI 3 di Tahun 2028 [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Bank Mandiri Taspen alias Bank Mantap membidik target untuk dapat menembus kelompok Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3 pada tahun 2028 mendatang. Pada saat ini, perusahaan masih menempati zona KBMI 2, dengan kepemilikan modal inti tercatat senilai Rp9,34 triliun per kurun waktu kuartal I/2026.

Division Head Strategic Business Development Bank Mandiri Taspen, Agus, mengutarakan bahwa semenjak tahun 2020 sampai saat ini, Bank Mantap telah sanggup memenuhi pasokan keperluan permodalannya lewat jalur organik. 

Hal ini bergulir setelah dalam rentang beberapa tahun terdahulu sempat memperoleh suntikan dana modal dari jajaran perusahaan induk, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) serta PT Taspen (Persero).

“Kalau tadi dilihat kan capital adequacy ratio-nya kan udah 30%. Jadi kita sebenarnya udah beyond secara permodalan,” kata Agus, dikutip pada Senin (6/7/2026).

Dia memberikan penekanan bahwa akselerasi pertumbuhan akumulasi modal tersebut turut disokong oleh penerapan regulasi pembagian dividen dengan persentase yang terbilang mini. 

Dari perolehan laba bersih, Bank Mantap tercatat hanya mendistribusikan berkisar 10% sebagai dividen kepada lingkaran pemegang saham, sementara untuk porsi selebihnya dialokasikan sebagai laba ditahan guna mempertebal struktur permodalan.

Hingga menutup periode tahun 2025, Bank Mantap sukses membukukan perolehan laba bersih senilai Rp1,58 triliun, dengan nominal modal inti yang bergerak mendekati angka Rp10 triliun.

 Guna merangkak naik menuju level KBMI 3, sebuah lembaga perbankan diwajibkan mengantongi kepemilikan modal inti paling sedikit Rp14 triliun.

Agus mengaku sangat optimistis bahwa target penembusan tersebut bakal mampu terealisasi pada tahun 2028. 

Menurut pandangannya, andaikata perolehan laba tahunan perseroan konsisten bertahan pada kisaran nominal Rp1,6 triliun saja, tingkat modal inti milik Bank Mantap dirasa sudah lebih dari cukup untuk melunasi kriteria kualifikasi menjadi bank kategori KBMI 3 dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

“Jadi rasa-rasanya, kami masih sangat confidence untuk bisa naik kelas KBMI 3 di 2028 dengan cara organik,” ungkapnya.

Kinerja Keuangan Sepanjang 2025

Menilik catatan di sepanjang periode tahun 2025, Bank Mantap sukses menorehkan perolehan laba bersih senilai Rp1,58 triliun. 

Akumulasi nominal tersebut terpantau merangkak naik tipis sebesar 0,22% secara tahunan (year on year/YoY) jika dikomparasikan dengan performa pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang bertengger di angka Rp1,57 triliun.

Merujuk pada publikasi laporan keuangan perusahaan, capaian laba Bank Mantap berhasil ditopang oleh sektor pendapatan bunga bersih yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,51% YoY menuju level Rp3,66 triliun hingga akhir tahun 2025. 

Pada periode tahun sebelumnya, perolehan pendapatan bunga bersih perseroan tercatat berada di angka Rp3,44 triliun.

Sektor pendapatan komisi dilaporkan turut mengambil peran penting sebagai motor penggerak bagi akselerasi pertumbuhan laba di sepanjang tahun 2025. 

Bank Mantap mendokumentasikan pendapatan komisi perseroan mengalami kenaikan sebesar 22,44% YoY, bergerak dari posisi Rp206,12 miliar menuju angka Rp252,36 billion.

Dari aspek fungsi intermediasi, realisasi penyaluran kredit yang dieksekusi oleh Bank Mantap menembus angka Rp50,53 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 9,23% YoY ketimbang pencapaian tahun sebelumnya yang senilai Rp46,26 triliun. 

Di waktu yang bersamaan, pos dana pihak ketiga (DPK) milik perseroan ikut menanjak sebesar 12,71% YoY hingga menyentuh Rp55,03 triliun dari pencatatan tahun lalu yang bernilai Rp48,82 triliun.

Akselerasi ekspansi DPK sepanjang tahun 2025 tersebut pada dasarnya dipicu oleh adanya tren peningkatan pada instrumen simpanan deposito serta pos tabungan. 

Berdasarkan data yang terekam, instrumen simpanan deposito merosot naik sebesar 12,76% YoY menuju Rp42,20 triliun dan sektor tabungan melonjak sebesar 19,48% YoY hingga menyentuh level Rp12,39 triliun.

Terkini