JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan dalam sepekan terakhir untuk rentang waktu 29 Juni sampai 3 Juli 2026. Penurunan indeks ini turut dibarengi oleh penyusutan nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Merujuk pada data transaksi BEI, IHSG mengalami koreksi sebesar 0,35 persen menuju level 5.875,780. Selaras dengan tren tersebut, nilai kapitalisasi pasar BEI pun ikut berkurang 0,14 persen dari posisi pekan sebelumnya yang berada di angka Rp 10.302 triliun.
“Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami perubahan sebesar 0,14 persen menjadi Rp 10.287 triliun dari Rp 10.302 triliun pada penutupan pekan lalu,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026).
Bukan hanya nilai kapitalisasi pasar, intensitas aktivitas transaksi di BEI juga memperlihatkan perlambatan. Nilai rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 16,71 persen menjadi 1,44 juta kali transaksi, dari catatan pekan lalu yang menyentuh 1,73 juta kali transaksi.
Penyusutan pun melanda aspek rata-rata volume transaksi harian yang turun sebesar 30,35 persen ke posisi 17,54 miliar lembar saham, jika dikomparasikan dengan capaian 25,18 miliar lembar saham pada sesi perdagangan sebelumnya.
Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian tercatat merosot lebih signifikan, yaitu sebesar 35,90 persen menjadi Rp 11,27 triliun dari angka Rp 17,58 triliun pada pekan sebelumnya. Walau demikian, penanam modal asing terpantau masih mencatatkan aksi beli bersih pada sesi penutupan perdagangan Jumat (3/7/2026).
“Investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp 6,08 mIliar dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 74,42 triliun,” pungkas Kautsar.
Sebagai informasi, IHSG ditutup dengan performa menguat 2,28 persen atau mengalami kenaikan sebesar 131,224 poin menuju zona 5.875,780 pada sesi perdagangan Jumat (3/7/2026).
Di sepanjang pergerakan pasar, indeks melaju pada kisaran 5.805,922 sampai dengan 5.899,302, setelah mengawali pembukaan di level 5.806,167.
Lompatan indeks ini didorong oleh dominasi dari barisan saham yang bergerak positif. Tercatat sebanyak 494 saham mengalami kenaikan, 154 saham mendapati pelemahan, dan 139 saham lainnya bergerak di posisi stagnan.
Aktivitas transaksi di BEI membukukan volume perdagangan sebanyak 18,147 miIiar lembar saham disertai frekuensi yang mencapai 1.382.475 kali.